ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA

ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA
BOLOS


__ADS_3

"Nuna,"bisik Sung Jae lembut di telinga Jie Eun.


"Jangan Sung Jae,nanti ada yang lihat."Seru Jie Eun sambil terus memixer adonan kuenya tanpa berani melihat wajah Sung Jae.


Sung Jae semakin erat merangkul pinggang Jie Eun dan mendekapkan badannya pada Jie Eun.Jie Eun semakin kaget.


Jie Eun lalu mematikan Mixer di tangannya.Jie Eun memberanikan diri membalikkan badannya dan menghadap Sung Jae.


Sung Jae dengan kaos biru,celana selutut dan rambut berponi itu memamerkan senyum manisnya.Jie Eun jadi semakin malu dan wajahnya memerah.


"Lihat..lihat,wajahmu memerah nuna."Olok Sung Jae pada Jie Eun.


"Eh? Apa benar?"Jie Eun memegang wajahnya dengan menempelkan kedua tangannya di pipi.


"Kau tetap cantik nunaku."Sung Jae mulai gombal lagi dan mendekatkan wajahnya pada Jie Eun."Nuna cepat cium aku sebelum ibu dan Jin Joo datang."Sung Jae menutup matanya.


Jie Eun menahan tawa dan geli sendiri pada ulah Sung Jae.Jie Eun mulai sedikit jahil,ia mencolek adonan kue yang di mixernya tadi dengan jari telunjuk lalu menaruhnya di bibir Sung Jae.


Sung Jae membuka matanya karena merasa cream lembut menempel di bibirnya.Sung Jae lalu menyapu bibirnya dengan tangan."Nuna." Sung Jae lalu agak protes pada ulah jahil Jie Eun.


Sementara Jie Eun malah tertawa lepas di depan Sung Jae.Sung Jae semakin terpesona dengan tawa Jie Eun yang sangat indah sekarang.


Tertawalah nuna,tertawalah agar dunia tahu betapa cantik dan indahnya tawamu itu.


Sung Jae lalu meraih jari telunjuk Jie Eun yang tadi memegang adonan kue itu,di tengah tawa Jie Eun,Sung Jae memasukkan jari terlunjuk Jie Eun itu kemulutnya.Membuat Jie Eun terdiam.


"Ini lebih manis."Ujar Sung Jae yang membersihkan tangan Jie Eun dengan mulutnya.


"Benarkah?"Jie Eun menatap penuh arti.Di lihatnya tepian bibir Sung Jae masih tersisa adonan kue yang ia colek tadi.


Jie Eun berinisiatif lalu memaut bibir Sung Jae dan membersihkan tepian bibir Sung Jae yang berlumur adonan kue itu.Jie Eun memberanikan diri dan membuat Sung Jae terpejam melayang.


Jie Eun menyapu setiap adonan manis itu dengan bibirnya.Hingga setelah selesai di sematkan sebuah kecupan di bibir Sung Jae.


Sung Jae mulai membuka matanya dan tersenyum."Terima kasih nuna."Ucap Sung Jae atas ciuman tadi.

__ADS_1


Jie Eun mencoba membuka dirinya pada cinta pertamanya itu walau terpaut lebih muda darinya.


"Kapan kapan kita kencan ya Nuna,aku akan mengajakmu nonton dan makan makanan enak."Ujar Sung Jae sambil mengelus pipi Jie Eun dengan lembut.


Jie Eun teesenyum dan mengangguk.


Malam harinya,Sung Jae dan Jie Eun bertukar pesan hingga larut malam sekali.


Di sekolah hari ini,Jin Joo melihat bangku Sung Jae yang kosong.Jin Joo lalu bicara sendiri."Aneh,bukannya tadi pagi dia pergi ke sekolah?Aku jelas jelas melihatnya memakai seragam tadi."Jin Joo masih berputar dengan tanda tanya kemana perginya Sung Jae.


Tadi pagi memang Sung Jae memakai seragam dan seperti berangkat sekolah.Sung Jae bersembunyi di persimpangan rumahnya sambil menunggu ayah dan ibunya berangkat kerja.


Setelah mobil ayah dan ibunya melintas,Sung Jae balik lagi ke rumah dan mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa juga memakai parfum.


Sung Jae menatap kaca sambil tersenyum."Kau memang yang paling tampan."Ujar Sung Jae sambil menatap bayangannya di cermin itu.


Sung Jae lalu menemui pacarnya.Saat bertandang ke rumah Jie Eun,ia terkaget melihat Sung Jae yang tidak sekolah.


"Sung Jae,kenapa tidak pergi ke sekolah??Apa kau bolos?"Tanya Jie Eun dengan raut khawatir dan nada yang agak kesal.


"Sung Jae,aku sangat kecewa dan sedih.Aku membuatmu bolos sekolah dan ketinggalan pelajaran.Aku rasa,aku tidak baik untukmu."Jie Eun mengalihkan pandangannya sambil menunduk sedih menyalahkan dirinya.


Sung Jae agak menunduk dan menatap wajah Jie Eun dari bawah.Sung Jae memberikan senyum manisnya."Nuna,1 hari saja.Besok dan seterusnya aku akan sekolah dengan rajin."Sung Jae menunjukkan satu jarinya dan benar benar memohon.


Jie Eun menghela nafas dan tidak memberi jawaban apapun.Sung Jae merasa sedih dan kecewa padahal ia sudah bela bela bolos dan menghemat uang sakunya demi mengajak Jie Eun kencan.


Sung Jae lalu mulai berdiri dan hendak berbalik.Melihat hal itu Jie Eun menjadi iba dan merasa bersalah.Sebelum salah paham berkepanjangan lagi,Jie Eun segera menarik baju Sung Jae dari belakang."Tunggu."


Sung Jae lalu berbalik dan tersenyum.Ia tahu jika ia menang dan Jie Eun menuruti maunya.


Sung Jae dan Jie Eun benar benar melakukan kencan resmi perdana mereka di luar.Pertama tama Sung Jae mengajak Jie Eun berjalan jalan di tengah keramaian.Setelah itu mereke nonton bioskop bersama sambil menikmati popcorn dan berpegangan tangan menatap layar bioskop itu.Terakhir sebagai penutup,Sung Jae mengajak Jie Eun ke taman hiburan.Mereka menikmati beberapa wahana dan berlarian kesana kemari.


Jie Eun tidak pernah merasakan hari yang sangat bahagia seperti ini dalam hidupnya sebelumnya.Hari dimana ia bisa tertawa lepas dan bersenang senang tanpa beban.


Karena haus,Sung Jae dan Jie Eun menghampiri sebuah kedai untuk membeli minuman.Saat menghampiri kedai Sung Jae lalu memalingkan wajahnya dan berbalik."Nuna,kau saja yang beli,aku tunggu disana."Sung Jae lalu menjauhi Jie Eun.

__ADS_1


Jie Eun merasa aneh dan memutuskan akan bertanya nanti saja atas apa yang terjadi.


"Nona cantik,mau beli apa?"Tanya pemilik kedai itu dengan ramah.


Jie Eun tersenyum,"Aku beli minuman dinginnya 2 bibi."


Penjual itu memberi apa yang Jie Eun minta dan Jie Eun memberinya uang untuk membayar minuman itu.


Jie Eun lalu menghampiri Sung Jae yang berada di bawah pihon itu menunggunya.


"Ini."Jie Eun menyodorkan minuman milik Sung Jae.


Sung Jae segera mengambilnya."Terima kasih nuna."


Tanpa basa basi lagi,Jie Eun langsung bertanya kenapa tadi Sung Jae menjauhinya saat membeli minuman."Sung Jae,kenapa tadi kau pergi?"


"Yang berjualan itu ibu temanku,aku mengenalnya dan pernah melihatnya kesekolah waktu itu."


"Slappp."Jie Eun langsung berdebar."Apa dia mengenalimu?"Tanya Jie Eun lagi.


"Tidak,tenang saja.Dia tidak sempat melihat wajahku tadi."Sung Jae meyakinkan Jie Eun semuanya baik baik saja.Walau Sung Jae sendiri sebenarnya tidak yakin.


"Ayo kita pulang saja Sung Jae,aku sudah lelah."Jie Eun menyarankan demikian karena suasananya sudah tidak nyaman lagi sekarang,karena itulah Jie Eun menyarankan untuk pulang saja.


"Iya baiklah Jie Eun."Sung Jae menuruti pinta Jie Eun karena merasakan hal yang sama juga.


Namun setidaknya hari ini berlalu dengan sangat menyenangkan.


Saat sampai di rumah,Sung Jae mengantarkan Jie Eun sampai depan pintu rumahnya.Sebelum pulang ke rumahnya Sung Jae memegang kedua tangan Jie Eun."Masuklah ke dalam dan istirahat."Ujar Sung Jae sambil masih memegang tangan Jie Eun.


"Iya kau juga."Entah kenapa Jie Eun sebenarnya masih belum rela berpisah dengan Sung Jae.Walau begitu mereka tetap harus kembali ke dunianya masing masing saat di rumah.


Sung Jae sebagai seorang pelajar dan murid SMA dan Jie Eun adalah seorang istri dari pria yang sudah pernah berumah tangga.


Mau tidak mau,Sung Jae dan Jie Eun tetap harus berpisah dan mengakhiri kesenangan hari ini.Seung Jae terus berjalan mundur sambil melambaikan tangan pada Jie Eun.

__ADS_1


Jie Eun juga melambai dan melempar senyuman pada Sung Jae.


__ADS_2