ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA

ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA
BAB 3


__ADS_3

Hari ini Jie Eun akan meninggalkan panti asuhan dan pindah ke rumah suaminya.Entah apa yang sudah menunggunya di rumah barunya itu.Jie Eun sangat sedih harus meninggalkan panti asuhan ini yang sudah sejak kecil ia tempati.


Saat hendak masuk ke dalam mobil,Jie Eun memandang kebelakang dan melihat seluruh penghuni panti asuhan melambai padanya.


Jie Eun juga ikut melambai dengan mata berkaca.


"Terima kasih kalian semua telah mau menjadi bagian dan hidupku dan menjadi keluargaku.


Aku memiliki kenangan yang indah saat tumbuh besar dan hari hariku bersama kalian walau tanpa orang tua.Kalian adalah kesatuan hangat yang bisa aku sebut 'keluarga' setelah aku menjadi yatim piatu.


Aku benar benar sedih harus pergi,namun aku tidak bisa menghindar atau menolak.Demi melihat senyum kalian terus merona seperti sekarang aku harus pergi.Selamat tinggal keluargaku...


Je Eun masuk ke mobil dan memandang dari balik kaca mobil itu yang perlahan berjalan meninggalkan panti asuhan.


Walau isterinya bersedih,Tae Ha tetap sibuk dengan ponselnya dan pekerjaannya tanpa ada itikad untuk menghibur Jie Eun.Jin Joo yang duduk di kursi depan juga tampaknya sibuk dengan teman temannya di media sosial.


Jie Eun hanya bisa meratapi kesedihannya seorang diri tanpa ada tempat untuk berbagi atau orang untuk menghiburnya.Mirisnya lagi orang orang yang sekarang menjadi keluarga barunya itu sepertinya tidak menganggapnya keluarga.


Setelah sekian jam perjalanan,Jie Eun sampai di sebuah rumah bernuasa putih yang bertingkat dua itu.Rumahnya cukup besar dengan suasana asri dan pohon yang rindang.Jie Eun menatap sekitarnya dari balik jendela.


Setelah itu mobil berhenti.Jin Joo dan suaminya sudah masuk lebih dulu.Hanya Jie Eun dan supirnya yang masih tertinggal.Jie Eun membawa barang barangnya hanya di bantu oleh supir itu.Jin Joo dan Tae Ha sama sama sibuk dengan ponsel mereka tanpa mengingat Jie Eun yang tertinggal di belakang dan kesusahan dengan semua barang bawaannya.


Tae Ha mendapat banyak dukungan setelah berita pernikahannya dengan gadis yatim piatu itu tersebar.Ia semakin percaya diri untuk melenggang ke ranah politik.


Jin Joo langsung masuk kamar dan bergunjing tentang ibu barunya dengan teman temannya lewat media chat.Jie Eun bingung harus melakukan apa,ia lalu memutuskan untuk membersihkan dan merapihkan rumah itu.


Waktu berjalan sangat lama karena Jie Eun merasa sendirian.


Esok harinya,pagi pagi buta Tae Ha sudah berangkat kerja kekantornya tanpa sarapan dahulu.Jadi hanya tinggal ia dan Jin Joo yang sarapan bersama.Jie Eun mencoba mengajak bicara agar bisa akrab.


"Bagaimana Jin Joo masakanku?Enak tidak?"Tanya Jie Eun dengan ramah sambil menatap Jin Joo.

__ADS_1


Jin Joo mengangguk dan mengangkat sebelah alisnya."Emmm,lumayan dan rasanya cocok dengan lidahku."


Jie Eun bahagia dengan tanggapan anak tirinya itu.Sekarang giliran Jin Joo yang bicara."Jadi aku harus memanggilmu apa?Ibu?rasanya tidak cocok,umurmu 22 tahun dan aku 18 tahun.Jarak kita terlalu dekat.Aku akan memanggilmu kakak saja ya."


Jie Eun bingung harus bagaimana menyikapinya."Tapi apa ayahmu tidak masalah??"


Jin Joo menepis tangannya seolah menepis angin."Tentu saja tidak.Dia tidak pernah peduli pada hal lain selain urusan politik dan perkerjaannya.Karena dia selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya sampai tidak tahu mendiang ibuku sakit lalu meninggal.Ayahku bahkan tidak berusaha mengobatinya.Saat aku berbuat onar atau bolos sekolah,ayah akan marah karena takut aku mencemari namanya jika ketahuan media.


Ia hanya akan memarahiku sebentar lalu larut pada pekerjaannya lagi tapi aku tidak peduli dan sudah kebal jadi aku bersikap sesukaku saja.Jadi intinya kita bebas asal jangan berulah yang menjadi sorotan publik.Ayahku sangat takut namanya hancur dan tercemar karena akan menghambat karirnya.


Jadi pandai pandai kita saja jika ingin berbuat ulah.Kau melindungiku dan aku juga melindungimu.Ok."


Jie Eun agaknya prihatin pada Jin Joo yang sebenarnya kurang kasih sayang sehingga tumbuh menjadi seperti ini.Dia menjadi agak liar dan nakal.


Jie Eun mau tidak mau setuju,jika Jin Joo akan memanggilnya dengan sebutan kakak saja.


Setelah sarapan,Jin Joo pergi ke sekolah.Tae Ha ada mengirimi Jie Eun pesan yang isinya ia sudah meninggalkan ATM dan kartu kredit di laci meja di kamarnya dan Jie Eun bebas menggunakannya.


Jie Eun hampir menangis lagi karena di buru kesepian ini.Sore hari menjelang makan malam,saat Jie Eun dan Jin Joo sudah duduk di meja makan dan bersiap untuk makan malam dan tinggal hanya menunggu kedatangan Tae Ha saja,ponsel Jie Eun tiba tiba berdering.


Telepon itu dari Tae Ha."Halo,ada apa oppa?"


"Jie Eun,tolong siapkan koper dan baju bajuku.Aku akan ada perjalanan dinas selama 8 bulan ke pulau Jeju."


"Apa 8 bulan ke pulau Jeju?"


Mendengar hal itu Jin Joo jadi girang bukan mainkarena itu akan berarti "bebas" baginya.


"Iya,aku harus pergi karena ada urusan.Jika uangmu habis beritahu saja padaku."


"Em,apa aku tidak ikut??"Tanya Jie Eun penuh harap berharap bisa lebih dekat dengan suaminya.

__ADS_1


"Tentu saja tidak,kau di rumah saja dan urus Jin Joo.Nanti akan ada supirku yang mengambil koper,aku tidak sempat pulang karena masih ada urusan dan akan langsung berangkat."Tae Ha lekas menghempaskan harapan Jie Eun dengan jawabannya.


"Baiklah"Jie Eun terlihat sedih dan murung usai menjawab telepon itu.


")Bahkan melihatku sebelum pergi lamapun suamiku tidak sudi..


Namun tidak untuk Jin Joo,ia sangat senang mendengar ayahnya akan bertugas lama dan tidak pulang."Kakak,aku akan menginap di rumah temanku malam ini."


"Tapi Jin Joo,apa tidak apa apa?"Jie Eun merasa khawatir dan takut suaminya marah.


"Eiy,tentu saja tidak asal kau tidak bocor saja.Bukankah kita sudah sepakat saling menjaga??"


Jie Eun juga kalah pada anak tirinya.


"Kakak,kau juga keluarlah.Habiskan saja uang ayahku untuk berbelanja.Jangan hanya diam di rumah saja."Saran Jin Joo namun matanya sudah sibuk mengontak teman temannya lewat ponsel untuk acara menginap malam ini di rumahnya.


Jie Eun masih bingung harus menjawab apa.Tapi tidak lama meja makan itu sudah kosong karena Jin Joo sudah pergi entah kemana.


Jie Eun juga tidak berselera makan lagi.Ia lalu naik kekamarnya dan mengemasi barang barang suaminya.


Pilu rasanya hati Jie Eun di perlakukan seperti ini.Ia tidak lebih seperti asisten pengurus rumah tangga alih alih seorang isteri.


Setelah selesai menyiapkan koper suaminya,Jie Eun membawanya ke bawah.Tidak lama supir suaminya datang dan membawa koper itu.


Tae Ha benar benar tidak ada di mobil dan hal itu membuat Jie Eun yakin jika memang Tae Ha tidak memiliki perasaan padanya.


Jie Eun hanya menghela nafas berat.Setelah itu ia kembali ke penjara berbentuk rumah yang sunyi ini.


Tapi,ia agak sedikit memberontak.Jie Eun akhirnya pergi keluar rumah untuk mencari angin segar.Ia memutuskan berjalan jalan sambil mengenal kota baru tempatnya tinggal.


Jie Eun menaiki taksi dan berjalan menyusuri jalan Myeondong yang ramai.

__ADS_1


Berada di keramaian ini membuat Jie Eun sedikit terhibur dan lupa akan kesendiriannya.


__ADS_2