
Jie Eun lalu menarik tangannya dari Sung Jae.
"O..ma..maaf Nuna.Tadi aku hanya panik saat melihatmu dengan tangan yang....."Sung Jae jadi serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Tidak apa apa.Terima kasih,tapi untuk selanjutnya aku bisa sendiri."Jie Eun membuat raut tegas yang seakan pertanda spasi atau jaga jarak.
Sung Jae akhirnya pulang,tidak lupa ia membawa makanan yang sudah Jie Eun siapkan tadi.
Di rumah,Sung Jae menyantap makanan itu sambil termenung."Selera makanku jadi hilang,tadi itu kan aku cuma bermaksud baik dan khawatir.Tapi kenapa matanya seperti takut saat melihatku..??"
Sung Jae terus bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Sementara Jie Eun."Sikapku tadi apa tidak menyinggungnya?Tapi,aku ini kan seorang wanita bersuami.Tidak sepantasnya aku seperti itu dengan pria lain seperti tadi."
Jie Eun yang polos malah salah mengartikan sikap baik Sung Jae yang menolongnya.Maklum saja,Jie Eun tidak pernah dekat dekat atau bergaul dengan pria jadi ia masih belum terbiasa dengan semua ini.
Jin Joo sudah pulang dari sekolah dan Jie Eun menyambutnya."Jin Joo,ayo makan."
"lihat,Aku sudah siapkan makanan."Jie Eun memamerkan susunan makanan yang sudah tertata di meja.
"Tidak kakak,aku ada urusan.Aku harus ke sebelah dulu."Jin Joo hanya menaruh tasnya lalu pergi ke rumah Sung Jae.
Ting Tong.....
Jin Joo sudah memencet bel rumah Sung Jae dan tidak lama pintu itu di buka oleh orang yang di harapkan Jin Joo.Senyum Jin Joo merona."Sung Jae.."
"Oh..Jin Joo ada apa??"Sung Jae agaknya heran melihat kedatangan Jin Joo.
"Tidak,aku hanya baru pulang sekolah dan ingin menanyakan sesuatu.."
"Apa itu???"
"Begini,em.....Apa kau sudah punya pacar??
"Aku benar benar harus tebal muka untuk bertanya seperti ini.Semoga jawabannya sesuai dengan harapanku.
Sung Jae kaget..."Kenapa memangnya kau ingin tahu?"
"Hanya ingin tahu saja.."Mata Jin Joo seakan mengelak dari tatapan Sung Jae yang menginterogasi...
"Aku masih sendiri.."Jawab Sung Jae datar.
"Benarkah?"Wajah Jin Joo berseri dan matanya berbinar mendengar hal itu...
Setelah mendapat jawaban,Jin Joo pulang dengan wajah yang berseri.
Di rumah,Jin Joo membaringkan diri di sofa sambil bersenandung.
Jie Eun lalu duduk di sofa juga di dekat Jin Joo.
"Jin Joo,kenapa kau sepertinya senang sekali??
"Ahh itu,anak tetangga sebelah.Dia masih sendiri alias belum punya pacar.Kakak,sepertinya aku jatuh cinta padanya."Jin Joo terlihat bahagia saat mengungkapkan perasannya.
"Eh,secepat itu???"Jie Eun tentu heran dan bingung.
__ADS_1
"Ini yang di sebut jatuh cinta pada pandangan pertama kak."Jawab Jin Joo yang hatinya sedang berbunga.
Hal ini membuat Jie Eun teringat kembali saat ia bersama Sung Jae tadi.
"Kakak,kenapa wajahmu tiba tiba memerah begitu??
Apa kau sakit?"Jin Joo heran saat memerhatikan wajah Jie Eun yang memerah.
"O...apa??Memerah??Aku hanya kurang enak badan saja."Jie Eun berkilah dan memberi alasan yang bukan sebenarnya.
Saat malam menjelang dan waktunya tidur Jie Eun terus saja mengingat hal yang terjadi padanya dengan Sung Jae tadi siang.Ia tidak bisa tidur lalu memutuskan bangun dan berjalan ke dapur.Jie Eun ingin meredakan tenggorokannya yang kering dan mencari minuman.
Jie Eun membuka kulkas dan mengambil air dingin lalu menuangkannya ke gelas dan meneguknya.
Setidaknya sekarang sudah lebih baik.Jie Eun melihat jendela dapurnya belum terkunci.Ia berjalan ke arah jendela itu.
Saat hendak menutupnya rupanya di seberang sana Sung Jae sedang berdiri didepan jendela.Sung Jae bahkan melihat Jie Eun sekarang.
"Nuna."Ucap Sung Jae saat melihat Jie Eun di seberang sana.
Sung Jae lalu mendekat ke jendela dan memegang kaca jendela itu dengan kedua tangannya seakan ingin berkata sesuatu.
Jie Eun melihat hal itu dari jauh."Bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan?"Jie Eun malah menutup jendela itu karena salah tingkah.
Hal itu membuat Sung Jae salah paham."Apa sekarang dia membeciku?"Sung Jae beraut panik dan cemas bersamaan.
"Kenapa aku malah seperti ini?Pria itu bahkan masih remaja dan bau kencur,kenapa aku harus salah tigkah."Jie Eun mengkoreksi sikapnya barusan dan mengomentarinya sendiri namun belum juga beranjak dari jendela itu.
Malam berlalu dengan fikiran yang kacau dan membuat Jie Eun tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Jin Joo kaget dan menganga saat Sung Jae masuk ke kelasnya sambil meperkenalkan diri."Apa aku sedang mimpi sekarang?"Jin Joo bahkan mencubit tangannya sendiri.
"Murid baru,ayo perkenalkan dirimu."Seru guru yang sedang mengajar dan mendapatkan murid pindahan baru di kelasnya.
"Baik semuanya,perkenalkan aku Yang Sung Jae.Senang bertemu dengan kalian.Semoga kita bisa berteman dengan baik."Sung Jae mengakhiri perkenalan itu dengan membungkuk.
Jin Joo girang bukan main.
Apa ini yang dinamakan jodoh?Aku sudah menjadi tetangganya dan sekarang menjadi teman sekelasnya.Pasti ini pertanda kalau kami benar benar berjodoh.Terlebih dia juga masih sendiri dan belum ada yang mengisi hatinya.
Sung Jae sempat menatap Jin Joo sekilas dan tersenyum.
Hal itu membuat teman sebangku Jin Joo menggoyangkan bahu Jin Joo dengan lengannya."Jin Joo,kenapa dia tersenyum denganmu saja?"
"Geum Ja,dia itu pria yang aku ceritakan,pria yang aku sukai sekaligus tetanggaku itu.Dan kau tahu,kemarin aku sudah bertanya langsung dan memastikan dia masih sendiri."Jin Joo tersenyum bahagia didepan teman sebangkunya itu.
Sung Jae duduk di bangku depan pojok kanan.Sepanjang pelajaran,Jin Joo tidak konsen belajar dan hanya menatap Sung Jae.
Saat jam istirahat tiba,Jin Joo menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Sung Jae.
"Sung Jae,"tiba tiba saja Jin Joo sudah berada di samping Sung Jae dan mengejutkannya.
"O..ada apa,kau????"Sayangnya Sung Jae lupa dengan nama anak tiri Jie Eun itu.Sehingga wajahnya heran dan bingung harus memanggil Jin Joo apa.
"Aku Jin Joo,Min Jin Joo.Tolong ingat itu ya."Jin Joo paham raut kebingungan Sung Jae dan kali ini memakluminya.
__ADS_1
Kelak saat kau jadi pacarku,kau akan mengingatku tiap hari dan mengukir namaku di hatimu.Ujar Jin Joo yang sedang kasmaran itu dalam hati.
Di rumahnya,Jie Eun sedang menelepon ibu angkatnya lagi untuk melepas itu.Tapi telepon itu terjeda karena panggilan dari suaminya.Sehingga Jie Eun menyudahi pembicaraannya dengan ibu angkatnya.
Jie Eun senang akhirnya sang suami mau meneleponnya.
"Hallo,oppa...
"Iya Jie Eun,bagaimana kabarmu?
"Aku baik baik saja.
Ternyata dia peduli padaku.Jie Eun senang karena ditanya kabar oleh Tae Ha.
"Kalau begitu,bisa tolong kirimkan dokumen yang ada di laci kamarku? Aku membutuhkannya saat ini.
"Tapi bagaimana...."
Belum sempat Jie Eun bertanya balik kabar suaminya telepon itu sudah dimatikan.Jie Eun terlihat sedih kembali.
"Ternyata dia menelepon karena membutuhkan dokumen saja."Raut Jie Eun seperti awan mendung.
Jie Eun tidak lebih dari jasa kurir untuk suaminya.Jie Eun tetap melaksanakan perintah suaminya itu.Jie Eun mengemas dokumen yang diminta dan pergi keluar untuk mengirimnya.
Karena tidak jauh,Jie Eun memutuskan jalan kaki.
Jie Eun melewati halte Bus dan melihat Sung Jae baru saja turun dari Bus itu dengan menggunakan seragam sekolah yang sama dengan Jin Joo.Tidak lama,Jin Joo menyusul dan berada di samping Sung Jae.
Jie Eun menghentikan langkahnya sambil tetap memegang dokumen di tangannya.
Jin Joo dan Sung Jae juga menatap Jie Eun yang ada dihadapannya.
Kenapa aku harus canggung,aku harus bisa mengkondisikan diri.Jie Eun mencoba meyakinkan dirinya.
Sung Jae terpaku melihat Jie Eun.Harus bagaimana aku menghadapimu Jie Eun?
"Kakak,mau kemana?"Tanya Jin Joo pada Jie Eun.
"Ini,tadi ayahmu memintaku mengirim dokumen,jadi aku pergi keluar untuk mengantarnya."Jie Eun hanya menatap Jin Joo dan tidak menatap Sung Jae walau sedikitpun."Aku permisi dulu,"Jie Eun berlalu begitu saja melintasi Jin Joo dan Sung Jae.
"Sung Jae,ayo pulang."Jin Joo menatap Sung Jae sambil tersenyum untuk lanjut berjalan.
Sung Jae lalu menghadap Jin Joo,"Kau pulanglah duluan,aku mau membeli sesuatu dulu."
Sung Jae lalu pergi dan berlalu dari hadapan Jin Joo.
"Tidak masalah,ini juga baru permulaan."Seru Jin Joo yang merelakan Sung Jae pergi.
Sung Jae berjalan secepat mungkin untuk mengejar Jie Eun.
"Itu dia,"Sung Jae melihat Jie Eun yang sudah tidak jauh dari pandangannya.Segera saja ia mendekat.
"Nuna."Sung Jae sudah berada di belakang Jie Eun.
Jie Eun menghentikan langkahnya karena mendengar suara yang tidak asing itu.Jie Eun lalu berbalik dan menatap Sung Jae yang ada di hadapannya.
__ADS_1