
"Maafkan Ayah Nak ,Sudah menelantarkan kamu ,bahkan sudah kejam membuangmu "
Edo yang terisak isak sambil menatap potret anaknya di balik layar gawai ,
Penyesalan yang begitu dalam memberikan kesakitan yang begitu menyiksa batin.
Menyesal pun tak ada guna karena waktu tak akan bisa di putar kembali lagi .
"Andai waktu itu Mas tidak terbakar api cemburu dan emosi pasti sekarang kita sudah bahagia dengan keluarga kecil kita dek,tertawa bersama ,membangun rumah impian kita " ,,
"Apa sudah tidak ada pintu maaf sedikitpun buat Mas ??? ,kamu sekarang lagi apa anakku sayang "??
Edo yang sembari tadi mengoceh sendiri karena merutuki kebodohannya di masa lalu seakan tak menghiraukan ada sepasang mata yang mengawasi nya dengan penuh kemarahan ,siapa lagi kalau bukan Rina .Dalang di balik kehancuran rumah tangga Edo .
"Dasar laki laki bod*h ,dung* , susah payah aku memisahkan kalian tapi yang ku dapat hanya sia sia belaka"gerutu Rina karena cintanya tak pernah terbalas .
Tangisan Edo terhenti seiring suara dering gawai ,,
"Ibu memanggil " Lirih Edo
Tanpa sepatah katapun Edo hanya terdiam membisu mengengar ocehan sang Ibunda . Bu Yeni nampak melampiaskan amarah kepada anak bungsunya lantaran sudah memfitnah cucu dan menantu.Di tambah Bu Yeni tidak bisa menimang dan melihat cucu yang sudah lama di idamkan dari putra sulungnya itu ,,
Edo hanya menghela nafas dan ucapkan maaf sebelum obrolan telepon di akhiri .Kemarahan Bu Yeni menambah beban dan penyesalan terhadap Edo .
Kondisi Edo semakin memprihatinkan , tak ada lagi senyum keceriaan yang menghiasi bibir dan raut wajah Edo , setiap hari terlihat uring uring an tak jelas ,bahkan semakin kesini Edo tak bisa bersifat profesional dalam pekerjaan .Teguran dan peringatan juga sudah di layangkan dari atasan .Namun Edo sama sekali tak mengindahkan teguran dan peringatan yang di terimanya , suasana hati yang kalut dan kacau tak bisa membuat Edo berfikir jernih lagi .Bahkan Edo tak peduli jika karier dan kerja keras nya yang selama ia bangun susah payah dan ia perjuangkan akan hancur sia sia dalam sekejap.Di benaknya hanya terlintas sosok Icha dan Brillian .Rasa berdosa dan penyesalaan yang mendalam semakin menghukum dan mnyiksa batin dan pikiran Edo .
******
"Dari tadi kok diam saja Cha ,apa kamu gak nyaman makan berdua seperti ini "??
Icha yang sedari tadi bengong dan melamum tak menghiraukan ucapan Roni ,bahkan makananya pun cuma di aduk aduk saja , pikiran Icha berkelana entah kemana ,ia masih kepikiran akan kata kata sang Ibu soal kedatangan mertuanya dan meminta agar rujuk kembali dengan Edo .
"Cha ,,hallo " panggil Roni sambil melambaikan tangannya di depan muka Icha
"Ochhhh ,embbbb iyaa ada Apa Ron ", jawab Icha gelagapan .
__ADS_1
"Dari tadi kamu di ajak bengok sama sekali tak menyahut ,, jangan kebanyakan bengong entar kesambet Lohhh " goda Roni
"Embhhh aku gak apa apa kok " tadi kamu nanya apa "???
"Kamu banyak diam dari tadi ,,apa kamu gak nyaman aku ajak makan berdua seperti ini " ucap Roni mengulangi pertanyaaan nya .
"owhhh enggak kok ,kan kita juga sudah biasa makan bareng "
Roni yang agak salting membuat suasana menjadi canggung , Namun berbeda dengan Icha yang hanya menganggap Roni sebagai teman dan partner kerja ,gak lebih .
Waktu begitu cepat berlalu ,dan mengharus kan mereka kembali bekerja .
*****
Seorang Pria sedang terdudukk termangu di sebuah teras kamar yang terbuat dari sebuah papan kayu yang tersusun rapi. .Suasana angin senja yang semilir seakan memberikan kedamaian bagi siapa saja yang di terpanya. .
Dep depp depp deppp ,
Langkah kaki Icha yang gontai sepulang dari aktifitas bekerja hendak membawanya ke tempat per istirahatan seakan terhenti ,dari kejauhan terlihat pemandangan yang membuat hati Icha mendadak sesak .
Edo yang sedari tadi menunggu kepulangan Icha terlihat antusias menyambut sosok wanita yang masih berstatus istri sah .Senyum sumringah tergambar jelas di bibir Edo
"Assaalamualaikum dek "
"Walaikumsalam " jawab Icha datar. Bahkan Icha tak menerima uluran tangan Edo untuk sekedar bersalaman.
"Mau apa Mas datang kesini lagi ,apa ada hal penting " ???
"Iya dek banyak yang harus Mas bicarakan ",
"Gak ada yang harus di bicarakan lagi Mas ,semua sudah jelas dan aku sudah bulat dengan keputusan ku untuk bercerai dengan Mas Edo" ,
Wajah Edo yang sumringah seketika berubah menjadi masam. ,
"Mas mohon dek ,beri Mas satu kali kesempatan saja ,Mas janji akan berubah lebih baik ,akan menjadi Imam dan suami yang baik ,dan juga menjadi ayah yang baik buat anak kita "
__ADS_1
"Hhhhhhh ,,apa mas ,Ayah !!???"
"Sejak kapan Mas Edo mempunyai anak ,masih jelas di ingatanku bagaimana Mas Edo mengatai anakku anak haram dan aku wanita murah*an " ,,
"Apa yang harus Mas lakukan agar kamu mau menerima mas kembali "???
"Sekarang pulanglah ,sebentar lagi magrib ,jika Mas Edo merasa menyesal dengan perbuatan Mas di masalalu , Bertaubatlah dan meminta ampunan sama Allah itu akan membuat hidupmu lebih baik mas " ,aku sudah bahagia bersama anakku ,jadi aku mohon jangan ganggu kami lagi .Kalau Mas tidak mau mengurus perceraian kita biar aku saja yang mengurusnya".
"Sampai kapanpun Mas gak akan menceraikan kamu dek ,apa kamu tega membiarkan anak kita tumbuj tanoa sosok dan kasih sayang seorang ayah ,di mana nurani mu sebagai seorang ibu dek "???
"Hhhhh ,,anakku sejak dari dalam kandungan sudah tidak mempunyai ayah , gak usah pura pura amnesia mas,gak usah bawa bawa soal nurani. Di mana nurani mu yang saat itu dengan kejam menendang dan menyeretku ,bahkan kamu tak segan segan memukulku " ,
"Aku ibu nya ,aku yang sudah susah payah mengandung san melahirkan nya bahkan seorang diri tanpa sosok suami jadi aku tahu mana yang terbaik untukku dan anakku .Anakku juga gak akan kekurangan kasih sayang ,jadi kamu gak usah khawatir dan sok peduli terhadap aku dan anakku yang jelas jelas sudah kamu buang dan kamu campakkan" ..
Kata kata Icha berhasil menusuk sanubari Edo ,air mata kekuar dari ujung netra nya .
"Mas mohon dekk ,mas rela nglakuin apa saja agar kamu mau memaafkan Mas dan menerima Mas kembali ,bahkan harus bersujud di kaki mu mas mau dek "
"Berkali kali sudah ku katakan ,aku sudah memaafkan mu mas ,namun untuk melupakan dan menerima mu kembali aku betul betul tak bisa ,aku bukan malaikat aku hanya manusia biasa yang tak bisa dengan mudah semua kesakitan dan trauma yang aku alami ,lebih baik kamu pulanglah. Dan ku harap kamu dan keluarga mu tidak mengganggu ku dan kekuargaku lagi , Lupakan aku dan mulai lah membuka hati untuk perempuan lain ,anggap saja aku gak pernah ada di hidupku ,jalan ini yanh terbaik untuk kita ,ku harap kamu bisa mengertii dan menerima mas ",
"Tidak dekk ,tidak akan mas lakukan .Mas hanya mencintai mu dan anak kita. Mas tidak bisa berpaling dari mu dan mencari pengganti mu " ,,
"Buktinya hampir setahun mas bisa kan hidup tanpa ku ,bahkan sekalipun tak pernah tanya kabarku ,kenapa sekarang bilang tak bisa " ,,
Edo diam tak bergeming ,ia menyadari kalau yang di katakan Icha itu benar adanya ,Bahkn sebelum Icha hamil Edo sudah menghindari Icha karena api cemburu yang memenuhi hatinya.
"Apa kamu lupa akan perjuangan kita dek ,bagaimana selama ini kita melewati ujian demi ujian bahkan masa masa sulitt "
Mendengar pernyataan Edo ,Icha hanya tersenyumm getir.
"Kalau mas menyadari semua itu seharusnya tidak dengan mudahnya kau ucapkan kata kata kejam yang tidak pantas dan tidak sepatutnya keluar dari mulut seorang suami,, masa depanku kamu renggut paksa ,harapan orang tua ku juga sudah kamu hancurkan , bahkan di saat kamu jatuh dan terpuruk aku berusaha keras untuk menarikmu dari jurang yang dalam , aku bekerja mati mati an tanpa pamrih untuk mengurangi beban mu , masa muda yang harus nya bahagia dengan penuh tawa dan cerita harus aku lalui di tempat asing terpencil seperti ini,aku harus berpisah dengan orang tua ku demi merantau bersamamu .Kalau waktu itu kamu tidak merenggut kesucuanku oasti sekarang aku sudah menjadi Sarjana dan membuat orang tuaku bangga. Apa pernah sekalipun aku mengeluh dengan semua cobaan yang terjadi dalam rumah tangga kita ??? Semua kesulitan aku lalui dengan ikhlas demi kamu suami yamg sangat aku cintai.
Edo yang merasa sudah kalah telak hanya terdiam dan tertunduk lesu ,air mata tak henti hentinya menetes membasahi pipi nya .
Icha berlalu pergi meninggalakan Edo dan memasuki kamarnya , di hati nya sudah di penuhi kekecewaan dan sakit hati sehingga tak menghiraukan lagi permohonan dan tangisan Edo. Di matanya Edo tak lebih dari manusia ter kejam yang dengan tega tak mengakui darah daging nya sendiri .
__ADS_1
"Ya allah ,inikah hukuman yang harus aku terima ,bodohnya aku sudah menyia nyia kan jodoh yang telah engkau berikan ,istri yang sholehah bahkan berhati malaikat ",hamba menyesal .Buka kan lah pintu hati istri hamba agar dia mau menerima dan memberi hamba kesempatan kedua ",,, ucap Edo dalam hati sembari berlalu pergi meninggalkan pelataran kamar Icha .