
"Pokok nya Ibu gak mau tahu ,bapak harus berusaha dan mencari cara agar Bu Yanti dan Pak Yono mau menerima kita kembali dan mengijinkan kita menemui cucu kita , andai waktu itu kita tidak langsung percaya dan termakan omongan Edo mungkin sekarang ibu sudah bisa menimang cucu ku "
Rengek Bu Yeni yang uring uring terhadap Pak Irwan ,,,
"Sudah bu ,ibu yang tenang ,nanti Bapak akan coba bicara kembali dengan Pak Yono ,siapa tau beliau berubah pikiran dan menerima kedatangan kita dengan tangan terbuka ",coba sekarang ibu hubungi Icha ,siapa tau hati Icha luluh dan mengijinkan kita untuk menemui cucu kita kalau ibu yang bicara ",
"Benar juga kata bapak ,sini ponsel ibu pak " ,
Tuttttttt tuttttt tuttttt
Dengan wajah lesu Bu Yeni hanya menggeleng kepala ,
"Tidak di angkat pak , Maafin ibu ya nak ,ibu sudah banyak salah sama kamu dan anakmu " gumam Bu Yeni
"Sabar bukk ,, barang kali Icha lagi sibuk makanya tidak mengangkat telpon ibuk ",ibu berfikir yang positif saja.
Ucap Pak Irwan sambil mengusap punggung istrinya berusaha menenangkan.
*******
Selesai sholat Isya icha berbaring di ranjang nya ,
"Hhhhhh ,hari ini sungguh melelah kan , belum lagi di tambah Mas Edo yang tiba tiba datang menambah suasani hati ku menjadi buruk saja " sungut Icha yang terlihat kesal .
__ADS_1
icha menyambar gawai yang di taruh di bawah bantal. ,,
Mata Icha terbelalak kala melihat siapa orang yang baru saja menghubungi nya ,bagaimana tidak sudah hampir setahun keluarga mereka memutus silaturahmi dengan Icha dan Orang tua Icha yang tidak tahu apa apa .
"hahhhh ,ibunya Mas Edo ,ngapain kok tiba tiba menelpon .gak ada angin gak ada hujan tiba tiba muncul kek jelangkung ",dasar keluarga aneh ,gak anak gak ibu kok sama saja ,celetuk Icha .
Icha yang sudah enggan berhubungan dengan keluarga Edo berusaha mengabaikan panggilan tersebut ,namun dalam hati ia merasa tak enak ,biar gimana pun mereka masih ber status mertuwa ,orang tua dari sosok laki laki yang pernah Icha cintai ..
Setelah obrolan selesaiii ,,Icha merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah setelah seharian bekerja , sambil melihat langit langit kamar pikiran Icha berkelana dengan mengingat obrolan antara menantu dan mertuwa tersebut ,
"hmmmm sudah ku duga ,pasti menelpon ku karena ada mau nya , heran sama keluarga mereka ,lha dulu dulu pada kemana di saat aku bener bener terpuruk tak ada satu pun yang nongol dan peduli ",dasar keluarga aneh ,
Drttttt drttttt drtttt
Icha melirik lagi gawai nya ,,
Bu Yanti masih heran tak percaya ,orang orang yang dulu membuang putri dan cucu nya kini berbanding terbalik ,, bahkan tak ada rasa canggung mereka merendahkan harga diri nya untuk memohon maaf kepada putri nya itu. Sebagai seorang ibu ,Bu Yanti berusaha bersikap bijak dan menasehati agar putri nya tidak salah mengambil langkah dan kepitusan yang kelak akan membawa nya ke jurang penyesalan .
******
" Kalau begini terus saya tidak bisa lagi mentolelir kamu Edo ,masih banyak orang orang di luar sana yang mau bekerja di perusahaan kita .Kinerja kamu semakin hari semakin buruk , bisa rugi perusahaab kalau kamu begini terus ,bahkan kamu dengan sesuka hati mu tak masuk kerja tanpa meminta ijin,apa kamu pikir ini perusahaan milik nenek moyang kamu !! ".
Suara laki laki paruh baya yang menggema di sisi ruangan tampak meluapkan amarah dan kekesalan terhadap seseorang yang duduk menunduk di depan nya ,
__ADS_1
bahkan tak segan segan menggebrak meja untuk meluapkan amarah nya , Sosok yang kena semprot dari atasan tersebut tak lain adalah Edo .
Edo yang akhir akhir ini bekerja asal asal an dan semau nya membuat emosi sang atasan meluap.
"Ini kesempatan yang terakhir buat kamu ,kalau kamu masih berulah lagi siap siap kamu angkat kaki dan pulang kampung ,sekali enyah dari hadapanku dan kembali bekerja ",,
Edo hanya diam tak berkutik ,keringat dingin mulai membasahi kening nya ,ua menyadari kesalahan nya bisa berakibat fatal.kalau sampai di depak dari perusahaan sudah pasti Edo gigit jari dan bingung mau mencari kerja apa dan di mana .
Edo hanya mendenguss setelah keluar dari ruangan yang membuat suasana panas dan sesak di dada.
******
Sore yang cerah menemani pasangan suami istri yang tengah bercengkrama dengan cucu kesayangan di teras rumah , tempat favorit begi keluarga itu adalah di teras rumah ,selain bisa menyatu dengan alam,tanaman bunga bunga indah menghiasi plataran rumah mereka sehingga menambah keindahan dan ke asrian siapapun yang memandang .
"kalau Icha berkata begitu kita bisa apa buk , lagian benar juga kata Icha ,mau di pisah sekeras apapun namanya ikatan darah tak akan pernah putus " , tukas Pak Yono menanggapi kalimat sang istri .
Bu Yanti menceritakan semua obrolan dengan anak sulungnya kepada Pak Yono ,
Icha meminta sang Ibu untuk mengijinkan apabila keluarga Edo terutama mertuwa nya untuk menjenguk dan menemui Brillian.
Tapi hanya menjenguk saja ,tidak untuk di bawa pergi dengan alasan apapun .
"Apa mungkin Icha dan Edo bisa rujuk kembali pak? ",
__ADS_1
"Untuk masalah itu kita serahkan saja sama anak kita buk ,meski bapak berat hatii kalau mengingat perlakuan Edo terhadap putri kita ,kita doakan saja yang terbaik buat mereka ,karena perceraian sendiri juga sangat di benci sama Allah ,,
"Iya pak ,sebenarnya Ibu juga gak rela kalau putri kita rujuk sama Edo yang mempunyai temprament itu , kita saja sebagai orang tua yanh sudah merawat dan membesar kan nya sekali pun belum pernah kasar apa lagi main tangan ,karena anak itu titipan dan anugrah dari Tuhan yang harus kita jaga dan kita sayangi " ,