
"Begitu mudah nya kamu ucapkan kata maaf dan meminta aku melupakan semuanya , apa sedikitpun tak ada rasa prihatin di hati kamu , dimana kamu saat aku rapuh dan membutuhkan sandaran untuk berbagi kesakitan "
Dengan nada bergetar Icha meluapkan semua kekesalan dan kekecewaan yang selama ini ia pendam , Icha berusaha menahan perasaan sakitnya untuk tidak menangis ,ia tidak mau terlihat lemah di depan laki lali yang sudah memporak porandakan perasaan Icha dan Orang tuanya .
"Aku sudah memaafkan mu Mas ,tapi untuk membina rumah tangga bersamamu aku sudah tak bisa ,tanpa aku ungkapkan pasti kamu sudah paham gimana sakit dan hancur nya hatiku oleh sikap perbuatanmu ,,bahkan aku sudah memohon dan bersujud di kaki mu tapi kamu tetap tidak mau mendengarkan penjelasanku.Dengan Lantang dan sadar kamu juga mengatai bayi tak berdosa yang saat itu masih dalam kandunganku dengan sebutan Anak Haram ,
"Sekarang pulanglah mass , Aku mau istirahat ,aku sudah mengikhlaskan rumah tangga kita kalau takdir harus memisahkan kita ,,
Jangan pernah mengharapkan apapun dariku , aku sudah damai hidup bersama anakku ,
Hubungan kita sudah selesai ,seperti yang waktu itu kamu katakan padaku. Segera urus perceraian kita "
Dengan berat hati Edo beranjak pergi dan melangkahkan kaki keluar ,
"Ternyata sesakit ini rasanya ,dulu aku tidak pernah memikirkan perasaan istriku ,hanya memikirkan ego ku saja " Hanya kata maaf dan menyesel yang tak henti henti nya Edo ucapkan.
Nasi sudah menjadi bubur, ibarat piriing yang pecah tidak mungkin akan kembali utuh lagi .
Selepas kepergian Edo ,Icha menangis sejadi jadi nya ,,tangisnya pecah ..
"Kenapa kamu hadir lagi di hidupku mass ",
meski dalam lubuk hati rasa cinta masih ada ,biar gimana pun Edo adalah ayah biologis dari anaknya .Tapi terlalu sakit kalau mengingat perlakuan Edo terhadapnya
******
Sepasang suami istri yang sudah paruh baya terlihat tertawa bahagia di teras rumah ,,, Brilian yang mulai bisa tertawa lucu dan mengerti berinteraksi membuat eyang putri dan mbah kakung nya gak bisa mengalihkan perhatian untuk cucu pertama merekaa ...
"Cucu mbah kakung tambah pinter yaa ,, besok ikut mbah kakung ke kebun yaaa " oceh Pak Yono mengajak bicara cucu nya ",,
Brillian yang hanya tertawa sambil mengerdip mata membuat kakeknya bertambah gemass.
__ADS_1
Deru suara mobil sedan yang memasuki pelataran rumah Pak Yono dan Bu Yanti membuat mereka mengalihkan pandangan nya ,,
"Itu mobil siapa ya pak ,kok belok ke rumah kita ,apa bapak ada janjian sama orang "
Pak Yono hanya mengernyitkan sambil menggeleng saja .
Mereka yang sedang Duduk santai di teras rumah hanya memperhatikan ke arah mobil tersebut ,,
"Astagaa,,Besan kita Pak " ,Bu Yanti yang kaget saat mengetahui siapa sosok yang turun dari mobil tersebut .
Mimik wajah Pak Yono seketika berubah ,,seakan malas dan enggan untuk menyambut.Namun sebagai tuan rumah Pak Yono berusaha bersikap ramah selagi mereka tidak berbuat keributan ,beliau segera beranjak dari duduknya dan menyambut tamu yang Berkunjung di rumah mereka ,
Dengan raut wajah yang tidak bisa di gambarkan Pak Yono mempersilahkan tamunya memasuki ruang tamunya .
Di situ tampak Pak Irwan ( Ayah Edo , Bu Yeni ( Ibu Edo ) ,serta Yuni ( adik Edo ) dani Hadi ( Ipar Edo) ,Mereka tengah berkumpul di ruang tamu Pak Yono dengan Mimik wajah yang Entah malu ,cemas atau bagaimana .
"Silahkan di minum" ,Ucap Bu Yanti sambil menaruh Minuman di meja tamu .
"Gak Usah repot repot Bu ", Bu Yeni mulai membuka obrolan sekedar basa basi .
" Embbbzz gini Pak Yono dan Bu Yanti , sebelumnya kami minta maaf kalau kedatangan kami sekeluarga sudah menganggu waktu Bapak dan Ibu ,tapi niat kami kesini hanya untuk bersilaturahmi sekaligus ingin menjenguk cucu kami ,yaitu anak Edo dan Icha menantu saya" Jelas Pak Irwan panjang lebar .
Pak Yono dan Bu Yanti keduanya saling diam tak bergeming. ..
Sesaat kemudian Pak Yono menghela nafas..
"Begini Pak Irwan serta keluarga ,Saya ucapkan banyak banyak terima kasih karena Bapak sekeluarga sudah jauh jauh berkenan singgah ke gubuk saya dan bersilaturhami dengan kami , namun yang Bapak maksut cucu Bapak itu siapa " ???
Degggggg ,, perkataan Pak Yono mampu memberi tamparan terhadap keluarga Edo ,terutama orang tua Edo .
"Bukannya Nak Edo tidak mempunyai anak dengan Icha anak saya ? Nak Edo sudah jelas jelas mengatakan kalau anak yang di kandung Icha adalah anak haram ,bahkan Nak Edo juga menyumpahi agar Anak dan cucu saya agar mati saja .Cucu kami itu anak nya Icha Pak ,Bu ,bukan anak Edo , Kalau Bapak dan Ibu menganggap Icha menantu kalian ,dan bayinya itu cucu kalian juga lalu selama ini kalian kemana ??? Di saat anak saya berjuang sendiri an tanpa sosok suami waktu persalinan ,bahkan Cucu kami sudah berusia hampir 5 bulan apa pernah sekalipun dari kalian menanyakan kabar mereka "???
__ADS_1
Dengan Tegas Pak Yono mengeluarkan uneg uneg nya yang sudah lama Beliau pendam , wajah Pak Yono memerah berusaha meredam amarah,bahkan Rahang Pak Yono juga menggerutu keras.
Par Irwan sekeluarga menunduk malu mendengar kalimat demi kalimat yang Pak Yono ucapkan ,,
Giliran Bu Yeni membuka suara ,
"Kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar besarnya atas sikap dan perlakuan kami yang sudah menyakiti hati Bapak Ibu terutama Icha ,kami waktu itu Emosi mendengar penjelasan Edo , awal nya saya juga sangat kecewa dan sakit hati terhadap Icha karena sudah mengkhianati Edo bahkan sampai Icha hamil dengan laki laki lain " , kami betul betul sangat menyanyangkan ,kami juga sudah menganggap Icha seperti anak kami sendiri ,
Baru kemarin Edo memberi tahu kalau Edo sudah salah karena tidak mendengarkan penjelasan Icha , dan sangat menyesal setelah mengetahui kalau bayi yang di lahirkan Icha itu anak Dia,kami berdua salah karena tidak mendengar kan langsung dari Icha. Kami hanya mendengarkan penjelasan Sepihak saja .Kami mohon pak beri kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kami dari kesalahpahaman ini .Kami hanya ingin menjenguk cucu kami yang sudah lama kami idam idam kan "
Dengan nada memelas Bu Yeni menjelaskan semuanya .
Sedangkan Pak Irwan hanya diam terpaku mendengarkan tutur istrinya sambil sesekali mengusah punggung istrinya .
Sejenak di antara mereka saling terdiam ,
"Kami sudah mengakui kesalahan kami ,dan kami sangat menyesal .Kita sebagai orang harus bisa bersikap bijak ,Edo juga sudah menyesali perbuatanyaa dan berusaha memperbaiki rumah tangganya dengan Icha .Biar bagaimanapun di antara mereka sudah ada anak yang harus mereka besarkan dengan kasih sayang orang tua yang lengkap " Timpal Pak Irwan .
Mendengar penuturan besannya Pak Yono hanya tersenyum getir .
" Kalau Bapak membahas soal bijak lalu bagaimana dengan perasaan Anak Saya ,apa Bapak tau betapa tersiksa dan menderitanya anak saya selama di perantauan .Mulai awal kehamilan anak saya sudah di buang dan diterlantarkan ,bahkan ketika anak saya bersujud di kaki anakmu untuk meminta belas kasihan dengan kejamnya anak kalian Menendang dan menyeret anak saya .Sekarang dengan mudahnya Bapak meminta kita semua melupakan dan memperbaiki hubungan yang sudah di hancurkan oleh Edo sendiri " !! ,
"Orang tua mana yang reLa anak perempuan yang sangat di sayangi dan di besarkan dengan segenap kasih sayang namun diperlakukan seperti binatang oleh suaminya ,saya sebagai orang tua jangan kan memukul ,untuk membentak saja saya tak tega.,Sakitt pakk ,betul betul sakit (Sambil memegang dada )Pak Yono meluapkan emosinya yang mulai memuncakk .
"Apa kalian lupa,Dengan usia Icha yang saat itu masih 17 tahun,kalian meminta untuk meminangnya ,padahal masa depan Icha masih panjang ,Dengan berat hati kami memberikan anak gadis kami untuh dinikahi Edo, bahkan anak saya belum pernah merasakan manisnya pernikahan ,dengan usia se belia itu Icha harus di bebankan dengan urusan dunia yang sama sekali belum pernah ia enyam sebelumnya ,,dia rela berpisah dari orang tuanya untuk membantu memperbaiki perekonomian Edo anak kalian .Dia Rela kerja keras banting tulang demi menolong suaminya dari keterpurukan".
Tak ada yang berani menimpali ,suasana terasa sesak dan panas meski waktu mulai berganti petang .
Oekkkk oekkkkk ,terdengar suara tangisan Brillian yang tadi Mereka titipkan kepada Bayu anak bungsunya ,,
Mendengar tangisan cucu kesayangan nya Bu Yanti segera bangkit bergegas menghampiri .Begitupun dengan Bu Yeni yang ingin segera berlari menghampiri cucu yang sudah di sia sia kan ,namun urung beliau lakukan karena sudah di tahan oleh Pak Irwan.
__ADS_1
Hingga terdengar Adzan Magrib seolah mencairkan suasana ,akhirnya kedua keluarga itu mengakhiri perdebatan dan Pak Irwan sekeluarga terpaksa pulang dengan menelan pil pahitt ..