ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA

ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA
CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

"Nuna,bisakah kita bicara sebentar."Sung Jae menunjukkan wajah penuh harapnya pada Jie Eun.


Jie Eun di landa kebimbangan,Bagaimana ini?apa tidak apa apa jika aku bicara padanya setelah semua kesalah pahaman di antara kami?Tapi dia juga berhak untuk bicara siapa tahu ini bisa meluruskan kesalah pahaman di antara kami.


"Baiklah,boleh saja.Tapi aku akan mengantar dokumen ini dulu ya."Jie Eun sudah memberi jawabannya.


Sung Jae tersenyum,"Ia nuna,aku akan mengantarmu."


Jawaban Sung Jae membuat Jie Eun berdebar kembali.Tenangkan dirimu Jie Eun!!Tenang!!!


Jie Eun gugup karena berjalan bersama pria yang lebih muda darinya,terlebih masih memakai seragam sekolah dan menggendong tas punggung.Jie Eun akui,Sung Jae juga tampan dengan tampilannya itu.


Karena terlalu gugup,Jie Eun tidak melihat kedepan karena lebih sering menunduk.Tepat di depannya ada seorang pengendara sepeda yang sibuk melihat ponsel dan tidak melihat jalan.Sung Jae yang melihat hal itu lalu melihat kesamping dan menyaksikan Jie Eun juga tidak memerharikan jalannya.


Tepat saat sepeda itu sudah hampir menabrak Jie Eun.Sung Jae segera menarik badan Jie Eun dan melarikannya ke pelukannya sehingga terselamatkan dari tabrakan sepeda tadi.


Jie Eun kaget.Apa ini???


Sung Jae melepas pelukannya."Kau tidak apa apa nuna? Apa ada yang terluka?"


Jie Eun lalu mendorong Sung Jae dengan ekspresi takut seperti kemarin lagi.Jie Eun sangat berdebar dan wajahnya pucat pasi.


Sung Jae juga menatap Jie Eun sekarang.


Ekspresinya sama lagi seperti kemarin.Kenapa dia selalu seperti ini padaku saat aku tulus membantunya.Dia seperti tidak pernah di sentuh oleh pria.


Pikiran Sung Jae membuat Sung Jae sadar.


Benar!!! Ini pasti karena ia tidak pernah di sentuh pria sebelumnya.


Saat Sung Jae sibuk dengan fikirannya,lagi lagi Jie Eun berlari dan kabur.Ia berlari sekencang mungkin sambil memegang dokumen di tangannya.


Jie Eun bahkan ingin menangis.Kenapa,kenapa dia seperti itu lagi!!Kenapa aku juga selalu menjadi wanita yang aneh saat di dekatnya!! Jie Eun rupanya kesal pada dirinya sendiri.


Di sebuah tempat yang sepi di pinggiran taman yang banyak pohon besar itu,Sung Jae yang mengejar Jie Eun berhasil menyusul Jie Eun.


Ia lalu berada di hadapan Jie Eun sambil merentangkan kedua tangannya.Dengan nafas terengah,ia bicara."Berhenti!!"


Jie Eun juga terhenti dan masih berusaha mengatur nafasnya sambil menatap Sung Jae.


Sung Jae yang sudah tidak tahan akan sikap Jie Eun yang terus menghindar itu lalu mendekati Jie Eun.

__ADS_1


Sung Jae dengan cepat menyergap Jie Eun dan memeluknya lalu mencium paksa bibir Jie Eun.


"Emhh."Suara nafas Jie Eun yang tertahan saat di cium oleng Sung Jae.Jie Eun juga meronta berusaha melepaskan diri namun tidak bisa sama sekali karena tenaga Sung Jae yang kuat.


Sung Jae berusaha menembus bibir Jie Eun yang terkatup kuat.Ia berusaha membukanya berulang kali dengan lidah dan bibirnya.Sung Jae memaksa ******* paksa bibir wanita lemah itu hingga akhirnya mendapat celah.Bibir Jie Eun yang masih perawan itu memabukkan Sung Jae dan membuatnya terus ingin menikmatinya tanpa henti.


Jie Eun hanya bisa pasrah dan merasakan belaian bibir Sung Jae yang terus merayunya itu.Walau awalnya kasar,namun sekarang Sung Jae memainkan bibirnya dengan lembut.Jie Eun perlahan bisa merasakan hawa mulut Sung Jae yang hangat dan bibirnya yang kenyal dan lembut itu.Nafas Sung Jae juga bisa di rasakan olehnya.


"Apa seperti ini yang namanya ciuman?"Tanya Jie Eun dalam hatinya.Tapi Jie Eun segera menyadarkan diri setelah pertahanan Sung Jae sudah mulai longgar.Jie Eun mendorong Sung Jae lalu...


PLAKKKKK.Jie Eun menampar Sung Jae dengan keras.


Jie Eun berurai air mata sambil menatap Sung Jae.


"Kenapa!!! Karena kau isteri orang!! Kau marah padaku karena aku menyentuhmu!! Bukankah suamimu tidak pernah menyentuhmu!!"Sung Jae malah emosi sejadinya pada Jie Eun.


Jie Eun kaget.'Bagaimana dia bisa tahu semua itu.'


"Semua itu bukan urusanmu!! Kau bukan siapa siapaku!! Hanya karena aku lemah,tidak berdaya juga tidak di pedulikan oleh suamiku,apa itu lalu menjadi urusanmu!!! Sebaiknya jangan pernah muncul di hadapanku lagi! Aku membencimu!!"Jie Eun marah dan memaki dengan kerasa untuk pertama kali dalam hidupnya.


Tangan dan lutut Jie Eun bahkan masih bergetar karena hal tadi.Hal itu tertangkap oleh Sung Jae.Dan sekarang malah Sung Jae yang membatin.Apa yang sudah aku lakukan!!!Aku salah dan malah membuatnya takut pada pria!!Aku yakin hal ini hanya akan membuat ia semakin takut pada pria dan tidak akam berani untuk membuka diri.


Sung Jae masih berdiri di tempat saat Jie Eun sudah berlari dari hadapannya.


Hal yang terfikir oleh Jie Eun sekarang adalah ingin pulang ke panti asuhan tempatnya tinggal.Ia ingin bersama orang orang yang peduli padanya.


Di rumahnya,Jin Joo sedang mengobrak abrik lemari pakaiannya sambil bersiul.Jin Joo berniat untuk bertandang ke rumah Sung Jae malam ini sambil pura pura untuk alasan mengerjakan PR bersama yang diberikan guru tadi siang.


Jie Eun sudah di rumahnya dan memasak makan malam di dapur.


"Nuna..."Panggil Jin Joo dari belakang yang mengagetkan Jie Eun.


"Eh?"Jie Eun benar benar kaget seteleh peristiwa tadi siang.


Jin Joo tersenyum."Kenapa ini?Kenapa kau jadi pucat?Seperti melihat hantu saja?"Ujar Jin Joo bercanda.


"Itu...aku kira siapa."Jawab Jie Eun yang masih belum bisa mengatur dirinya.


"Sudah..sudah..,aku cuma mau bilang aku akan kesebelah untuk mengerjakan PR bersama Sung Jae.Aku juga akan makan disana sepertinya.Jadi tidak usah masak banyak banyak."Itulah yang ingin Jin Joo sampaikan pada ibu tirinya itu.


"Iya baiklah,jawab Jie Eun sambil tersenyum.

__ADS_1


Maafkan aku ya Jin Joo,andai saja kau tahu insiden tadi siang,kau pasti akan membenciku dan tidak lagi tersenyum denganku seperti ini.


Jie Eun merasa bersalah pada anak tirinya itu karena merasa sudah bermain di belakangny bersama pria yang Jin Joo sukai.


Di kediaman Sung Jae.


"Sung Jae."Panggil sang ibu pada puteranya yang masih mendekap di kamar dengan lampu yang di matikan.


"Sung Jae!!!"Teriak ibunya lagi.


Mau tidak mau,Sung Jae berusaha bangun dan menuju suara yang menggelegar memanggilnya itu.


"Kenapa tidak menjawab saat ibu panggil?"Ibu Sung Jae agak jengkel dengan puteranya itu.


"Maaf ibu,aku lelah dan ketiduran."Kilah Sung Jae yang sebenarnya sedang patah hati.


"Ya sudah,lain kali jangan begitu.Ini tolong berikan pada tetangga sebelah untuk membalasa kuenya waktu itu."Ibu Sung Jae menyodorkan sekotak manisan cherry untuk membalas pemberian Jie Eun waktu itu.


Sung Jae Bimbang.Haruskah aku kerumahnya dan minta maaf saja.Tapi melihatkupun dia pasti sudah tidak sudi.


Sung Jae lalu menolak."Ibu saja yang pergi.aku ada PR."


Sung Jae lalu menutup pintu kamarnya.


"Aneh sekali,tumben puteraku rajin mengerjakan PR.biasanya,melihat buku halaman pertama saja sudah ketiduran"Ujar ibu Sung Jae melihat tingkah puteranya itu.


Ibu Sung Jae lalu kesebelah dan mengantarkan manisan cherry itu sebagai balasan kue Jie Eun kemarin.


Di perjalanan,Ibu Sung Jae berpapasan dengan Jin Joo.Jin Joo segera menyapa ibu pria yang di sukainya itu dan berharap menjadi menantu keluarga itu di masa depan.


"Bibi,"Sapa Jin Joo dengan sopan.


Ibu Sung Jae merasa asing karena belum mengenal Jin Joo.


"Aku anak pemilik rumah sebelah bibi,A..maksudku aku anak tiri Jie Eun."


Ibu Sung Jae langsung ngeh."Oh..iya iya,aku kenal dengan Jie Eun.Jadi kau anak tirinya."


"Iya bibi,aku akan ke rumahmu untuk mengerjakan PR bersama Sung Jae."Jin Joo terus bersikap sopan dan ramah untuk mengambil hati dan kesan yang baik pada Ibu Sung Jae.


"Iya pergilah ke rumah,Sung Jae juga bilang tadi mau mengerjakan PR."

__ADS_1


"Iya bibi,kalau begitu aku permisi dulu."Jin Joo undur duri dan meningglkan ibu Sung Jae untuk ke rumahnya.


__ADS_2