
Kepala panti asuhan itu memanggil Jie Eun untuk membicarkan hal serius.Jie Eun dan ibu angkatnya itu duduk santai di kursi taman."Jie Eun,maaf memanggilmu tiba tiba."
"Tidak apa apa ibu.Jawab Ji Eun santai."Ada apa ibu memanggilku kemari??"
"Em,apa kau sudah mendapat panggilan untuk lamaran kerja?"Tanya ibu angkatnya itu sebagai permulaan sebelum ke inti pertanyaannya.
Jie Eun menggeleng."Belum ada ibu,aku sudah menaruh banyak lamaran namun belum juga ada panggilan untuk wawancara kerja."Jawab Jie Eun sedikit sedih dan kecewa.
"Tidak apa apa Jie Eun."Wanita di sebelah Jie Eun itu mencoba menenangkannya.Kepala panti asuhan mulai mengutarakan apa yang ingin di sampaikannya.
"Jie Eun,tadi tuan Tae Ha bertemu denganku dan membicarakan sesuatu yang serius menyangkut dirimu."
"Apa itu?Jie Eun nampak penasaran dan ingin segera tahu."
"Begini Jie Eun,tuan Tae Ha bilang dia ingin menikahimu dan menjadikanmu isterinya."
Prakkkk...
Hati Jie Eun seakan luluh lantah bagai kaca yang terhempas dan hancur berkeping keping.Di tambah lagi dari omongan ibu angkatnya itu jika Jie Eun setuju untuk menikah ia akan memajukan kesejahteraan panti asuhan ini.Otomatis Jie Eun merasa semua keputusan ada di tangannya tentang kelanjutan panti asuhan ini.Hal ini menjadi pemikirannya.
Tuan Tae Ha adalah donatur tetap panti asuhan ini.
Ia juga selalu menyumbang dalam nominal besar.
Jika aku menolak lamarannya,ia mungkin akan berhenti menjadi donatur.Lalu bagimana nasib panti asuhan dan adik adikku disini?Tapi jika aku menerimanya,itu berarti aku harus mengorbankan hidupku untuk menjadi isterinya.Aku bahkan tidak mencintainya,lalu bagaimana aku akan hidup dengannya??
__ADS_1
Jie Eun menangis dalam hati.
Ibu angkatnya lalu menggenggam tangan Jie Eun.Wajah Jie Eun menatapnya dengan mata yang sangat sedih.
"Jie Eun anakku,ibu tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau.Tolong jangan sedih."
Jie Eun mencoba tersenyum."Tidak ibu,aku tidak sedih.Aku akan memikirkannya dan memberi tahu jawabanku esok hari."
Min Ah terlihat senang mendengar Jie Eun mau memikirkannya dahulu.Ia juga sejujurnya berharap banyak,menurut Min Ah sendiri Tae Ha adalah pria yang baik dan mapan.Karena sudah mengenalnya ia tidak keberatan jika harus melepas Jie Eun bersamanya karena percaya Tae Ha pasti akan membahagiakan Jie Eun.
Tapi tidak bagi Jie Eun yang sekarang sedang di pusingkan dengan pemikiran yang rumit.Ia bahkan belum pernah jatuh cinta apalagi pacaran,namun sekarang ia malah di hadapkan dengan kenyataan harus menikah.Bukan apa apa,yang akan ia nikahi adalah pria yang sudah berpengalaman dalam hal rumah tangga.Sedangkan dirinya hanya gadis polos yang bahkan belum mengenal cinta.Jie Eun tidak bisa tidur semalaman,ia juga berfikir untuk menolak saja dahulu tawaran itu karena belum siap.
_________________________________
Malam telah berlalu dan membuka tirai pagi kembali.
"Min Ah,apa donatur belum ada yang menyumbang?Anak anak sudah banyak yang uang sekolahnya menunggak dan perlu di bayar."
Salah seorang lainnya juga ikut bicara.."Ia Min Ah,persediaan makanan juga mulai menipis apalagi sebentar lagi musim dingin.Penghangat ruangan juga ada beberapa yang harus di perbaiki dan selimut selimut baru juga di perlukan."
Hal ini membuat pikiran berat bagi ibu angkat Jie Eun.Jie Eun yang mendengar hal itu juga lebih terpukul lagi.
Sepertinya aku tidak bisa egois sekarang.Jika aku tidak membantu,panti asuhan ini pasti akan mengalami masalah besar nantinya.Kasihan ibu dan adik adikku di sini.
Jie Eun lalu membuat keputusan yang bijak.Ia menyiapkan hati dan jiwanya lalu memasang topeng ceria di balik luka yang pedih dengan judul pernikahan terpaksa.
__ADS_1
Jie Eun mengetuk pintu dan masuk.Ia menghampiri ibu angkatnya dan berkata."Ibu,aku setuju untuk menikah."
Keputusan Jie Eun itu seakan menjadi titik terang dan jalan keluar untuk masalah anggaran panti asuhan saat ini.Jie Eun juga ikut senang melihat wajah ibu angkatnya dan pengurus panti asuhan ini yang berseri bahagia.Walau di lubuk hati sana,Jie Eun membatin dan menangis sedih.
Hari demi hari berlalu.Tibalah saatnya Jie Eun menikah.Pernikahan itu sengaja di adakan di panti asuhan.Tae Ha juga sengaja mengundang kolega,teman dan para anggota partai ke pestanya.Hal itu tidak lain untuk mendapat perhatian publik dan dukungan untuk kampanyenya nanti.Di banding menemani Jie Eun,Tae Ha lebih sibuk menyapa para tamu undangan dan membiarkan Jie Eun mamatung di depan sendiri.
Sedangkan Jin Joo anak tiri Jie Eun sibuk berfoto dan mengambil gambar dirinya untuk di unggah ke media sosial.Jin Joo tidak menentang pernikahan ini karena tahu ayahnya tidak mencintai Jie Eun dan hanya mejadi alat untuk urusan politik.Karena ayah Jin Joo bahkan sering menggunakan dirinya untuk menjadi bahan kampanye dengan judul ayah tunggal yang mengurus putrinya setelah di tinggal meninggal mendiang isterinya.Di depan publik ayah Jin Joo akah berpura pura seolah perhatian pada Jin Joo.Tapi aslinya,ayahnya itu hanya memberinya uang uang dan uang tanpa mempedulikan dan memberinya kasih sayang.Jin Joo sudah terbiasa dan tidak aneh akan hal itu.Jin Joo memang tidak menentang pernikahan ini tapi bukan berarti ia menyukai Jie Eun.Sesekali saat bertatapan dengan Jie Eun,Jin Joo memberikan tatapan sinisnya.
Jie Eun hanya pasrah dan bisa menahan hati.Entah bagaimana hidup rumah tanggaku nanti.Aku rasa aku akan melewati hari hari suram dan berat.
Jie Eun yang beraut sedih itu terlihat oleh ibu angkatnya.Aku jadi merasa bersalah.Jie Eun sepertinya tidak bahagia di sanaIa selalu senyum dengan terpaksa dan bingung melihat kesana kemari..Apa aku telah menentukan pilihan yang salah untuk hidupnya??
Ibu angkat Jie Eun ikut prihatin pada kesedihan Jie Eun.Namun apa mau dikata,pernikahan sudah berlangsung dan Jie Eun sudah menjadi isteri Tae Ha.
Tiba saatnya malam pernikahan.Saat pasangan pengantin baru harusnya bahagia.
Ia malah harus mendengar kenyataan pahit yang menyakitkan.Jie Eun dan Tae Ha sedang berbicara di atas ranjang itu.Tae Ha mengungkapkan hal yang membuat malam pengantin Jie Eun hancur.
"Jie Eun,maaf aku tidak bisa memenuhi kewajibanku sebagai suami malam ini dan seterusnya karena aku adalah pria impotant (alat kelamin tidak bisa ereksi).Aku juga sudah melakukan KB untuk pria sehingga sel terlurku tidak lagi aktif dan tidak bisa membuahi.Jadi kau tidak akan bisa memiliki anak dariku sekalipun kau menginginkannya."
Hancur sudah hati Jie Eun.Padahal di pernikahan ini setidaknya hal baik yang Jie Eun nantikan dan harapkan adalah kehadiran buah hari dari rahimnya.Tapi itu semua juga tidak bisa ia dapatkan.Lebih lagi,Tae Ha juga menunda mendaftarkan pernikahan mereka sehingga pernikahan itu tidak sah secara hukum.Bukan tanpa alasan,Tae Ha melakukan itu agar nanti Jie Eun tidak perlu membuat perjanjian pra nikah dan tidak harus memabagi hartanya pada Jie Eun jika mereka bercerai.Tae Ha tidak lagi memiliki gairah pada wanita,yang ia ingin capai hanya menjadi gurbernur yang sukses dan hidup terpandang sebagai tokoh masyarakat.
Tae He mengakhiri pembicaraannya."Sudah,malam ini kita istirahat saja.Aku sangat lelah."
Tae Ha membuka kaca matanya dan meletakkannya di meja samping tempat tidur lalu berbaring membelakangi Jie Eun.
__ADS_1
Jie Eun pasrah dan ikut tidur sambil membelakangi Tae Ha.Jie Eun menahan tangisnya yang sangat pilu menerima semua omongan Tae Ha tadi.