ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA

ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA
SUP PANAS


__ADS_3

Sung Jae terus memikirkan Jie Eun dan tidak bisa tidur sepulangnya dari rumah Jie Eun tadi.Sung Jae berbaring di kamarnya sambil merenungkan kisah pahit hidup Jie Eun.Wajah Jie Eun seakan terpampang di langit langit kamarnya..Sung Jae lalu bicara sendiri."Kenapa kau harus menderita cantik?Kau seperti rasa kopi yang manis namun juga pahit.Gula yang manis sepertimu harus di campur dengan bubuk kopi yang pahit dan tersiram lagi oleh air panas.Sehingga rasa manismu berada di tengah pahitnya kopi dan terhimpit air panas yang merlarutkanmu.Kau kalah dan larut dalam panasnya air itu,sementara kopi yang pahit masih bisa menyisakan ampas.Sedangkan kau tidak menyisakan apapun selain rasa manis yang hanya akan hilang setelah kopi itu di serumput."


Sung Jae merenungkan Jie Eun hingga lelap tertidur.Sedangkan Jie Eun sedang memandang foto kecil di mejanya yang berisikan fotonya bersama orang orang terkasihnya di panti asuhan dulu.Jie Eun juga memikirkan suaminya yang nun jauh di sana.Walau Jie Eun tahu suaminya tidak menganggapnya,namun ia selalu berdoa untuk keselamatan dan segela kebaikan suaminya yang sedang bertugas.


Lain lagi dengan Jin Joo yang sedang kasmaran mengingat pertemuannya dengab Sung Jae tadi."Aaa....pria itu tampan sekali.Kalau aku bisa jadian dengannya,teman temanku pasti akan iri."


Jin Joo sangat kegirangan hingga menendang nendang selimut di ranjangnya.


Sebuah kebetulan atau apa,Sung Jae akan pindah ke sekolah baru yang sama dengan tempat Jin Joo bersekolah.Tapi Sung Jae yang rencananya akan masuk besok meminta di tunda dahulu dengan alasan ia masih lelah setelah pindahan dan masih ingin istirahat.Orang tua Sung Jae setuju dan membiarkan Sung Jae istirahat dulu.Padahal kesempatan libur untuk istirahat itu ingin Sung Jae gunakan untuk mendekati Jie Eun.


Tapi Sung Jae sudah terdaftar di sekolah yang sama dengan Jin Joo.


Pagi itu orang tua Sung Jae sudah berangkat kerja.


Tinggal Sung Jae sendiri di rumah.Sama halnya dengan Jie Eun yang hanya sendiri di rumah setelah di tinggal Jin Joo sekolah.


Jie Eun sedang menjemur pakaian di jemuran yang terletak di halaman samping rumahnya.


Ia meletakkan satu per satu pakaian yang telah di cucinya itu di jemuran.Matahari juga bersinar dengan cerahnya hari itu.


Jie Eun sedang menjemur sebuah handuk..


Saat menjemur handuk itu dan hendak berbalik mengambil kain yang hendak di jemur lainnya,handuk itu terjatuh.Jie Eun berbalik dan ingin mengambilnya tapi ada seseorang yang sudah memungutnya.Jie Eun menatap dari bawah dan melihat ke atas rupanya ia adalah Sung Jae.


"O...."Jie Eun kaget dan heran..


Sejak kapan dia ada di sini?Kapan dia datang?Jie Eun bertanya dalam hati seperti itu.


"Ini,sepertinya terjatuh.."Sung Jae menjulurkan handuk itu pada Jie Eun.


Jie Eun segera mengambilnya dengan malu malu.."Terima kasih."


Sung Jae hanya tersenyum dan masih memandangi Jie Eun.Bahkan dengan tampilan tidak rapi seperti itu,Jie Eun tetap terlihat cantik alami walau tanpa polesan make up atau baju yang indah.


"Maaf..."

__ADS_1


Suara Jie Eun membuat Sung Jae tersadar dari lamunannya."Eh maaf,aku malah melamun.Nuna(kakak dalam bahasa korea) sangat cantik."


Jie Eun terperanjat mendengar perkataan Sung Jae yang spontan.


Sung Jae juga baru menyadarin apa yang ia lontarkan tadi.Astaga,berani sekali aku bicara terus terang seperti tadi.Apa aku sudah gila??!!!!


"Maaf,Nuna..."A...aku tidak bermaksud yang lain..Hanya mulutku ini."Sung Jae menepuk bibirnya sendiri.


Jie Eun malah tertawa melihat Sung Jae yang salah tingkah seperti itu.Jie Eun menyembunyikan tawanya dengan tangan.


Sung Jae terdiam dan ikut tersenyum.Dia tertawa..Cantik sekali...Aku berhasil membuatnya tertawa...


"Iya,tidak apa apa...Karena kau membuatku tertawa aku akan.memaafkanmu."Jie Eun masih terhibur dengan ulah Sung Jae tadi.


"Terima kasih Nuna..."Sung Jae sangat bahagia melihat Jie Eun yang mau bicara padanya dan bahkan tertawa.


"Iya sama sama.."Jawaban itu sekaligus mengakhiri obrolan Jie Eun dan Sung Jae.


Jie Eun berlalu dan masuk ke dalam meninggalkan Sung Jae.Sung Jae masih mematung di tempat dan mengingat lagi saat saat Jie Eun tersenyum riang seperti tadi.


Sung Jae juga harus sadar dan berbalik menuju rumahnya.


Sung Jae melompat kegirangan di sofa seperti anak kecil yang mendapatkan keinginannya."Ahaaaa....aku sangat bahagia...Aku bahagia."


Bukan hanya Sung Jae yang bahagia.Jin Joo juga sedang senang senangnya dan bercerita pada teman temannya tentang pertemuannya semalam dengan Sung Jae."Kalian tahu,pria itu sangat tampan,manis dan imut.Wajahnya seperti aktor Korea!!!!A...kalau mengingatnya lagi,rasanya aku ingin terjatuh berulang kali agar ia bisa terus menolongku."


"Sudah Jin Joo,jangan terlalu senang.Apa kau yakin pria tampan seperti itu tidak punya pacar?Sekalipun tampan tapi milik orang lain dan kau tidak bisa memilikinya,jadi untuk apa??"


"Hem..benar juga."Jin Joo lalu memikirkan perkataan temannya dengan wajah serius."Tenang saja,aku akan menyelidikinya.Semoga saja ia masih sendiri dan belum ada yang lain di hatinya.Karena aku pasti akan mendapatkannya.Lihat saja."


Jin Joo membuat wajah yang sangat bertekad.Jin Joo sama seperti ayahnya yang ambisius jika menginginkan sesuatu.Ia akan berusah sekeras mungkin untuk mendapatkan apa yang di ia mau.


Di rumah,Jie Eun masih geli mengingat tingkah Sung Jae tadi."Anak muda yang polos.Dia cukup menggemaskan."


Jie Eun melanjutkan tugas rumah tangganya,ia mulai bekerja di dapur.Kali ini Jie Eun akan memasak.

__ADS_1


Jie Eun mengeluarkan beberapa bahan di kulkas.


"Tok..tok..tok"


Seseorang mengetuk pintu belakang tepatnya di area dapur yang tidak jauh darinya.Jie Eun segera membuka pintu itu..


"Nuna...."Sung Jae cengegesan sambil membawa semangkuk nasi yang tidak ada lauknya.


"Ada apa????"Jie Eun bingung harus memanggil apa,karena tidak tahu nama tetangganya itu.


"Sung Jae...panggil saja aku Sung Jae,Nuna.."


"Oh,iya..Ada apa Sung Jae??"


"Itu,ibuku pergi bekerja dan hanya meninggalkan uang tapi tidak memasak.Aku kelaparan dan mencium wangi enak dari rumah ini.Bolehkah,aku minta lauk sedikit??"Sung Jae rupanya mencari alasan lagi agar bisa melihat Jie Eun.


Wajah Sung Jae yang memelas membuat Jie Eun tidK tega.Padahal,Sung Jae hanya berbohong jika ibunya pergi bekerja tanpa ada membuatkan sarapan.Ibu Sung Jae jelas sudah memasak sarapan untuk Sung Jae tadi.


"Iya tentu saja.Tapi makanlah di rumahmu ya.Kalau kau disini aku tidak enak,tidak ada orang di rumah.Orang orang bisa salah paham nanti."


"Iya Nuna,aku mengerti.Aku juga hanya akan menunggu di luar saja."


"Iya,baiklah.Tunggu ya.."


Jie Eun segera mengemas beberapa makanan.Tapi tanda sengaja saat menyendokkan sup ke wadah,tangan Jie Eun malah ikut tersiram sup panas itu.


"Arrrghhhh..."Jie Eun mengernyit dan menjerit karena tangannya yang melepuh akibat tersiram sup panas itu.


Sung Jae kaget.."Nuna,ada apa??"Sung Jae bergegas masuk kedalam dan melihat tangan Jie Eun yang memerah karena tersiram sup itu.


Tanpa basa basi,Sung Jae meraih tangan Jie Eun dan menggiringnya ke wastafel.Sung Jae menghidupkan keran air dan menaruh tangan Jie Eun di bawah air keras yang mengalir itu.


Hal itu akan meredakan perih dan panas di tangan Jie Eun.


Jie Eun memandang wajah Sung Jae yang panik.

__ADS_1


Ke..kenapa dia menolongku??Dia bahkan baru mengenalku..Tapi,dia sangat peduli..


Sung Jae benar benar khawatir pada Jie Eun...


__ADS_2