
Biduk rumah tangga yang Sudah terjalin 3 tahun kini sudah di ambang kehancuran .
Masa masa kehamilan Icha lalui dengan penuh kepahitan ,Ia harus berjuang seorang diri di tanah rantau tanpa sosok suami yang menjadi sandaran .
Hanya kepada ke dua orang tua dan sang khaliq Icha mengadukan semua keluh kesah dan penderitaan hidupnya .
Namun Icha belum berani mengungkapkan yang sebenarnya terjadi terhadap orang tuanya ,Icha hanya memberitahukan kalau kondisi rumah tangga nya sedang ada konflik ,Icha tidak mau menyakiti perasaan orang tua yang sudah memberikan kepercayaan anak sulungnya kepada Edo sang menantu .
Dengan doa dan dukungan orang tua serta kehadiran buah hati nya yang membuat Icha kuat melewati masa kelam dalam hidup nya .
Tak sedikit pula teman teman Icha yang selalu menemani dan menyemangati agar bangkit dari keterpurukan .
Kini usia kehamilan Icha memasuki 30 minggu ,Icha pun sudah mengurus pengajuan cuti untuk persiapan persalinannya.
Dan ia sudah bersiap untuk pulang ke kampung halaman yang sudah Icha tinggalkan 3 tahun silam .
Sakit dan trauma akan perlakuan Edo selalu Membekas di hati Icha , Tiap bait kata kata yang Edo Lontarkan satupun tak ada yang icha lupakan .Tragis dan Ironis begitulahh kata yang tepat.
Impian mereka untuk membangun dan memiliki Hunian idaman juga sirna ,Padahal material sudah siap 80% persen dan rencana akan di bangun Di lahan peninggalan alm kakek nenek Icha .
"Melamun saja ,Udah Gak usah banyak pikiran ,kasian tuh dedek bayinya pasti ikutan sedih di dalam "
__ADS_1
"Echh Mbak Ana ,mengagetkan saja "
"Dari tadi kamu udah tak panggil panggil untuk makan siang ,tapi kamu nya malah melamun"
"Mikirin apa sihh ,crita dong sama mbak " jangan di pendem sendiri entar jadi bisul lohhh " celetuk mbak ana untuk menghibur sabahat nya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri .
"Embbbb gak ada kok mbakk ,hanya kangen rumah ,gak sabar pengen ketemu bapak ,ibuk dan adek "
Sambil mengelus punggung Icha mbak Ana berusaha menguatkan sahabatnya .Ana tau kalau sahabatnya itu tidak baik baik saja ,semenjak kehamilannya Icha berubah menjadi pribadi yang pendiam dan suka menyendiri .Namun teman teman nya tak pernah meninggalkan Icha yang sedang berbadan dua..
"Kapan kamu balik kampung Cha ? Kamu jadi naik kapal laut " ,Mbak gak tega kalau kamu harus pulang sendiri dengan kondisi seperti ini " ,
"Iya mbakk ,soalnya aku takut naik pesawat ,lagian kondisi yang sudah hamil tua mana bisa naik pesawat " imbuhnya
*******
Dari semalam dengan di bantu Mbk Ana Icha sibuk menata barang barang yang hendak di bawa pulang,
Icha tak membawa banyak barang ,hanya beberapa baju hamil yang akan ia kenakan selama perjalanan yang akan di tempuh !seminggu lewat jalur laut .
"Ini 1 karton sudah mbak isi Bantal ,Selimut , sandal dan obat obat an ,Karton 1 nya camilan dan kue kering buat di makan di kapal ",
__ADS_1
"Makasih banyak mbakk ,sudah repot repot menyiapkan semuanya buat aku " ,
"Gak usah bilang begitu ,kita kan di sini semua saudara satu keluarga jadi gak usah gak enak itu"
Pukul 15.00 sore rombongan Icha tiba di pelabuhan ,riuh calon penumpang kapal berlalu lalang membuat kepala Icha mendadak pusing dan muaL ,
Icha di antar beberapa teman teman kerjanya ,, jadi tak ada beban saat menaiki anak tangga kapal karena barang bawaan yang berjumlah beberapa karton sudah di angkut naik memasuki kapal oleh teman temanya .Rasa haru ,dan tangis pecah mengantar kepergian Icha ,hanya syukur dan terima kasih yang bisa ucapkan atas kebaikan teman teman nya .
"Kita doakan selamat sampai tujuan ,tidak ada halangan dan kamu sampai dengan selamat di kampung halaman " , jangan lupa sering sering beri kabar agar kita tak khawatir " ,kita tunggu kedatanganmu kembali Icha .
Begitulah kira kira pesan dan ucapan temen temen Icha ,hingga kapal yang akan membawa Icha berlayar membunyikan peluit nya.
*******
Di sisi Lain Edo yang sedang kacau tampak mengepal tangan nya ,rahangnya juga sudah mengeras berusaha menahan emosi karena kabar kepulangan Icha ke kampung halaman.,
"Istri durhaka ,beraninya kamu pulang tanpa seijin ku "!!!
Deru nafas Edo tak ber aturan karena terbakar emosi ,
"Ngapain juga aku kesal ,tak ada guna juga ,lagian aku juga sudah tak sudi untuk hidup bersamanya ,kalau dia berani ngadu macem macem akan ku buak aib nya yang sudah berzin* di belakangku ,tapi setidaknya hargai aku yang masih berstatus suami "
__ADS_1
Edo yang dari tadi mengoceh tak jelas membuat teman teman nya yang mendengar bergidik ngeri ,, mungkin di kira sudah gak waraa karena marah marah dan mengomel sendiri .