
Esok harinya saat Jie Eun masih sendiri di rumah.
Ia melihat dari kaca jendela.Sebuah mobil putih bertengger di rumah kosong yang tepat di samping rumahnya itu.
"O..Apa mereka penghuni baru rumah sebelah??"Jie Eun langsung tersenyum bahagia karena memiliki tetangga baru.
Di samping itu,rumah sebelah Jie Eun yang sudah lama kosong itu memang telah di huni oleh pemilik baru.Pemilik barunya adalah sepasang suami isteri yang berprofesi sebagai pengacara juga seorang anak laki lakinya yang masih pelajar SMA berusia 19 tahun.Pasangan suami isteri serta anaknya itu keluar dari mobil.
"Sayang,rumah yang bagus...Aku suka dengan pilihanmu."
"Tentu saja isteriku.Sung Jae,bagaimana menurutmu pilihan ayah??Selera ayah bagus kan??"
"Hem,boleh juga.Aku suka.."Jawab putera tunggal keluarga itu.
Satu keluarga baru itu menyukai rumah baru mereka.
Di rumah,Jie Eun baru saja selesai memanggan kue.Ia ingin membanginya pada tetangga barunya sekalian menyapa.
Jie Eun menaruhnya di tempat yang bagus dan menghiasi kue itu dengan buah cherry.Ia lalu bergegas bertandang ke rumah tetangganya.
"Ting Tong."Jie Eun sudah memencet bel rumah tetangganhya.
Di dalam rumah...
"Sung Jae,tolong bukakan pintu..Ibu sedang berkemas sebentar."
"Iya ibu...."Sung Jae yang membukakan pintu sementara ibu dan ayahnya sedang berkemas.Saat ia membuka pintu,Sung Jae terpesona melihat seorang wanita cantik yang membawa kue di depan pintu rumahnya itu.
"Permisi,aku tetangga di sebelah rumah kalian.Aku ingin menyapa dan memberikan kue ini."Seru Jie Eun yang berdiri di depan pintu dengan tangan memegang kue itu.
Sung Jae masih terdiam karena melihat wanita secantik Jie Eun.
Jie Eun juga jadi canggung..'Ada apa dengannyaKenapa dia tidak menjawabku?Apa anak pemilik rumah ini tidak beres otaknya??'
Untung saja,ibu Jie Eun segera keluar.Ibunya aneh melihat puteranya yang mematung."Ada apa Sung Jae??"Sang ibu lalu melihat ke arah Jie Eun.
Jie Eun langsung memperkenalkan diri.."Halo bibi,aku tetangga sebelah.Aku hanya ingin menyapa dan memberi ini."
Jie Eun memberi kue pada wanita itu.
__ADS_1
Wanita itu langsung menyambutnya."O...terima kasih banyak.Tapi kami belum punya apa apa untuk membalasmu.
"Tidak bibik,tidak usah membalas.Aku mengerti kalian pasti sibuk karena baru pindahan."Seru Jie Eun yang memang tidak mengharapkan imbalan.
"Em kau ini yang di sebelah rumah kami???"Tanya ibu Sung Jae.
"Iya benar bibik,aku isteri dari pemilik rumah sebelah."
Sung Jae langsung tersentak dan sadar kembali.
Ia spontan bicara."Kau sudah menikah???"
Ji Eun menatap Sung Jae dan mengangguk.
Sung Jae tiba tiba kecewa berat.'Dia sudah menikah rupanya.'
Jie Eun pamit pergi setelah memberi kue itu dan berbincang sebentar.
Ibu Sung Jae sangat senang menerima kue dari Jie Eun.Ia juga memberi tahu suaminya soal Jie Eun tadi.
Tapi yang nestapa di sini adalah Sung Jae.
Malam harinya,Sung Jae ingin keluar sambil berjalan kaki untuk ke toko kelontong membeli minuman ringan.Sung Jae menggunakan sepedanya.Saat baru keluar dari pagar rumahnya ia tidak sengaja menabrak Jin Joo yang bermain ponsel dan tidak melihat jalan.Alhasil,Jin Joo dan Sung Jae sama sama terjatuh.
"Aiishhhh...."Jin Joo hendak marah tapi saat melihat Sung Jae yang sangat tampan dengan hoody abu abu itu,Jin Joo jadi meleleh.."
Sung Jae juga kelihatannya kesakitan..Tapi ia tetap bertanya pada Jin Joo."Kau baik baik saja???"
Jin Joo lalu memikirkan sebuah cara.Ia lalu pura pura sakit dan terkilir."Arghh..kakiku..kakiku sepertinya terkilir..Sakit sekali..."
Sung Jae khawatir dan memeriksa kaki Jin Joo.Jin Joo pura pura menjerit kesakitan walau sebenarnya tidak sakit.
"A...A...sakit..sakit sekali.."Jerit Jin Joo pura pura sakit.
Wajah Sung Jae nampak khawatir..."Apa kau bisa bangun??"
Jin Joo menggeleng dan membuat raut seperti memelas.Mau tidak mau,Sung Jae memapahnya dan membantunya berdiri.Dalam hati Jin Joo bersorak sorai.Assa,pria ini boleh juga..Dia juga sangat tampan..Aku juga baru putus cinta dari Jun Sung sialan itu.Pria ini akan aku buat masuk dalam jerat cintaku.
Tpi Sung Jae kaget saat tahu ia serumah dengan Jie Eun.
__ADS_1
Jie Eun membuka pintu dan kaget melihat Jin Joo yang di papah."Jin Joo,apa yang terjadi padamu??"
"Kak Jie Eun......"Panggil Jin Joo pada Jie Eun
Sung Jae kaget kembali.Kakak??.Apa mereka kakak adik?Tapi kenapa tidak mirip?..
Sung Jae menyimpan tanya lagi tentang Jie Eun.Jie Eun juga segan karena bertemu lagi dengan Sung Jae.
Jin Joo dan Sung Jae sedang berada di ruang tamu sementara Jie Eun mengambil kotak obat.Karena penasaran dan Jie Eun juga tidak ada,Sung Jae memutuskan bertanya."Bukankah dia isteri pemilik rumah ini?"
Jin Joo meladeni pertanyaan Sung Jae."Iya,dia isteri dari ayahku.."
Sung Jae semakin heran."Lalu kenapa kau memanggilnya kakak??"
"Hem,dia itu usianya baru 22 tahun.Akan aneh kalau aku memanggilnya ibu,jadi aku sepakat dengannya untuk memanggilnya kakak saja."
Sung Jae terdiam.22 tahun?Dia muda sekali..
Kenapa mau menikah dengan pria yang sudah punya anak yang sepertinya seusia denganku???
Ji Joo dan mulut besarnya menjawab pertanyaan di hati Sung Jae,tanpa perlu Sung Jae bertanya lebih dahulu."Ayahku itu seorang politikus.Dia sengaja menikahi gadis yatim piatu itu agar mendapat banyak suara.Dia sama sekali tidak mencintai Jie Eun.Jie Eun juga tidak mencintai ayahku,dia mau menikah dengan ayahku karena ayahku berjanji akan memajukan dan mensejahterakan panti asuhan tempatnya tinggal dulu jika mau menikah dengannya.Ayahku bahkan belum menyentuhnya sejak pernikahan mereka.Aku tidak sengaja menguping pembicaraan mereka saat melewati kamar mereka di malam pengantin mereka.Ayahku bercerita kalau ia impotant,sudah melakukan kb pria sehingga ia tidak memiliki hasrat lagi dan tidak bisa memeberi Jie Eun keturunan.Ayahku juga belum mendaftarkan pernikahan mereka sehingga secara hukum mereka tidak sah.Ayahku hanya ingin memperalat Jie Eun saja.Baru sehari menikah,ayahku sudah meninggalkannya untuk dinas ke pulau Jeju selama 8 bulan lamanya.Tapi Jie Eun tidak rugi,ayahku memberinya banyak uang juga kartu kredit.Sebagai isteri ia tidak perlu melakukan tugas tugasnya untuk melayani suami.Tapi setidaknya aku tidak kesepian di rumah lagi semenjak ada dia."
Sung Jae langsung syok.Bagaimana mungkin gadis secantik itu memiliki hidup yang begitu suram.Jadi namanya Jie Eun..Nama yang sangat indah,tapi tidak seindah hidupnya yang menyedihkan.
Jie Eun sudah datang membawa kotak obat.Ia mengobati Jin Joo terlebih dahulu.Sung Jae hanya terus memerhatikan Jie Eun dah terus merasa iba seiba ibanya.
Selesai mengobati luka lecet Jin Joo yang tidak seberapa.
Jie Eun lalu melihat telapak tangan Sung Jae yang sepertinya terluka juga."Maaf,tanganmu terluka.Apa mau aku sekalian obati??"
Sung Jae mengangguk dan tersenyum."Iya,kalau tidak merepotkan."
Jie Eun perlahan mengobati luka Sung Jae.Sung Jae menatap Jie Eun dengan seksama.Dengan tatapan yang sangat dalam.
Di seberang kursi,Jin Joo memandang Sung Jae.Pria tampan,aku pasti akan mendapatkamu.
Tunggu saja...
Sepulangnya Sung Jae.Jie Eun ingin menelepon suaminya namun Tae Ha hanya menolak panggilan saat melihat layar di ponselnya menunjukkan nama Jie Eun.Jie Eun hanya bisa semakin berkecil hati..Em,mungkin suamiku sedang sibuk...
__ADS_1