Anakku Malang ,Anakku Terbuang

Anakku Malang ,Anakku Terbuang
Pertemuan


__ADS_3

Icha yang tengah asik bercengkrama dengan anaknya di balik panggilan video tiba tiba di kagetkan dengan suara salam dan ketukan pintu.


sambil beranjak dan melangkahkn kaki keluar untuk membuka pintu , icha masih fokus menatap layar gawai sembari menatap anaknya yang sudah mulai pandai mengoceh .Setiap hari Icha tak pernah absen menelpon ibunya untuk melihat perkembangan buah hatinya ,Hari itu hari libur ,icha bisa puas menelpon untuk melihat anak semata wayang .


Ceklekkkkk ,krietttttt


Sontak Icha di kagetkan dengan sosok pria yang berdiri tegap di depan nya ,


"Mas Edo "!!!


Melihat istri yang sudah ia buang dan ia sakiti ,Edo langsung bersimpuh di depan Icha untuk memohon maaf ,


Icha yang masih mematung hanya bisa pasrah atas sikap Edo.


"Hallo ndokk ,Kenapa kamu diam ndok ,ada siapa yang datang "? Tanya Bu Yanti di balik telepon .


"Embbbb Nanti aku telepon lagi ya buk ,Icha masih ada tamu ".


Ketika panggilan telponnya sudah di pastikan tak terhubung ,Icha kembali menatap Edo yang bersimpuh di kakinya.


"Sudah mas sudah ,apa yang Mas lakukann,ayok berdiri Mas ,jangan menjatuhkan harga dirimu di depan wanita murahan dan hina sepertiku "


Kata kata Icha seakan mencabik cabik hati Edo ,


Namun Edo semakin erat memeluk kaki Icha,sambil nenangis dan meracau untuk memohon maaf serta ampunan .

__ADS_1


Hati Icha yang seolah sudah mati dan sekeras batu tak akan luluh dengan air mata bahkan permohoan maaf dari Edo. Rasa sakit yang Edo torehkan tak akan sembuh dan hilang meski dengan tangisan darah sekalipun .


"Berdirilah Mas ,mari masuk kita bicara di dalam ,gak enak kalau sampai di lihat orang " ,


Dengan pasrah Edo menuruti perkataan istrinya ,


Meski hati Icha sangat sakit sesakit sakit nya ,namun ia tetap menjaga sikap dan nada bicaranya ,


Icha tak memungkiri Ikatan darah antara Bapak dan anak tidak bisa di hilangkan , namun Untuk kembali merajuk biduk rumah tangga dengan Edo sama sekali tak pernah ada di benak Icha. Bahkan Icha sudah mantab untuk bercerai dengan Edo .


"Di minum dulu Mas" ,


Icha menyodorkan segelas air putih kepada Edo


Di rasa hati Edo mulai tenang ,Icha mulai membuka Obrolan .


"Ada tujuan apa mas jauh jauh datang kesini "?


Icha masih tak menyangka ,dulu Pria yang hadirnya selalu ia harapkan untuk menemani hari hari melewati kehamilannya kini ada tepat di hadapannya ,namun perasaan Rindu yang dulu selalu bersemayam kini telah sirna seiring berjalan nya waktu .


"Embsss ,anu dek,,,


"Mas betul betul menyesall ,mas mau meminta maaf sama kamu dan anak kita ",tak bisakah kamu memaafkan Mas ,dan kita mulai lagi dari awal "???


Sambil menunduk dan gemetar Edo mengutarakan niat kedatangan nya ,

__ADS_1


Icha yang menatap lekat lekat wajah Edo hanya tersenyum heran ,,


"Aku sudah memaafkan mu mas ,,, namun untuk melupakan semuanya aku gak bisa, Bukannya mas yang ingin kita cerai dan aku enyah selamanya dari hidup Mas " ???


Kata kata Edo yang dulu dengan angkuhnya Edo lontarkan kepada Icha kini menjadi bak Boomerang baginya.


Air mata Edo tak berhenti menetes ,menandakan penyesalan yang teramat dalam .


Ia sadar kalau ia sudah sangat kejam terhadap Icha bahkan Edo tak segan segan berbuat kasar dan main tangan .


" Maksut mas anak kita gimana ,, coba di perjelas lagii " tanya Icha kerheranan


"Bukan nya waktu itu dengan jelas mas bilang tidak punya anak dari ku ,dengan lantang nya mas mengatakan kalau anak yang ku kandung anak har*m dan bukan darah daging mu " !!!


Icha yang sudah terbawa emosi mulai tak bisa mengontrol nada bicaranya ,baru kali ini Icha meninggikan nada bicaranya di hadapan sang suami .


"Mas tau mas salah dek ,, mas baru menyadari dan menyesall kalau anak yang kamu lahir kan betul betul anak nya mas ,semua yang ada di bayi kita betul betul sangat mirip dengan mas "


Seolah semesta tak trima dengan tuduhan kejam Edo dan ingin membuktikan kalau anak yang di kandung Icha adalah darah daging Edo , wajah Brillian yang tampan lebih dominan mewarisi wajah Edo .Bahkan bisa di katakan 90 % sangat mirip dengan Edo ,bak pinang di belah dua .


"Semua sudah terlambat mas , aku dan anakku tidak butuh kamu ,"


"Apa mas tidak malu menjilat kembali ludah yang sudah kamu buang "


Edo sudah tak peduli dengan kata kata pedas Icha ,meski Icha menampar ,bahkan mencaci maki sekalipun ia akan terima kalau itu bisa mengurangi rasa sakit yang ia torehkan dan mampu memaafkan perbuatan nya yang sudah sangat kejam terhadap anak istri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2