ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA

ANAK TETANGGA YANG BUATKU JATUH CINTA
LEGA


__ADS_3

Menjelang subuh,Jie Eun membangunkan Sung Jae yang masih tertidur lelap mendekapnya karena kelalahan setelah semalam.


"Sung Jae,Sung Jae,"Jie Eun dengan suara yang masih parau itu membangunkan Sung Jae sambil menggerakkan lengan Sung Jae.


Sung Jae terbangun kaget dan melihat Jie Eun masih di sisinya.Sung Jae bahagia karena apa yang tejadi semalam memang bukan mimpi dan memang nyata adanya.Sung Jae reflek lalu mengecup sebentar bibir Jie Eun.


Jie Eun tentu kaget."Hei,sudah subuh.Cepat pulang.Nanti orang tuamu tahu."Jie Eun membuat wajah panik melihat Sung Jae yang sepertinya masih belum sadar itu.


Sung Jae tiba tiba ikut panik mendengar perkataan Jie Eun yang ia garis bawahi "sudah subuh."Sung Jae tanpa kata kata segera keluar dari selimut.Jie Eun lekas menutup mata karena masih malu melihat Sung Jae yang tanpa busana.


Sung Jae juga serba salah dan melompat lompat memasukkan kakinya ke dalam celana.Di tambah lagi rasa malunya karena Jie Eun harus menyaksikannya seperti sekarang.Ia tahu Jie Eun sedang tertawa di balik tanganya itu karena melihat kekonyolannya.


Setelah berpakaian lengkap,Sung Jae segera kabur lewat jendela dan kemabali ke rumahnya.Jie Eun sudah membuka matanya dan geli sendiri pada ulah Sung Jae tadi.


Sung Jae mengendap masuk perlahan ke dalam rumahnya diam diam.Untungnya ia berhasil masuk ke kamarnya dan selamat.Sung Jae langsung merebahkan diri di ranjangnya sambil merentangkan tangan."Aku adalah pria dewasa!!!!"Sung Jae membanggakan dirinya yang telah dapat menaklukan Jie Eun semalam.


Sung Jae sangat bahagia adanya dan semakin percaya diri untuk menyongsong hubungannya ke depan dengan Jie Eun.


********


Pagi harinya,Jin Joo pulang kerumah.Jin Joo terlihat kusut dengan menyeret tas punggungnya.


Jie Eun yang sedang beres beres melihat puteri tirinya itu.


Apa pantas aku bahagia sekarang saat melihat Jin Joo sedih seperti ini?Alasan kesedihannya juga karena kehadiranku.Aku sudah membuat Sung Jae mematahkan harapannya.Tapi jika aku terus mengalah,aku juga tidak akan bisa bahagia.Karena itu aku memutusakan berhak bahagia juga sekarang.Aku yakin,Jin Joo akan menemukan orang yang lebih baik untuknya kelak.


Jin Joo hanya menatap Jie Eun tanpa menyapanya dan setelah itu masuk ke kamarnya.Sepertinya hari ini,Jin Joo tidak berniat ke sekolah.Jie Eun mencoba mengerti dan membiarkan Jin Joo menenangkan diri dari luka hatinya.


Di sekolah hari ini,fikiran Sung Jae terus saja di penuhi oleh Jie Eun.Bahakan yang di catatnya bukan materi pelajaran yang tertera di papan tulis.Melainkan nama Jie Eun yang terus di coretnya.


Sung Jae tidak sabar ingin cepat pulang dan menemui kekasihnya lagi.


Jin Joo yang sudah tengah hari belum keluar kamar membuat Jie Eun mulai khawatir dan resah.Jie Eun lalu memutuskan masuk ke kemar Jin Joo.


"Tok..tok..tok.."Jie Eun mengetuk kamar Jin Joo.


Tidak berapa lama pintu itu terbuka dan......


"Oh,iya iya,oke.Aku akan ganti baju dulu.Kau boleh menjemputku nanti."Nada bicara Jin Joo tidak seperti orang yang patah hati dan malah seperti sangat bahagia.Jin Joo lalu mematikan teleponnya.


"Kakak,"Jin Joo dengan ceria lalu memeluk Jie Eun.

__ADS_1


Jie Eun merasa aneh."Ada apa Jin Joo?"Tanya Jie Eun penasaran.


"Aku sudah punya pacar kakak,dia dari sekolah sebelah."Jawab Jin Joo dari balik punggung Jie Eun.


Jie Eun lalu melepas pelukan itu dan mulai menginterogasi Jin Joo."Maksudmu? Bukankah yang kau suka itu Sung Jae?"


Jin Joo lalu mengipas tangannya di depan Jie Eun."Eishhh,sudah jangan sebut nama itu lagi.Aku sudah membencinya.Dia sudah menolakku mentah mentah karena sudah ada orang yang disukainya.Tapi saat aku sedang putus asa,pria yang tidak kalah tampan malah menyatakan perasaan padaku dan menjadi obat sakit hatiku.Namanya Wo Do Hwan."Jin Joo kelihatan sangat bahagia ketika bercerita tentang pria barunya itu.


Jie Eun mendadak merasa lega dan ikut senang.


Setidaknya sekarang ia tidak sedih lagi dan aku tidak merasa bersalah.Jin Joo memang masih labil di usianya ini.Untungnya anak ini ceria dan mudah melupakan kesedihan.


"Kakak,kenapa menatapku begitu?"Jin Joo merasa aneh melihat Jie Eun yang menatapnya dalam sambil tersenyum.


"Tidak,aku hanya senang melihatmu bahagia Jin Joo.Tadinya aku sedih dan khawatir melihat dirimu yang terus mengurung diri di kamar.Aku fikir kau sakit atau masalah lain.Tapi untunglah kau baik baik saja."Jie Eun dengan tulus menunjukkan kasih sayangnya.


Jin Joo terdiam dan sangat tersentuh.


Kakak,kau memang yang terbaik.Aku tidak bisa menemukan orang yang penuh ketulusan sepertimu.Aku harap kau akan tetap berada di rumah ini dan menemaniku.


Jin Joo masih belum mengetahui kebenaran yang bersembunyi di depan matanya.Akankan,Jin Joo akan tetap seperti ini setelah tahu hubungan terlarang,Jie eun dan Sung Jae nanti???


Harum semerbak parfum Jie Eun memenuhi ruangan


Jie Eun pangling dengan penampilan Jin Joo yang cantik itu."Jin Joo,kau benar benar cantik."Puji Jie Eun.


"Benarkah kak?"Jin Joo kelihatan bahagia dengan pujian dari Jie Eun.


"Tentu saja,kau adalah seorang puteri malam ini."Tambah Jie Eun lagi.


"Iya kak,sudah jangan memuji lagi atau aku akan terbang ke atas atap karena besar kepala."Canda Jin Joo.


Jie Eun terkekeh."Hahahha,Iya Jin Joo.Hati hati ya perginya.Jangan pulang malam.Jam berapa dia akan menjemputmu?"


"Siap,baik kak."Jin Joo lalu melirik jam tangannya."Seharusnya sebentar lagi dia datang."


Tit...Tit...Tit...


"Itu suara klakson motornya kak."Jin Joo kelihatan bahagia.


Jin Joo bergegas berlari keluar untuk menemui pacar barunya itu.Jie Eun juga ikut mengantar Jin Joo keluar.

__ADS_1


Sesosok pria dengan motor besar dan helm hitam itu membuka kaca helmnya.


Jin Joo melambai pada pria itu,tapi anehnya mata pria itu malah memihak pada Jie Eun.Jie Eun hanya menunduk sedikit sambil tersenyum sebagai tanda menyapa.


Pria itu mematikan mesin motornya dan melepas helmnya lalu berjalan ke arah Jin Joo dan Jie Eun.


Dari tampangnya,pria ini memang tampan namun sepertinya anal nakal.Jin Joo menghampiri pria itu dan menggandeng lengannya.


Pria itu dan Jin Joo lalu bertatapan.


"Kau sangat cantik Jin Joo."Puji pacar Jin Joo dengan suara bassnya itu.


"Terima kasih Do Hwan,kau juga sangat tampan."Balas Jin Joo.


Do Hwan lalu menatap Jie Eun."Dia siapa Jin Joo?"Tanya Do Hwa pada Jin Joo.


"Oh,ini..kenalkan.Dia Jie Eun.Kakakku."Ujar Jin Joo yang menyembunyikan status asli Jie Eun yang sebenarnya ibu tirinya.


Do Hwa mengulurkan tangannya dengan cepat.Namun Jie Eun agak ragu untuk menjabatnya.


Tepat saat itu.....


"Nuna,"Panggil Sung Jae dengan wajah marah.


Jin Joo juga tidak senang dengan kehadiran Sung Jae dan menggengam erat lengan Do Hwan untuk di pamerkan ke Sung Jae karena telah menolaknya.


Sung Jae sama sekali tidak peduli.Sung Jae hanya peduli pada Jie Eun dan tidak suka pada tatapan pria yang memandang Jie Eun sekarang.


Do Hwan lalu menarik kemabali tangannya yang tadi mengulur dan mengurungkan niatnya untuk berkenalan.


"Ada apa Sung Jae?"Tanya Jie Eun gugup.


"Ibuku menyuruhmu ke rumah sebentar."Jawab Sung Jae singkat dengan wajah yang masih menahan kesal.


"Oh,iya iya baiklah.Aku akan kesana sekarang."Jawab Jie Eun yang ingin segera melarikan diri dari situasi ini.


"Aku juga mau pergi kakak,kunci saja pintunya.Aku bawa kunci cadangan."Pesan Jin Joo pada Jie Eun.


Jie Eun mengangguk."Iya,jangan pulang terlalu malam."


"Tentu."Jin Joo lalu melangkah pergi bersama pacarnya dan pergi untuk kencan meninggalkan Sung Jae dan Jie Eun.

__ADS_1


__ADS_2