ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME

ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME
ACT 15


__ADS_3

CHAPTER 15


Esok harinya.


Mereka melanjutkan pencarian Hideko.


Disisi lain Hideko masih tidur .


Ruby pun datang.


“ Hey bangunlah pemalas “ Ucap Pangeran Hikaru.


Saat bangun Hideko melihat ada Ruby disamping nya.


“ Hmmm Ruby ?” Ucap Hideko Sembari duduk di pinggir kasur.


“ Iya, apa kau sudah lebih sehat? “ Tanya Pangeran Hikaru.


“ Sudah hanya sedikit sakit “ Ucap Hideko.


“ Syukur lah , jika begitu kau harus sarapan agar lebih sehat” Ucap pangeran Hikaru sembari menunjuk ke arah meja .


“ Hmm baik lah Ruby “ Ucap Hideko mulai bediri dari kasur nya.


Hideko pun memakan sarapan nya di meja.


“ Ruby apa kau mau apel aku masih ada satu kau makan lah” Ucap Hideko sembari menyimpan apel di hadapan Pangeran Hikaru.“


Terima kasih Hideko.


Mereka pun memakan sarapan mereka .


Tiba – tiba pangeran Hikari datang dan mendorong pintu dengan keras sehinga membuat Hideko dan Pangeran Hikaru terkejut.


“ Kaliann “ Teriak Pangeran Hikari.


“ Huuwaaaa aduh ada apa kau membuat ku terkejut “ Teriak Hideko.


“ Maaf aku hanya ingin bertanya tentang liontin yang engkau pakai dari mana kau mendapat kan nya?” Tanya Pangeran Hikari.


“ Oh ini aku mendapat kan nya dari Putri Seina “ Ucap Hideko sembari menunjukan liontin yang Ia pakai.


“ Bagaimana kau mengenal Putri Seina ?” Tanya Pangeran Hikari semakin penasaran.


“ Aku mengenal nya saat pertama kali aku memasuki dunia ini “ Ucap Hideko.


“ Hmmm baik lah eh tapi kenapa Putri Seina memberikan liontin tersebut padamu?” Tanya Pangeran Hikari.


“ Karena Putri Seina ingin meminta bantuan pada kami untuk membebas kan kakak nya Pangeran Riuga.” Jelas Hideko.


“ Bukan kah Pangeran Riuga sudah hilang – ber tahun – tahun yang lalu saat Putri Seina masih kecil?” Tanya Pangeran Hikari.


“ Entah lah Putri Seina tidak pernah menceritakan nya pada ku “ Jawab Hideko.


“ Yasudah aku mau makan lagi “ Ucap Hideko.


“ Hmm baik lah aku akan pergi.” Ucap Pangeran Hikari.


“ Hideko Ya ampun kemana Hideko pergi apa dia pergi karena diriku ya ? “ Gumam Sora.


“ Sora apa kau menemukan Hideko? “ Tanya Haruto.

__ADS_1


“ Hmm Tidak “ Ucap Sora.


“ Lalu bagaimana ??” Tanya Haruto.


“ Hmmmm bagaimana jika kita tanya Putri Seina?” Ucap Yukiko.


“ Benar” Ucap Sora.


“ Ada apa teman – teman ?” Tanya Putri Seina .


“ Putri Seina kami sedang mencari Hideko , Hideko menghilang sejak kemarin “ Ucap Sora.


“ Hmmm Hideko Berada di kerajaan FANTASY FOREST tempat nya jauh dari kerajaan elf Ini adalah petanya “ Putri Seina pun memberikan peta kerajaan FANTASY FOREST .


“ Baik lah terimakasih Putri “ Ucap Sora sembari menerima peta FANTASY FOREST .


“ Sama – sama baik lah aku akan pergi “ Ucap Putri Seina.


Mereka pun kembali dan mengemas barang lalu pergi.


“ Ayo sekarang berangkat “ Ucap Haruto.


Mereka pun mulai mengikuti peta terseut.


“ Hmmm aku Ruby aku boleh bertanya ?” Ucap Hideko.


“ Bertanya apa ?” Tanya Pangeran Hikaru.


“ Kau bilang kau menjadi rubah karena kutukan tapi bagaimana cara menghilang kan kutukan tersebut?” Tanya Hideko.


“ Hmm caranya adalah jika kalung ku tertemukan aku memang siluman rubah namun jika aku mengunakan kalung tersebut maka aku akan menjadi manusia lagi dan kalung itu direbut oleh kerajaan elf “ Jelas Pangeran Hikaru.


“ Oh kenapa Kerajaan elf mencuri kalung milik mu ? “ Tanya Hideko.


“ Oh baik lah terima kasih “ Ucap Hideko.


“ Kalian sedang apa ? “ Tiba-tiba Pangeran Hikari tiba .


“ Berapa kali kau mengejut kan ku ? “ Ucap Hideko.


“ Maaf heheh “ Ucap Pangeran Hikari.


Tiba – tiba seorang penjaga berlari menghampiri mereka.


“ Tuan kita diserang cepat pergi “ Ucap Penjaga dengan nafas ter engah- engah.


“ Bagaimana bisa ?” Tanya Pangeran Hikari.


“ Semua penjaga tak sadar kan diri “ Ucap Penjaga.


“ Teman- teman ayo cepat ikuti aku “ Ucap Pangeran Hikari.


Mereka pun mengikuti Pangeran Hikari dan pergi ke suatu ruangan yang mungkin aman.Namun, Hideko merasakan seperti ada yang mengikuti.


“ Pangeran Seperti nya ada yang mengikuti kita “ Ucap Hideko.


“ Hmm di belakang tidak ada apa – apa “ Ucap Pangeran Hikari sembari menarik tangan Hideko..


Tiba –tiba sebuah vas bunga terlempar Hideko pangeran Hikari dan Ruby berhasil menghindari serangan tersebut .


“ Sudah ku bilang pasti ada yang tidak beres” Ucap Hideko.

__ADS_1


Tiba – tiba kaki Hideko sakit dan membuat Hideko terjatuh.


“ aduh sakitt “ Ucap Hideko sembari memegangi kaki nya yang sakit.


Tiba- tiba bingkai foto terlempar beruntung tidak mengenai Hideko.


“ Ya ampun Hideko Cepat naik ke pundaku aku akan mengendong mu “ Ucap Pangeran Hikari.


“ Tapi Pangeran “ Ucap Hideko.


“ Cepat naik atau kau ingin mati?” Ucap Pangeran Hikari.


Hideko pun naik ke pundak pangeran dan pangeran Hikari mengendong nya.


“ Ruby ikuti kami “ Teriak Hideko.


Hideko berteriak karena takut tertangkap oleh makhluk tak terlihat “ Huuuuwaaa” Teriak Hideko.


“ Hey jangan berteriak kau tidak akan terluka” Ucap Pangeran Hikari sembari terus berlari.


Mereka bersembunyi dari makhluk yang bahkan mereka tidak tahu bagaimana rupanya .


“ Hideko kita akan bersembunyi disini kau jangan berisik “ Pangeran Hikaru sembari menurunkan


Hideko.


“ Kau ini berat sekali “ bisik Pangeran Hikari.


“ Jika tidak mau mengangkat ku kenapa kau tidak tingalkan aku saja ?” Bisik Hideko Kesal.


“ Karena kau tak mau mengurus rubah aneh Ini “ Bisik Pangeran Hikari.


“ Apa kau bilang rubah aneh “ Bisik Pangeran Hikaru.


“ Memang benar “ Bisik Pangeran Hikari.


Pangeran Hikaru langsung mengunci ruangan tempat mereka bersembuni dengan kayu.


Tiba –tiba mereka mendengar suara dari arah depan mereka beresembunyi.


“ Stttt “ Bisik Pangeran Hikari.


Suara bising terdengar suara barang terlempar terdengar sangat jelas sehinga mereka mulai ketakutan .


“ Apa benar ini kerajaan FANTASY FOREST ini seperti istana yang sudah hancur “ Ucap Haruto.


“ Tapi menurut peta memang ini lah karajaan FANTASY WORLD “ Ucap Sora.


Mereka mendengar suara kebisingan mereka pun


memasuki istana .


“ Suara apa itu aku penasaran baik lah ayo masuk “ Ucap Sora .


Mereka pun memasuki istana dengan bersiap – siap memegang sentaja.


Tiba – tiba..


*


*

__ADS_1


*


To be continue.


__ADS_2