
Sore Itu Icha Dan Orang tuanya berkumpul Di Ruang tengah sembari menemani si kecil Brillian yang mulai bisa mengoceh ,
Tak terasa usia Brillian sudah 40 hari ,
"Pak Bu , aku titip brillian ya kalau gak keberatan "Tiba tiba Icha membuka obrolan ,
"Kamu ngomong apa tho ndok ,Masak sama cucu sendiri pakai acara keberatan " timpal Pak Yono
"Minggu ini Icha harus sudah Balik ke Papua ,jadi dengan terpaksa Icha harus menitipkan dan meninggalkan Lian sama Bapak dan Ibu "
Kedua orang tua Icha saling adu pandang tampak kebingungan ,
"Kok mendadak ,katanya kamu cuti 2 bulan ,ibu masih kangen sama kamu loh ndok ",
"Embsss iya Bu , nanti aku rencana mau naik kapal laut lagi ,jadi membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Papua "
Pak Yono menghela nafass ,Ada banyak pertanyaan yang ingin beliau tanyakan kepada anak sulungnya itu .
"Bapak boleh bertanya ndok "???
"Iya pak boleh silahkan" ,jawab Icha sambil mengangguk.
__ADS_1
"Hubungan kamu sama Edo bagaimana ?Bapak perhatikan sekalipun Edo belum pernah menghubungimu ,apa dia tidak penasaran dengan kabar anak nya juga ??"
Icha terdiam ,bibirnya terasa kelu hendak menjawab pertanyaan Bapak nya ..
"Maafkan aku Pak, Bu ,,dengan suara parau Icha berkata.
"Sebenarnya aku sama Mas Edo sudah lama berpisah semenjak usia kandunganku 4 bulan ,
Pak Yono dan Bu Yanti sontak kaget dengan pernyataan putri mereka ,
"Maksut kamu gimana ndok ,jangan membuat Bapak dan Ibu semakin cemas dan khawatir " ,
"Maksut kamu gimana ndok ,Kamu sama Edo sudah pisah ???" pisah mau bercerai apa gimana "!!
Dengan terpaksa Icha menceritakan semua nya yang terjadi dalam rumah tangganya kepada orang tuanya ,
"Astaghfirullah ndok"
, dengan suara bergetar Bu Yanti memeluk tubuh anaknya yang sudah menangis terisak isak ,
Mengetahui kebenaran nya ,Pak Yono tampak meredam amarah ,wajahnya yang sudah memerah dan tanganya mengepal betul betul sakit hati dan tidak terima atas perlakukan menantunya terhadap anak sulungnya itu .
__ADS_1
"Kurang ajar ,Bangs*t,Biad*p kamu Edo ,beraninya kamu menyakiti cucuku dan memukul anak perempuanku " Gerutu Pak Yono .
"Ibu sungguh tak menyangka ndok ,sampai hati yang sudaj kmai percaya bisa menjaga kamu malah membuatmu menderita dan tersiksa.begitu menderitanya kamu selama ini ,,anakku sayang " Bu Yanti yang tak kuasa menahan sesak dan sakit hati tangisnya pun ikutan pecah .
"Pak Yono sungguh tak terima atas apa yang menimpa putri kesayangan nya , nafas nya seakan ter engah engah karena meredam amarah yang luar biasa "
"Sini biar bapak telpon dan maki maki mantu yang kurang ajar tak tau diri itu , belum juga bisa membahagiakan putriku tapi sudah berani main tangan terhadap anakku "
"Gak usah pak ,aku mohon ,aku ikhlas Pak kalau harus berpisah dengan Mas Edo , Aku punya Lian itu sudah anugrah terbesar .Tujuan hidupku sekarang hanya Lian dan Bapak Ibu ,biarlah rasa sakit ini Icha pendam , semua juga sudah berlalu. Aku gak mau kalau harus berlarut larut meratapi nasib dan kesedihan".
Pak Yono yang sudah terbakar emosi mengatur kembali nafasnya karena sesakk dan rasa sakit yang betul betul menyeruak di dada ,
Dengan lembut Pak Yono membelai rambut anaknya yang ada di pelukan sang ibu ,dengan tatapan sedih dan iba beliau betul betul tak menyangka anak yang mereka sayangi akan menerima kenyataan hidup yang teramat pahit seperti ini .
Rasa Hati seperti teriris iris oleh kenyataan ,Bapak yang berjuang Mati matian untuk membahagiakan sang anak dan memberi kehidupan yang layak kini harus menelan pil pahit kalau orang lain yang tak lain menantunya tega melukai bahkan dengan sengaja berbuat kasar terhadap anak perempuannya .
Di mata Pak Yono dan Bu Yanti icha tetaplah putri kecil mereka ,yang mereka rawat dengan penuh kasih sayang kini harus mengalami penderitaan yang begitu dalam.
Ke dua orang tua itu saling terdiam ,mereka berkelana dengan pikiran masing masing akibat kabar buruk yang telah menerpa putri sulung nya .
"begitu kuat nya kamu ndok ,sampai mampu memendam sendiri beban yang begitu besar seorang diri di usia mu yang masih belia ,ibu tidak membayangkan betapa sulit dan sakit nya kamu menghadapi semua ini .Andai waktu itu Edo tak merenggut kesucian mu ibu tak akan terburu buru menikah kan kalian " gumam Bu Yanti dalam hati
__ADS_1