
"Kenapa sih mas dari tadi murung terus , apa ada masalah pekerjaan "?
Tanya Rina kepada Edo .
"Tidak ada , aku hanya kepikiran sama istriku ",
"memangnya istri Mas kenapa "??
Edo hanya terdiam tak bergeming ,Ia ragu apakah harus menceritakan pelik permasalahan rumah tangga nya kepada Rina .
"Istriku Hamil ,ucap Edo datar" jawaban Edo membuat Rina kaget ,
"Bukannya bahagia kenapa kok malah murung " ,Sahut Rina berpura pura peduli .
"Itu masalah nya Rin ,sudah sebulan ini aku ada konflik sama istriku , aku sama sekali belum menemuinya apalagi menyentuhnya ,Aku masih kecewa , sakit hati dan cemburu Icha dekat dengan Pria lain seperti foto yang kamu kirimkan ke aku waktu itu ",sekarang tiba tiba dia menghubungi ku dan memberi kabar kalau dia tengah mengandung , dan mengatakan kalau itu darah daging ku .
Aku gak tau harus bagaimana dan mengambil keputusan apa ,aku benar benar bingung Rin".Aku gak yakin kalau anak yang dia kandung itu darah dagingku " ,
Tak menyia nyiakan peluang emas itu Rina malah berusaha mengomporin Edo dengan kata kata yang menambah panas hati Edo .
"Sudah pasti anak yang di kandung istrimu bukan anak Mas Edo ,Untuk menutupi perselingkuhan nya makanya dia mengakui kalau itu anak Mas Edo , Gak usah Luluh dengan kehamilannya ,istrimu sudah tega main gila di belakangmu ,sungguh menjij*kan ,tidak bksa menjaga marwah sumai bahkan dengan sadar sudah menodai pernikahan suci kalian",, ucap Rina dengan nada menggebu nggebu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan Rin ,aku juga tak ingin dan tak sanggup kalau harus berpisah dari nya ,mendiamkan nya seperti ini sudah sangat menyiksa batinku ,biar gimanapun aku sangat mencintai istriku dan tak akan ada sosok wanita mana pun yang sanggup menggantikan posisi Icha di hati ku "??
Rina yang terlihat kesal dengan kalimat Edo seolah semakin gencar untuk menghancurkan rumah tangga mereka..
"Ceraikan saja istrimu mas kalau sudah melahirkan , emang mas mau merawat dan membesarkan anak har*m hasil zin* istrimu ,Toh Masih banyak diluar sana perempuan yang jauh lebih baik dari istrimu yang mau menjadi pendampingmu "
"Apa !!!??? Ceraii " ...
__ADS_1
"Emang mas mau terus terus an di bodohi istrimu dan membesarkan anak haram yang di kandung istrimu " ,ingat mas kelakuan istrimu sudah sangat bej*t dan menjij*kan ",,
Edo meraup kasar wajahnya dengan kedua tangan mengepal berusaha meredam amarah .Seketika dada nya sesak dan terasa panass ..
"Jangan kan Cerai membayangkan kata kata cerai sudah sangat membuat sesak di dada , Apa lagi aku sangat mencintai istriku .Kenapa kamu tega melakukannya padaku Dek ,Apa kamu lupa akan perjuangan Kita selama ini " Gumam Edo
Tak terasa air mata menetes dari sudut netra Edo yang sedang di landa kalut .
*****
"Kondisimu sudah baikan Cha kok sudah masuk kerja?? ,kamu kan bisa ijin dulu untuk istirahat ,kalau di paksakan takutnya kamu kenapa napa ,kamu juga harus memikirkan calon bayi yang di kandungan mu " Tutur mbk Ana yang prihatin melihat kondisi sahabat nya
"Alhamdulilah aku sudah baikan mbak ,aku kuat kok .Dari pada tiduran terus malah bosan dan suntuk yang ada malah gak sehat sehat aku nya "
"Ya sudah yang penting kamu jangan capek capek ,ingat yaa sekarang kamu tengah berbadan dua "
Bolak balik Icha menatap layar gawai nya ,berharap suaminya membuka blokir dan menghubunginya .
"Kenapa sekarang kamu berubah seperti ini Mas ,apa salahku sama kamu ,apa kamu lupa akan janjimu dulu ,janji yang kamu ucapkan kepada orang tua ku "
"Bapak,Ibu ,ucap Icha lirih .
Icha juga belum memberi tahu soal kehamilan nya kepada Pak Yono dan Bu Yanti .
Icha berusaha menenangkan pikiran dan menata lagi suasana hati yang sedang kalut,dia berusaha sekuat mungkin agar tegar dan tidak menangis ,meski air mata sudah menumpuk di ujung netra ,Segera ia menyeka air mata yang hendak jatuh itu .Biar bagaimanapun keadaan yang ia alami, icha harus bersikap profesional ,apalagi ini masih di kantor dan di jam kerja ..
Waktu begitu cepat berlalu dan kini sudah berganti malam ,,
Di tengah keheningan Icha yang tengah hamil muda berharap suami yang ia cinta menemaninya .
__ADS_1
Ingin rasanya Icha mengadukan semua ini kepada Bapak dan Ibu nya,tapi Icha tidak tega membebani pikiran orang tua nya .Sudah pasti mereka semakin tersiksa kalau tau kondisi rumah tangga mereka yang kacau balau ,di tambah mereka terpisah jarak yang jauh "
"Sebaiknya aku menghubungi Bapak dan Ibu untuk memberitahukan kabar bahagia ini ,pasti mereka sangat bahagia karena akan memiliki cucu"ucap Icha berusaha menyemangati diri sendiri
Segara Icha menyambar gawai dan menghubungi Pak Yono dan Bu Yanti .
Tuttttt tuttttt tuttttt ,
Di sela telepon dengan sang ibunda ,icha menahan tangis kesakitan yang menguasai hati nya ,iya sangat tersiksa karena harus membohongi ke dua orang tua nya .
"Bapak dan ibu sangat bahagia ndokk ,gak nyangka kita akan segera memiliki cucu pak "
"Nanti waktu lahiran kamu akan pulang kan ndok " ???
"Iya bu ,nanti Icha akan ajukan cuti kalau usia kandungan Icha sudah memasuki 7 bulan , ibu doakan saja aku dan bayiku baik baik saja "
"Tanpa kamu minta bapak ibuk senantiasa mendoakan kalian ndok "
"apa Edo tidak di sana ndok ? Ini kan hari Sabtu biasanya kalian bersama kalau akhir pekan "???
Pertanyaan Ibu seakan memberi pukulan untuk Icha,,
Dengan suara bergetar karena menahan air mata nya Icha berusaha menjawab ,
"Tidak buk , minggu lalu kita sudah ketemu ,kita ketemu 2 minggu sekali buk " ,air mata Icha tak tertahankan karena harus berbohong
"Ya sudah ndok, disana sudah malam kamu istirahat .jangan capek capek, makan yang cukup terutamA buah dan sayur ,jaga baik baik cucu bapak ibu ya " .
Begitu sambungan telepon di akhiri seketika tangis Icha pecah ,Icha menangis se jadi jadi nya karena tak kuasa menahan kesakitan den siksaan batin yang di alami .
__ADS_1