
Setelah memaksa dengan amat sangat,Do Hwan akhirnya memberi tahu keberadaan Jin Joo.Jie Eun di temani keluarga Sung Jae segera mendatangi motel tempat Jin Joo berada bersama rombongan polisi.
Saat di grebek,Jin Joo dan teman Do Hwan masih dalam keadaan tertidur tanpa busana.
Jie Eun segera berlari menghampiri Jin Joo dan teman Do Hwan sudah di ringkus oleh pihak polisi.
"Jin Joo,ayo sadar Jin Joo!!"Jie Eun merangkul Jin Joo dan memintanya bangun berulang kali dengan sangat takut dan panik.
Jin Joo perlahan mulai membuka matanya.Samar samar ia melihat wajah Jie Eun."Kakak."
Jie Eun langsung memeluk Jin Joo sambil menangis histeris.
Jin Joo yang baru di awal kesadaran melihat keramaian di kamarnya dan teman Do Hwan yang di borgol polisi.Walau kepalanya masih berat akhirnya ia ingat kalau dirinya sudah di perkosa dan di jebak oleh Do Hwan dan temannya.
Jin Joo seketika histeris dan berteriak."Kakak!!!!!!!!Aku hancur!!!Aku sudah kotor kak!!!!!!"Jin Joo memeluk Jie Eun erat.
Jie Eun juga ikut menagis."Maafkan aku Jin Joo,ini semua karena aku tidak menjagamu dengan baik.Maafkan aku."Jie Eun juga ikut bersedih atas apa yang menimpa Jin Joo.Walau hanya puteri tirinya tapi Jie Eun tulus dan sangat menyayangi Jin Joo.
Do Hwan dan temannya sudah di bawa ke kantor polisi.Jin Joo di bawa ke rumah sakit karena masih syok dan belum bisa di mintai keterangan.
Jie Eun menelepon suaminya dan memberi tahu apa yang terjadi pada Jin Joo dan dirinya secara detail,tentang teman kencan Jin Joo yang ingin melecehkannya dan masuk ke rumahnya juga teman kencan Jin Joo yang menjebak Jin Joo dan mencekoki Jin Joo minuman keras sehingga Jin Joo di bawa pria lain yang sudah bersekongkol dengan teman kencan Jin Joo dan di perkosa saat dalam keadaan tidak sadar.
Tapi reaksi Tae Ha malah di luar dugaan."Jadi kalian pergi dan melapor ke kepolisian!!! Mereka juga tahu kalau Jin Joo itu anakku!!! Kenapa tidak bilang dulu!!!
Harusnya kalian sembunyikan identitas kalian!!!! Namaku dan karirku pasti akan tercemar karena ulah Jin Joo!!!"Tae Ha malah marah marah dan bukannya prihatin pada apa yang menimpa puteranya.
Jie Eun yang ada di kamar Jin Joo di rawat sudah sangat kesal dan tidak bisa lagi menahan emosinya pada Tae Ha yang tetap mementingkan karirnya di banding prihatin pada musibah yang menimpa puteri kandungnya sendiri."Dasar manusia bejat!!! Tidak punya perasaan!!! puterimu sendiripun kau tidak pedulikan!!!Kau hanya mementingkan dirimu!!Bagaimana masa depan puterimu dan siapa yang akan mendukungnya juga menghiburnya agar tidak terpuruk harusnya itu prioritasmu sebagai ayah!!!Kau hanya sampah politik Tae Ha!!!Kau ayah terburuk didunia ini!!"Jie Eun mematikan telepon itu dan meluapkan kemarahannya.Tangan dan kakinya sampai bergetar karena baru itu memarahi orang seumur hidupnya.
__ADS_1
Jin Joo yang pura pura terpejam sangat terharu pada apa yang di perbuat oleh Jie Eun.
Ya Tuhan,terima kasih kau telah kirimkan Jie Eun pada keluargaku.Dia bahkan menyayangi dan peduli padaku di banding ayahku.Terima kasih masih kau berikan aku sosok seseorang yang masih bisa untukku bersandar dan berlindung.
Jie Eun menatap Jin Joo sebentar dengan penuh prihatin.Setelah itu,Jie Eun keluar dari ruangan Jin Joo karena tidak sanggup menahan kesedihannya.
Tepat saat Jin Joo keluar,Sung Jae sudah menunggu di luar pintu dan langsung memeluk Jie Eun.Rupanya Sung Jae juga mendengar apa yang di katakan Jie Eun pada suaminya tadi.
Sung Jae mencoba menenangkan Jie Eun dan memeluknya erat.Jie Eun menangis tersedu di pelukan Sung Jae.Dada Sung Jae yang bidang meredam suara tangis Jie Eun.
Sung Jae membiarkan Jie Eun melepas semuanya.Sedangkan Tae Ha,ia terkejut bukan kepalang karena keberanian Jie Eun yang berani mengatainya tadi.Bahkan Jie Eun yang bukan siapa siapa tidak lagi segan padanya.
Dalam semalam nama Tae Ha hancur.Anaknya yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan sudah di nodai menjadi trending topik,Tae Ha di sebut tidak becus mengurus rumah tangga karena hanya mementingkan karir politiknya.Selama ini ia juga di tuding hanya membuat citera baik sebagai seorang ayah yang ternyata hanya palsu belaka.Dukungan dukungan untuk Tae Ha mulai berkurang dan turun drastis.Karirnya di ranah politik sudah di pastikan hancur.
Tae Ha sangat frustasi dan kacau.Tae Ha mengamuk di kamarnya dan berteriak seperti orang gila.Semua usaha dan jerih payahnya telah hancur oleh anaknya sendiri.
"Makanlah nuna,kau terlihat pucat dan lemah."Sung Jae sangat mengkhawatirkan Jie Eun.
"Aku tidak lapar Sung Jae,bagaimana aku bisa makan sementara keadaan Jin Joo seprti sekarang."Ratap Jie Eun sedih.
Sung Jae mengambil inisiatif lalu menyuapi Jie Eun."A.......Ayo buka mulutmu."Ujar Sung Jae sambil menyunggingkan senyumnya.
Jie Eun juga ikut tersenyum dan membuka mulut menerima suapan Sung Jae.
Setelah makan,Sung Jae mengantar Jie Eun kembali ke rumah sakit.Di depan pintu kamar Jin Joo,Sung Jae dan Jie Eun berpamitan.
"Istirahatlah nuna,jika ada apa apa lekas telepon aku."Sung Jae masih memegang kedua tangan Jie Eun.
__ADS_1
Jie Eun mengedipkan matanya."Iya Sung Jae,terima kasih untuk semuanya.Kau pulanglah juga dan istirahat."
Sebagai penutup,Sung Jae mendekatkan diri pada Jie Eun dan mengecup bibir Jie Eun lalu dahi Jie Eun.Jie Eun menutup mata meresapi semuanya.
Setelah itu ia benar benar harus berpisah dengan Sung Jae dan masuk ke dalam kamar Jin Joo di rawat.
Jie Eun mengahampiri Jin Joo dan duduk di samping ranjang Jin Joo.Jie Eun mengelus lembut rambut Jin Joo lalu menggenggam tangan Jin Joo dan tidur sambil duduk di dekat Jin Joo.
Sepanjang malam,Jie Eun menemani Jin Joo.Hingga esok hari tiba dan Tae Ha tiba tiba sudah di rumah sakit dan masuk ke ruangan Jin Joo.Jie Eun dan Jin Joo terbangun bersamaan.
Jin Joo masih lemah,sedangkan Jie Eun langsung berdiri dari duduknya.
Tae Ha menatap Jin Joo dan Jie Eun bergantian.Jie Eun tetap menggenggam tangan Jin Joo dan tidak melepaskannya.
"Untuk apa kau melindungi gadis nakal itu hah!!! Kau tahu apa yang sudah menimpaku karena ulah anak itu!!!"Tae Ha masih gusar dan tetap tidak iba walau sudah melihat langsung kondisi anaknya yang masih lemah dan penuh trauma itu.
Jie Eun menatap tidak percaya."Kau itu manusia atau bukan!!!Darah dagingmu sedang terpuruk!!!!Dimana perasaanmu!!!"Jie Eun tidak gentar lagi pada suaminya.
"Apa gunanya hah!!!Apa aku harus bersedih dan ikut prihatin karena kebodohannya sendiri!!! Dia bahkan menyeret diriku juga!! Lebih baik aku tidak punya anak jika akhirnya seperti ini."Tae Ha dengan tegas menembak matanya pada Jin Joo.
Jin Joo lalu menangis dan bangun dari baringnya."Ayah jahat!!! Bahkan nyawaku pun tidak berharga untukmu!!! Untunglah karirmu hancur!!! Walau sekarang menderita tapi aku juga senang karena bisa menghancurkan kebanggan ayah yaitu karir ayah!!!"Jin Joo juga tidak mau kalah dan keras kepala seperti ayahnya.
"Kalian!!! Dasar wanita wanita tidak berguna!!!!"Sekarang Tae Ha malah meghina Jie Eun dan Jin Joo.
"Kau fikir kau berguna denga kondisimu itu!!! Alat kelaminmu bahkan sudah tidak berfungsi!!! Sebaiknya kau pergi dari sini daripada membuat Jin Joo semakin tertekan!!! Pergi!!!!"Jie Eun mengusir Tae Ha keluar dari ruangan itu.
Tae Ha yang tidak mau di permalukan lebih jauh lalu meninggalkan ruangan itu dan pergi entah kemana setelah menyakiti hati Jie Eun dan Jin Joo.
__ADS_1