
Sung Jae menatap Jie Eun dengan tajam.
Sekarang kau tahu kan aku dan perasaanku ini sungguh sungguh Jie Eun.Kau lihat kan betapa dirimu membuat hidupku dan hari hariku seperti ini.Apa kau akan terus mengabaikanku dan membuatku menderita.Aku akan terus berulah hingga kau sadar betapa berartinya dirimu untukku.
Jie Eun serba salah dengan dirinya sendiri.Di ruangan itu untungnya para wali murid setuju untuk berdamai dan tidak mempermasalahkan hal ini lebih jauh.Orang tua Sung Jae banyak meminta maaf pada keluarga anak yang sudah di pukul oleh Sung Jae.
Jin Joo dan Sung Jae diminta beristirahat di rumah dulu untuk menenangkan diri.Jie Eun dan Jin Joo di beri tumpangan oleh orang tua Sung Jae.
Namun Jin Eun merasa risih disini.Saat orang tua Sung Jae mengisi kursi depan.Di kursi belakang,Jie Eun terhimpit duduk di antara Sung Jae di kiri dan Jin Joo di kanan.Tubuh Jie Eun dan Sung Jae bahkan bersentuhan.
Sung Jae bisa mencium aroma shampo Jie Eun yang wangi.Lengannya juga terkadang bersentuhan dengan kulit lengan Jie Eun yang halus.
Kau benar benar memabukkan Jie Eun.Bahkan duduk di sampingmu seperti ini sudah membuatku berdebar tidak karuan.
Ayah Sung Jae sedang terlibat pembicaraan di telepon genggamnya.Sepertinya membahas masalah pekerjaan.Ia lalu tidak konsen menyetir dan tidak melihat rambu lalu lintas lalu tanpa sengaja menerobos lampu merah.
Tepat di depannya ada mobil yang ingin berbelok dan mobil ayah Sung Jae hampir menabraknya.
"Sayang,awasss!!!!"Teriak ibu Sung Jae dengan paniknya.
Ayah Sung Jae segera banting setir.Dan penumpang di belakang terhempas kuat.
Karena banting setir ke sebelah kiri maka Jie Eun yang tidak memakai sabuk pengaman lalu terhempas ke pelukan Sung Jae.Sung Jae menahan tubuh Jie Eun dengan kuat agar tidak terbentur dan mengorbankan lengannya.
Jie Eun terpejam dan Sung Jae mengernyit menahan sakit.Setelah mobil terhenti,Jie Eun memandang Sung Jae.
"Kau tidak apa apa?"Jie Eun panik melihat Sung Jae yang bahunya kesakitan.
Jin Joo yang di sebelah Jie Eun juga ikut panik namun ia juga iri karena malah Jie Eun yang tadi selamatkan Sung Jae.Jin Joo melirik Jie Eun sedikit kesal.
Karena ini sebuah kecelakaan,Polisi dan ambulance lekas datang.Ayah Sung Jae sedang memberi keterangan pada pihak berwajib di tempat dan tetap akan dikenai pasal karena sudah menerobos rambu lalu lintas.
Jie Eun,Jin Joo dan ibu Sung Jae ikut naik ke ambulance menemani Sung Jae.Cidera bahu Sung Jae sepertinya cukup serius karena raut wajah Sung Jae terus saja kesakitan.
Jie Eun sangat khawatir dan bahkan hampir menangis.Sung Jae melihat hal itu.Di balik musibah yang menimpanya,ada berkah yang menghampirinya.
Ternyata Jie Eun mencemaskanku dan khawatir padaku.Itu berarti dia peduli padaku.
Sung Jae di larikan ke sebuah rumah sakit dan harus di rawat inap.Bahunya sepertinya mengalami retak setelah benturan keras tadi.Untuk sementara bahu Kiri Sung Jae harus di perban terlebih dulu hingga ke lengan.
Sung Jae sudah memakai baju pasien di ruang perawatan VIP.Jie Eun,Jin Joo dan ibu Sung Jae masih berada di ruangan itu.
__ADS_1
"Sudahlah,aku tidak apa apa.Kalian tidak perlu panik seperti itu."Sung Jae berusaha menghibur wanita wanita yang sedih dan mencemaskannya itu.
"Kau tidak usah sekolah dulu Sung Jae.Besok aku akan beritahu guru di sekolah."Jin Joo menyarankan demikian karena melihat cidera yang di alami Sung Jae.
"Iya Jin Joo terima kasih."Sung Jae tersenyum pada Jin Joo dan hal itu membuat Jin Joo sangat senang.Untuk pertama kalinya Sung Jae berterima kasih padanya dan tersenyum.
Jie Eun menyilangkan jari telunjuknya dan menunduk."Maaf,ini semua karena aku.Karena kau menahanku tadi,kau malah yang terbaring disini sekarang.Aku sungguh minta maaf."
"Tidak Nuna,aku tidak apa apa.Jangan khawatir."Sung Jae tersenyum ringan seolah tidak terjadi apa apa padanya.
"Iya Jie Eun,ini bukan salahmu.Tidak ada yang menduga kecelakaan ini terjadi."Ibu Sung Jae juga mencoba mengeluarkan Jie Eun dari rasa bersalah."Sepertinya acara membuat kue kita harus batal hari minggu nanti."
"Iya bibi,tapi kapanpun kau ingin belajar membuat kue bersama, aku akan datang."Jie Eun agaknya merasa tidak enak karena tetap merasa ini semua salahnya atas hal buruk yang menimpa putera tetangganya itu.
"Iya Jie Eun,kalau Sung Jae sudah keluar dari rumah sakit kita bisa merencanakan ulang lagi ya untuk acara membuat kuenya."Ibu Sung Jae sangat ramah dan pengertian.
Jin Joo menatap Jie Eun dan ibu Sung Jae.Sejak kapan mereka akrab begitu?A....kalau seperti ini mungkin saja kelak mereka bisa berbesan.Jin Joo malah tertawa sendiri karena khalayannya yang bukan bukan.
"Tapi ada yang membuatku cemas,tidak ada yang merawat Sung Jae.Aku harus bekerja dan banyak jadwal sidang.Siapa yang bisa menjaga Sung Jae,aku hanya bisa pulang malam dan saat siang hari tidak ada yang menjaga Sung Jae."Ibu Sung Jae resah memikirkan tidak ada yang menjaga puteranya.
Jin Joo juga pasti tidak bisa karena harus sekolah.
Jie Eun melihat hanya dirinya yang disini tidak punya kesibukan lalu menawarkan diri.
Sung Jae juga bangun dan menatap dengan serius.
"Apa tidak apa apa?"Ibu Sung Jae terlihat masih sungkan karena terdengar merepotkan Jie Eun.
"Tidak apa apa,lagi pula aku hanya di rumah.Jin Joo juga pulang malam.Aku akan kesini setelah beres beres dan memasak di rumah.Jika kalian sudah pulang,aku juga bisa kembali ke rumah.Lagi pula,Sung Jae cidera karena melindungiku tadi.Jadi aku harus balas budi untuk hal itu."
Ibu Sung Jae berfikir itu tidak buruk.Jin Joo juga tidak masalah karena ini juga bisa menjadi alasan saat ia menjenguk Sung Jae.
Kalau Sung Jae,ia sudah girang bukan kepalang dan bersorak sorai dalam hati karena tahu Jie Eun akan menjaganya."Wohooooooooo"Seperti itulah teriakan Jie Eun dalam hati.
Sung Jae tidak sabar menunggu malam berlalu dan menanti kedatangan Jie Eun esok hari.
Hari yang dinanti Sung Jae tiba.Jie Eun sudah berberes rumah pagi pagi sekali.Tidak lupa Jie Eun juga memasak untuk Jin Joo dan untuk Sung Jae.Setelah itu,Jie Eun segera ke rumah sakit.
Jie Eun menghembuskan nafas di depan pintu kamar ruangan Sung Jae di rawat.Setelah itu,ia menggeser pintu itu dan masuk.
"Nuna."Panggil Sung Jae dengan rona bahagia.
__ADS_1
Jie Eun mendekat dan menaruh rantang berisikan makanan itu di atas meja di samping tempat tidur Sung Jae.
Sung Jae tidak sabaran dan langsung menarik tangan Jie Eun sehingga Jie Eun duduk di tepi kasur Sung Jae.
Jie Eun kaget dan berdebar kembali.
Tenangkan dirimu Jie Eun.Tenang tenang.Jie Eun menenangkan dirinya dalam hati.
Ada yang aneh dengan Sung Jae."Sung Jae,kenapa matamu berkantung begitu?"
"Oh ini."Sung Jae menunjuk matanya."Ini semua karena aku tidak tidur semalaman.Aku tidak sabar menunggu pagi dan bertemu denganmu."Jawab Sung Jae jujur.
Jie Eun terdiam dan menatap sayu.Ia lalu memutuskan bertanya untuk menyelesaikan semua ini."Sung Jae,sebenarnya ada apa denganmu?Kenapa dengan semua sikapmu padaku?"
"Nuna,apa kau tidak mengerti juga?"Sung Jae bicara dengan serius.
Jie Eun menggeleng polos.
"Aku menyukaimu."
Slappp.Jantung Jie Eun seperti berhenti terpompa mendengar Sung Jae yang menyatakan perasaan padanya.
Sung Jae lalu berbicara dengan nada yang lembut."Nuna aku minta maaf atas semua kesalah pahaman,caraku yang kasar,juga perlakuanku yang tidak baik padamu."Sung Jae lalu meraih satu tangan Jie Eun dan menggenggamnya."Tapi aku benar benar tidak bisa mengingkari perasaanku yang sangat mencintaimu.
"Tapi bagaimana bisa Sung Jae?Kau tahu sendiri kan statusku ini apa?"Jie Eun mulai berlinang air mata.
Sung Jae menyapu aie mata Jie Eun dengan jarinya."Jangan menangis,jika kau bersedih aku akan lebih tersakiti.
"Sung Jae,kita tidak pernah menghabiskan banyak waktu bersama.Kau juga tidak tahu banyak tentangku.Kenapa semudah itu kau menyatakan perasaanmu?Aku tahu kau masih sangat muda dan labil,tapi tolong,semua yang kau lakukan membuatku berdebar dan juga terganggung.Aku merasa berdosa disaat aku sudah memiliki suami tapi aku juga tidak memungkiri diriku yang teralihkan padamu."Jie Eun menumpahkan semua yang ia rasakan dengan jujur.
Sung Jae tersentuh dan bergam perasaan memenuhu hatinya sekarang.Ternyata Jie Eun juga merasakan hal yang sama dan ia hanya menyembunyikannya selama ini.Perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan seperti dugaannku.
"Sung Jae lalu meraih kepala Jie Eun dan merangkulnya dalam pelukannya."Nuna,cinta terkadang tidak membutuhkan alasan pasti,tidak harus saling bertemu atau menghabiskan waktu bersama.Cukup saat hatimu berdebar saat melihatnya,bahagia saat bisa membuatnya tersenyum dan berbagi kesedihan saat orang yang kau cintai menderita.Cukup seperti itu nuna."Sung Jae mengelus lembut rambut belakang Jie Eun.
Jie Eun baru kali ini merasakan pelukan hangat seorang pria yang membuatnya merasa aman dan tenang.Jie Eun meresapi dekapan itu dan bahkan tidak ingin melepaskannya.Ada rasa hangat,tentram dan damai yang ia rasakan saat ini.
Sung Jae mulai mengendurkan pelukannya.Sung Jae lalu saling bertatapan dengan Jie Eun dengan jarak yang kurang dari sejengkal.Nafas Jie Eun yang terhembus bahkan bisa di rasakan oleh Sung Jae.
Sung Jae terbius momen itu lalu perlahan menambatkan bibirnya pada Jie Eun.Jie Eun terpejam dan meresapi ciuman itu.Ia mengepalkan tangannya dan menegang.Namun tangan sung Jae mengelus lengannya dan membuat Jie Eun perlahan rileks.
Sung Jae juga menyesap lembut bibir Jie Eun yang waktu itu ia cium paksa.Jie Eun mulai menyambut bibir Sung Jae yang juga ingin di sentuh.Hingga akhirnya Jie Eun terbawa dan juga ******* bibir Sung Jae yang lebih muda darinya itu.
__ADS_1
Jie Eun merasa lepas dan melayang bagai di nirwana.Hingga malam harinya ia tidak bisa tidur sambil memegang bibirnya mengingat kejadian siang tadi bersama Sung Jae.