
*ACT*** 37**
Matahari mulai tinggi namun mereka masih saja belum bangun, mungkin mereka lelah setelah melakukan perjalanan kemarin. Seperti biasanya Sora lebih cepat di bandingkan mereka, Ia pun bergegas membangunkan teman – teman nya.
Setelah mereka sarapan mereka langsung bergegas untuk melanjutkan perjalanan tersebut. Mereka sampai di sebuah hutan dengan permukaan keseluruhannya adalah kaca. Pohon dan daunnya adalah kaca, dan juga tanahnya yang terbuat dari kaca.
Dari ke jauhan terdengar suara langkah kaki yanh cukup besar, suara itu mendekat dan terus mendekat dan saat muncul sosok itu ternyata hanya seekor rusa dengan ukuran besar.
Mereka berjalan dengan hati – hati, karena permukaan kaca sama dengan permukaan es. Di hutan itu mereka menemukan sebuah lubang dan mereka tergelincir ke dalam nya. Di dalam lubang tersebut terdapat sebuah Goa
berisi kan reruntuhan sebuah bangunan kuno dengan permukaan tembok kaca.
Mereka juga menemukan sebuah batu bertulisan ‘welcom to Elbonia’ dan mereka menemukan potongan dari kertas yang setengah terbakar dan kertas itu berisi kan sebuah bahasa kuno sehinga mereka tidak dapat memahami kata – kata tersebut namun, mereka menyimpan kerts tersebut mungkin saja kelak mereka akan membutuhkan nya.
Yukiko menemukan sebuah potongan berbentuk bulat dengan tanda merah , entah di mana setengah dari potongan tersebut. Mereka pun menyimpan kertas serta potongan tersebut, mungkin mereka dapat mengunakannya.
Mereka pun mencari jalan keluar dari goa tersebut, setelah beberapa menit berputar – putra mereka menemukan tangga namun, tangga itu berbeda tinggi nya dan jaraknya.
“ Apa kita akan memanjat, ini rasanya seperti di dalam game.” Ucap Haruto.
Yukiko membalas perkataan Haruto.” Ini memang dunia game bodoh.!”
Mereka mengunakan alat yang di berikan walikota berupa ramuan agar lompatan mereka tinggi. Setelah sampai, mereka di sambut oleh sebuah labirin. Terpaksa mereka harus melewati labirin tersebut. Berkali – kali mencoba masih saja mereka menemukan jalam buntu, mereka duduk sebentar. Setelah berputar – putar, mereka menemukan sebuah lubang berisi sebuah potongan.
Tiba – tiba..
“kalian harus mendapat kan potongan terakhir, agar kalian dapat keluar dari permainan ini namun, ada syarat nya.”
Setelah di pikir – pikir mereka sudah menemukan potongan tersebut namun, masih tersisa satu potongan lagi.
“ Jika kalian ingin mendapat kan yang kalian mau ,kalian harus mengikuti permainan bernama siapa pembunuhnya, dan untuk para pemenang kalian boleh meminta apapu, kecuali keluar dari permainan ini .”
Dari posisi di sebuah goa es mereka berpindah tempat menjadi di sebuah gedung, di dalam gedung tersebut banyak orang.
__ADS_1
“ Bu-bukan kah itu anak yang berada di berita?!.”
Ternyata seluruh remaja yang hilang di malam tahun baru tersebut berada di sini, ternyata mereka juga terjebak di dalam game.
“Untuk para pemain bertahan lah sebisa mungkin jika kalian mati, kalian tidak akan kembali ke dunia kalian lagi selamanya.”
Seketika Sora terdiam pertanyaan yang ada di kepalanya adalah apakah mereka tahu bagaimana harus keluar dari permainan ini. Tiba – tiba liontin yang Putri Seina berikan menghilang, begitu juga peralatan yang mereka bawa, dan juga Kai dan Sato menghilang, apakah mereka bukan berada di game Gemu no sekai melainkan mereka di teleport ke game lain. Latar belakang game ini adalah sekolahan namun, terdapat kubah yang mengelilingi sekolah
tersebut.
“ Selamat datang di game ‘ who the killer’.”
Tiba - tiba salah satu pemain terkena tembakan dari arah kanan, entah siapa yang melakukanya semuanya terlihat panik karena jika sampai mati di sini mereka tidak akan bisa keluar.
Dua orang wanita mengenakan pakaian hitam dan celana pendek berwarna abu, mereka memberikan kalung pada setiap pemain.
“ Semua perhatikan layar di atas, nah di liontin kalian terdapat nomor – nomor dan juga di layar atas, jika nomor di atas menjadi warna merah tandanya sang pemain telah terbunuh. Nah selamat bermain, semoga kalian menikmatinya.”
Sebenarnya mereka berada di mana, nampaknya permainan ini juga menyebabkan para remaja menghilang, mungkin kah mereka selamat dari permainan ini..
Mereka terpaksa harus berpisah, Hideko bersama Sora dan Yukiko bersama Haruto menuju kanan. Mereka sedang mencari siapa pembunuhnya, saat sedang mencari mereka di kejutkan oleh pintu dengan darah mengalir di
bawah nya. Saat di buka hanya ada pisau dan juga boneka yang terpotong, tiba – tiba ada pengumuman bahwa mereka berubah pikiran, anak yang mati akan respaun namun mereka akan kembali ke game gemu no sekai dan tidak akan mendapatkan kunci untuk melanjutkan game tersebut.
Mereka masih mencari siapa yang pelakunya, di tengah – tengah permainan Sora berpisah dengan Hideko karena muncul asap yang sangat tebal yang membuat mereka berpisah. Saat asap itu hilang
Sora berada di sebuah tempat medis yang berisikan obat – obatan. Sora mengambil
beberapa mungkin saja ia akan membutuhkan nya nanti, saat sedang mengambil obat – obatan ia menemukan kertas yang bertuliskan “ kanan sepuluh dan kiri dua”, Sora menyimpan terlebih dahulu kertas tersebut di saku celanannya.
Sementara Hideko berada di ruang kelas dan semua kursi terbalik, meja - meja juga berantakan. Di papan tulis tertulis “Meja, lemari, atas kertas, petunjuk..”.
Hideko langsung melihat ke belakang dimana ada meja yang masih utuh dan berdekat an dengan lemari kayu yang berisi kan seragam sekolah. Hideko pun mendekat pada meja itu dan melihat ke atas, pada saat di lihat ada sebuah kertas yang melekat di atas langit – langit. Hideko menaiki meja tersebut karena Hideko termasuk gadis yang tidak terlalu tinggi, Hideko mengambil beberapa buku – buku untuk di tumpuk.
__ADS_1
“ Huh, semoga aku tidak terjatuh.”
Hideko mulai menaiki meja tersebut dan mengambil kertas tersebut, setelah di baca kertas itu bertuliskan “ pelakunya berbaju hitam, dan juga selalu tersenyum.”.
Satu- satu nya yang memakai baju hitam adalah orang yangterkena panah tersebut namun, tidak mungkin, Apakah ia memiliki kembaran,. Hideko segera berlari keluar ruangan dan berusaha untuk menemukan sora secepat mungkin, setelah mencari cukup lama Hideko akhirnya menemukan Sora yang tengah memandangi sebuah rak yang di penuhi buku yang sudah berdebu, mungkin sudah lama tidak di baca.
“ Ya ampun Sora, akhirnya aku menemukan mu juga huh, kau
sedang apa memandangi rak buku seperti itu? Dan sejak kapan di ruang Unit
darurat ada rak buku, di setiap sekolah ku hanya ada lemari yang di penuhi obat– obatan.”
“ Entahlah mana ku tahu, ngomong - ngomong ada yang aneh
dari rak buku ini, bentuk nya tidak simetris dan juga ada lebih satu buku di sebelah
kanan, Aa! mungkin kah ini ini salah satu teka teki, apakah ini berhubungan
dengan kertas yang aku temukan!.”
Sora segera mengeluarkan kertas tersebut dan mulai menyusun buku tersebut bersama Hideko,
setelah selesai menyusun tidak ada yang terjadi, Sora dan Hideko sedikit
kebingungan apa yang salah padahal tidak ada yang salah jumlah. Sora mencoba
membalikan kertas tersebut, tiba – tiba sesuatu terjadi di ruangan tersebut.
*
*
*
__ADS_1
To be continue