
CHAPTER 25
Esok Harinya..
Kakek Hara sudah bangun dari pukul empat pagi karena banyak sekali kesibukan kakek Hara, dan juga jika kakek Hara sudah memegang buku susah sekali untuk dinggangu bahkan sulit untuk dipangil seakan - akan telinga kakek Hara saat membaca dilepas terlebih dahulu. Kakek Hara pun turun ke bawah untuk memasak sarapan mereka.
Kakek Hara pun mengambil gandum, tepung, susu dan bahan lainnya untuk membuat roti, setelah adonan jadi Kakek memasukan adonan tersebut pada oven yang terbuat dari batu bata. Setelah jadi kakek Hara memberikan selai kacang pada roti tersebut.
" Selamat pagi, ayo bangun waktunya berlatih, dan jangan lupa mandi terlebih dahulu."
“ Baik kek.” Jawab Mereka.
Setelah membangunkan mereka, KakekHara mengajak mereka untuk sarapan dibawah,mereka pun turun ke bawah dan sarapan. Kali ini mereka sarapan dengan roti gandum dengan selai kacang, dan beruntungnya disini tidak ada yang alergi selai kacang.
Hari ini kakek Hara akan bersama Kai lagi dan Hideko akan dilatih bersama Sato, lalu Sora akan melatih Yukiko dan Haruto. Mereka pun mencari tempat yang cocok bagi mereka untuk berlatih, ternyata memilih untuk berlatih di tempat mereka kemarin berlatih.
Hideko dan Sato lebih memilih untuk berlatih di tempat dinggin dan sejuk, yaitu di sungai dekat dengan sbuah
bengunungan yang sangat sejuk sekali udara nya.
# Kai dan Kakek.
Materi Hari ini yaitu penjelasan tentang element air dan tanah lalu, juga mencobanya apakah Kai dapat
menggunakan element air dengan baik dan benar.
Element air adalah salah satu element
yang berguna walaupun tidak terlalu kuat namun, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, contohnya menyiram dan juga dapat digunakan untuk menyerang, damage yang di dapatkan saat terkena serangan air adalah seratus.
Element Tanah adalah sebuah element
yang biasanya digunakan untuk perisai dinding, dan juga dapat digunakan untuk menyebrangi suatu misalnya, jurang. Dan damage yang di dapatkan adalah seratus duapuluh lima.
kakek Hara pertama - tama ingin melatih kemampuan air milik Kai. Pertama Kai diminta untuk lebih tenang
perlahan Kai mulai menenangkan dirinya.
Kakek Hara meminta Kai untuk berdiri satu kaki dan seimbang, jika sudah seimbang tandanya ia memang layak untuk dilatih. Setelah itu Kai diberikan sebuah ember berisi air dan Kai pun berdiri
dengan satu kaki dan memintanya untuk seimbang.
Setelah berlatih kecepatan, keseimbangan, ketepatan Kakek Hara akhinnya percaya pada Kai dan memberikan
sebuah gulungan kertas untuk dibaca dan dipelajari Kai.
__ADS_1
Kakek Hara dan Kai berlatih hingga sore hari, walapun kemampuan kai belum ada apa - apanya namun, setidakanya dia mau berrusaha meningkatkan kemampuannya.
# Sementara Hideko.
Hideko masih bermasalah dengan kemampuan telepatinya, Hideko masih berusaha karena itu sangat lah rumit
sekali. Sato mengusulkan Pada Hideko untuk membaca pikirannya apakah bisa, jika tidak bisa maka latihan kali ini akan diakhiri saja.
“ Hei Hide,cobalah berkonsen terasi, jika kau sudah mendengar suara ku maka tanda nya kau berhasil “
Hampir empat menit Hideko mencoba, tiga menit kemudian Hideko mendengar suara Sato .
“ Hideko payah “ Ucap Suara Sato yang terdengar oleh nya.
Hideko langsung membuka matanya dan marah kepada Sato, mengapa tidak ucapkan kata lain saja. Sato hanya pura - pura tak mendengar Hideko dan mengabaikan Hideko yang sedang berbicara sendiri. Hideko akhirnnya kesal membuatnya merasa geram dan ingin menendang kepala Sato yang sedang terbaring di rerumputan yang hijau.
Tiba - tiba Sato membuka mata“ Hmm kau berhasil, Selamat hebat tingkatkan lagi”
Hideko masih geram dengan sikap Sato namun, ia juga senang diberikan pujian oleh Sato.
Sato pun bangun dan mencuci mukanya, lalu meminta Hideko untuk beristirahat terlebih dahulu baru mereka akan pulang. Hideko pun beristirahat namun, lama - kelamaan Hideko mulai bosan karena Sato hanya tidur saja, Hideko pun bermain di tengah rerumputan hinga, seekor kelinci kecil dan manis datang membuat Hideko merasa gemas dan mengejar kelinci tersebut. Sore mulai tiba kabut mulai bermunculan kembali, Hideko mulai takut karena ia sendirian.
“ Sato, dimana kamu aku takut.” Teriak
Hideko terus mencari jalan pulang namun, di dalam kabut tersebut sungguh seperti labirin.
-----------_________------------________---------__________
Sato mencari Hideko hingga satu jam, bagaimana jika Hideko hilang. Karena Sato bisa mengendalikan angin ia bisa menyingkirkan kabut dari hadapan nya.
Sementara Hideko terus berjalan dan tidak dapat melihat sekitarnya,saat Hideko sedang lengah ia tidak melihat di
hadapan nya ada pohon dan membuat Hideko menabrak nya.
“ BRRRAAAKK” Suara Hideko menabrak
pohon.
“ Hideko kau dimana” Teriak Sato.
Sudah satu jam Sato mencari Hideko namun, masih saja belum menemukan Hideko.
Sementara Hideko.
Beberapa menit kemudian Hideko sadar dan lansung bangun, dan melihat sekitarnya masih penuh dengan kabut.
__ADS_1
“ Apa yang terjadi, aduh kepala ku pusing “ Ucap Hideko sembari memegang kepala nya yang memar.
Hideko kembali berdiri dan diam tidak bergerak melihat keseliling nya , Ia hanya dapat melihat kabut, tiba- tiba ada
yang memegang pundak nya dan Hideko diam tidak bergerak karena ketakutan .
“ Hey Hideko kemana saja kamu?.”
Hideko pun menoleh ke belakang saat di llihat ternyata Sato, Hideko menghela nafas untung saja bukan hantu.
“ Sekarang ayo pulang kakek pasti menghawatir kan kita, dan pasti aku akan
dimarahi berkatmu!.” Ucap Sato.
Hideko hanya bisa diam mengikuti Sato yang menarik tangannya dengan sangat kasar, beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai . Sato pun membuka pintu, Saat Sato membuka pintunya dihadapan nya Kakek Hara Sudah berdiri.
“ Dari mana saja kalian ?” Tanya Kakek Hara.
Sato menceritakannya denga jelas padat dan merinci sekali, kakek Hara menepuk jidatnya. Tiba – tiba Haruto datang dengan membawa tiga buah pisang, Haruto pun menawarkannya pada Hideko namun,
Hideko menolaknya.
Haruto pun membuka kulit pisang da melempar nya tanpa beban ke arah belakang yang bertepatan dengan Sora yang lewat sembari membawa kue.
“ BBRRUUKK “ Suara Sora Jatuh.
Tiba – tiba dari arah belakang ada yang memegang pundak Haruto , saat Haruto menoleh di belakang nya ada Sora dengan kue di atas kepala nya,
“ GLEK.”
“ HA RU TOO!!! Wacauuu rasakan iniii!!!.” Teriak nya dengan kue dikepalanya.
Sora pun memukul Haruto dengan super keras sekali. Mereka yang melihat hanya bisa menahan tawa dari tingkah mereka berdua.
All: Pfffttt
Keesokan Hari nya.
Kakek Hara pun terbangun lebih pagi lagi, dan menyiapkan sarapan untuk mereka lalu datang pada kamar mereka untuk membangunkannya.
“ Pagi semua ayo bangun sudah pagi” Ucap Kakek Hara.
Mereka pun bangun dan mengumpulkan nyawa, lalu turun ke bawah untuk menyantap sarapan pagi mereka.
“ Selamat makan semua” Ucap Kakek Hara.
__ADS_1