ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME

ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME
ACT 28


__ADS_3

CHAPTER 28


Sesampainya dipenginapan para peserta Kai, Sato , dan Hideko pun beristirahat sejenak dan membaca beberapa buku – buku yang terdapat pada rak buku di kamar mereka.


Sato pun membaca sebuah buku berisikan sejarah Negara angin Sato membaca hingga halaman dua puluh enam namun, saat di halaman dua puluh tujuh nampaknya halaman pada buku tersebut hilang tidak tahu kemana akhirnya Sato menyimpan buku tersebut, tiba – tiba suara dari kamar sebelah terdengar seperti sedang ada turnamen saja suara barang terlempar.


Sato pun menghampiri kamar sebelah dan membuka pintunya, didalam tidak ada siapa – siapa hanya kucing yang sedang menaiki atas lemari.


“ Hanya kucing, kupikir ada pertempuran dalam ruangan lalu apa penyebab barang berantakan, ah mungkin hanya kucing itu yang menghancurkan ruangannya” Pikirnya dalam hari.


Sato pun kembali pada kamarnya, ia baru membuka pintunya tiba – tiba ada yang melempar wajahnya dengan bantal dan ternyata Hideko dan Kai yang sedang bertengkar mengunakan bantal.


Sato pun membalas mereka , akhirnya mereka hanya berperang dengan bantal membuat ruangan kamar mereka hancur berantakan seperti ada badai.


Sementara dipenginapan mereka.


Haruto pun berjalan menuju kamar Yukiko berniat untuk mengerjai Yukiko dengan spidol hitam. Saat Haruto masuk kedalam kamar Yukiko seperti sedang mencari sesuatu dan ia melempa semua barangnya dan salah satu barangnya terlempar dan tersangkut di pintu. Haruto berniat mengejutkannya dengan berteriak.


“ Satu, dua, tiga.”


“ Diamlah Haruto, sudahlah jangan ganggu aku lebih baik kamu membantuku” Ucapnya.


Haruto terkejut Yukiko bisa mengetahuinya, apakah Yukiko memiliki mata dibelakang atau dia adalah Hantu. Haruto bertanya Yukiko sedang mencari apa, terlihat sangat teliti mencarinya apakah barang penting.


Haruto memutuskan untuk membantu Yukiko dalam percarian barangnya walaupun ia tidak tahu barang apa itu.


“ Yukiko, kamu mencari apa?” Tanya Haruto karena merasa penasaran.

__ADS_1


Yukiko hanya menjawab bukan apa – apa dan tiba – tiba meminta Haruto untuk pergi. Haruto pun keluar ruangan saja karena Yukiko juga mengusirnya.


Haruto pun pergi untuk membeli es krim vanilla di toko samping penginapan mereka. Haruto membeli dua es krim dan berniat untuk memberikannya pada Yukiko, Haruto pun berjalan menju penginapanya dan ia mulai menaiki tangga menuju lantai tiga, saat sampai Haruto mengetuk pintu kamar Yukiko dan masuk.


Didalam tidak ada siapa pun selain angin dan jendela terbuka namun, terdengar suara dari kamar mandi mungkin Yukiko sedang mandi. Haruto pun menyimpan es krim milik Yukiko di kulkas dan ia pun memakan es krim miliknya sembari duduk di kursi sofa.


CLAKK...


Pintu kamar mandi terbuka Yukiko terkejut tiba – tiba Haruto datang, Yukiko kembali masuk ke dalam kamar mandi wajahnya juga memerah. Sementara Haruto juga lari terbirit – birit dan wajahnya lebih merah.


Yukiko melihat sekitar dan secepatnya berlari menuju kamarnya, dikamarnya Yukiko melepas handuknya dan segera mengunakan pakaian, Yukiko juga mengikat ramburnya dan keluar kamar.


Di kamar Haruto, ia sedang duduk di kursi sofa menyantap mie instan seperti biasanya sembari membaca berita di Koran karena di dunia ini tidak ada sama sekali alat – alat elektronik sama sekali.


----------------------------------_______________--------------------------------


Tiba – tiba sinar matahari tertutup angin langit yang berwarna biru cerah berubah menjadi abu – abu seketika langit mengelap cahaya matahari pun lenyap, dan hujan mulai turun perlahan turun membasahi tanah, begitu indah aliran air yang turun.


Kakek Hara duduk sembari menikmati secangkir the hangat ditemani manisan coklat yang enak untuk menjadi teman santai. Hideko, sato, dan Kai berbaring dilantai menatap langit – langit rumah sembari mendengar hujan.


Mereka semua begitu menikmati indahnya hujan, diluar terlihat anak – anak yang sedang bermain di bawah air hujan mereka menjadi teringat pada keluarga mereka.


Ditengah suara hujan Sato kembali mendengar suara aneh dari ruangan sebelah membuatnya semakin penasaran dan memutuskan untuk pergi pada kamar sebelah.


Di dalam ruangan itu masih sama tidak ada siapa pun, suara dari bawah kasur terdengar Sato mencoba untuk memeriksa namun, pintu kamar tersebut terkunci rapat seketika sato sangat terkejut dan mencoba membuka pintu berkali – kali ia mendorong pintu dengan keras sama sekali tidak bereaksi apa pun, dan anehnya kenapa orang – orang diluar sana sama sekali tidak mendengar ia sedang berusaha keluar.


DIKAMAR…

__ADS_1


Dikamar Kai dan Hideko masih melamun menatap langit – langit dinding, Mereka tidak menyadari Sato menghilang.


TOK.. TOK…


“ Siapa?” Tanya Yukiko dan Kai.


Pintu pun terbuka ternyata kakek dan Sora membawa kue jahe untuk disantap bersama dan juga mereka membawa susu sapi yang hangat di dalam dua buah botol. Mereka terkejut dan memeluk kakek karena kakek Hara sudah mereka angap sebagai orangtua mereka sendiri. Kai mengambil beberapa cangkir dan satu buah piring untuk menyajikan kue jahe.


SEMENTARA SATO…


“ Siapa pun, tolong aku apa tidak ada yang dengar!?” Teriak Sato dengan sangat kencang dan masih tidak ada yang mendengarnya.


Ia coba melempar pintunya mengunakan kursi namun, masih saja tidak terbuka entah pintu tersebut di kunci dari luar.


Sato mencoba melihat di bagian rak buku mungkin saja ada kunci cadangan untuk ia gunakan namun, tiba – tiba pintunya kembali terbuka sendiri Sato langsung berlari sekencang mungkin untuk keluar dan pintunya kembali tertutup seperti ada yang mempermainkannya.


Sato begitu kesal, ia pun memutuskan kembali mencari di rak buku ia menginjak sesuatu yang membuat pintunya terbuka ternyata yang membuat pintunya terbuka adalah sebuah tombol kecil di sudut ruangan dekat rak buku, Sato mencoba mengangkat kakinya lalu menginjaknya kembali dan ternyata jika ia mengijak tombol tersebut maka pintunya akan terbuka dan sepertinya ada sebuah mekanisme yang tersambung pada tombol tersebut untuk membuka pintu tersebut.


Akhirnya Sato bisa keluar dari ruangan tersebut, Sato langsung kembali pada kamarnya dan terkejut dengan kedatangan kakek dan Sora, begitu juga dengan mereka yang sama terkejutnya dengan kemunculan Sato yang tiba – tiba.


“ Hei – hei, rupanya tidak ada yang menyadari aku hilang.” Ucap Sato.


Mereka hanya menganguk karena seingat mereka Sato pergi ke kamar mandi. Kakek Hara tiba – tiba tertawa entah kenapa kakek tertawa, Sato pun duduk disudut ruangan dan merasa kebingungan apa ada hal tersembunyi didalam ruangan tersebut.


Sato pun berdiri dan meminta perhatian, semuanya pun mendengarkan dirinya, Sato pun mulai bercerita dengan kejadian yang telah dialaminya. Semuanya awalnya tidak percaya dan mengangap itu hanya hayalan Sato namun, Sato menjelaskannya lagi dan mereka semua mulai percaya dengan hal tersebut walaupun masih setengah percaya.


*

__ADS_1


*


*To be continue..


__ADS_2