
Arghhhhhhh
Edo meracau dan meraung raung di dalam kamarnya seperti orang kesurupan,,suara nya menggema sampai terdengar dari luar kamar mess..
Rina yang khawatir akan keadaan pujaan hati nya langsung menerobos masuk kamar itu ,,
"Astaga apa apa an ini " Rina shock mendapati keadaan kamar Edo yang sudah seperti berantakan kayak korban longsor .
Keadaan Edo betul betul kacau dan terpuruk , akibat ulah kemarin Edo seketika mendapatkan Surat peringatan ,,sekali lagi berulah sudah pasti Edo di depak dari perusahaan ,Namun Edo tak memikirkan nya ,pikirannya masih terngiang Kata kata Roni yang mengatakan kalau mereka sudah menjadi pasangan kekasih.
"Arghhhhhh siall siallll sialll ,bangsattt " Edo terus meracau dengan tangan mengepal dan terus memukul dinding yang terbuat dari papan kayu yang di rancang rapi.
" Sudah mass ,sudahhh " Rina yang berhasil masuk ke kamar Edo segera menarik tangan Edo agar menghentikan aksi nya yang bisa menyakiti diri Edo.
"Edo menangis ter isak isak dan Rina menarik ke dalam pelukannya "
Rina yang tadi nya berniat menjauh dari Edo karena usaha nya mendapatkan Hati Doi selalu gagal kini hanya bisa melihat iba kepada Edo .Ada rasa sedih dan menyesal ,kalau tidak Rina memfitnah Icha mungkin mereka sudah berbahagia dengan keluarga kecil mereka.
"Sudah Mas ,sudahh ...gak ada guna nya kamu melakukan semua ini ,, masa depan mu masih panjang ,gak ada guna nya kamu meratapi masa lalu ,sudah waktunya kamu bangkit dari keterpurukan ,sambut masa depan mu yang lebih baik. Buktikan kalau kamu bisa berubah lebih baik "
Perlahan hati Edo luluh dan sudah mulai tenang ,,
Rina dengan sabar dan telaten membereskan Mess Edo yang sudah berantakan karena Ulah Edo yang mengamuk akibat pertemuanya dengan Icha istri nya .
"Aku tidak akan menceraikan Icha" ,
Edo yang duduk termenung di sudut ruangan tiba tiba membuka suara .
__ADS_1
Rina tampak dingin dan tak menanggapi kalimat Edo .
"Dasar keras kepala ",gerutu Rina sambil berlalu pergi setelah membereskan ruangan Edo .
*******
1 bulan sudah berlalu
"Semuanya sudah siap sayanggg" ,
"Sudah yank , tinggal nunggu supir yang mengantar kita ke bandara "
Hari itu Icha dan Roni sudah bersiap dan bergegas ke bandara ,Icha dan Roni akan pulang ke kampung halaman Icha.
Perjalanan yang di tempuh dengan Jalur udara dan darat memakan waktu kurang lebih 17 jam ,,
"haaahhhh ,, akhirnya"
Icha mengangguk lesu.
"Iya yank ,, aku lelah dan pusing kepalaku "
Baru mau melangkah kedatangan mereka sudah di sambut Bu Yanti dan Pak Yono , Senyum sumringah menghampiri ke dua pasangan suami istri itu .
*******
"Mamahhh mamahhhh ,celotah Brillian yang baru belajar berbicara .Pipi nya yang semakin chubby menambah gemas di wajah Brillian .
__ADS_1
Roni yang mempunyai Perasaan tulus terhadap mereka tak kesulitan mendekatkan diri sama Brillian .Bahkan Brillian sangat nyaman berada di pangkuan Roni .
...
Pagi buta Icha dan Roni sidah bersiap siap menemui seseorang yang akan mengurus perceraian mereka ,, Roni sengaja menyewa pengacara agar kasus cerai sang kekasih segera beress tanpa ada hambatan dan perdebatan .Roni meminta terima beres berapapun biaya nya akan Roni tanggung ,karena gak mungkin juga mereka bisa bolak balik Papua - Jawa untuk mengurus kasus perceraian tersebut .
Sementara Pak Yono pergi ke ketua RT untuk melaporkam kedatangan Icha yang nengajak Brillian yang mungkin sekitar 1 minggu akan singgah di rumah Pak Yono.
Waktu menjelang dan semua masalah sudah beres ,,
Kaki mungil Brillian yang masih berjalan tertatih segera menghampiri Icha dan Roni ketika mengetahui mereka datang.
"Echhh anak papa ,, udah semakin pinter berjalan " ,celoteh Roni sambil menggendong balita yang berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Yankk kepalaku dari kemarin kok pusing terus ,sebentar sakit sebentar ilang ,,
"Nanti periksa ke dokter yaa ,,sebaik nya sekarang kamu bersih bersih ,makan dan istirahat .biar aku yang jaga Brillian"
"Gak usah yank ,tak pakek tidur ntr juga ilang ",
"Ya sudah ,tpi kalo sakit jangan di tahan ya ,aku gak mau calon istriku kenapa napa "
Icha hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Roni Dan Brillian yang sedang bermain di teraa rumah .
Roni tk menyia nyiakan kesempatan untuk mengambil hati calon anak Tiri nya itu .
******
__ADS_1
Seminggu berlalu ,,Icha dan Roni sudah bersiap melanjutkan perjalanan menuku Bandara Juanda Surabaya. Kurang lebih 8 jam perjalan dari kota temlat tinggal Icha untuk sampai ke Surabaya .
Tangis haru dan kesedihan pecah menjadi satu menghiasi perpisahan ibu dan anak itu ,, Bu Yanti seolah tak mau pisah dengan putri sulungnya yang terus terus an mendekap tubuj putri kecil nya .Begitupun dengan Pak Yono yang tak bisa menahan air mata untuk melepaskan kepergian putri nya .Brillian yang biasa nya anteng kini rewel dan nangis histeris , seolah peka dengan ikatan Batin Ibu dan Anak yang hendak berpisah .