ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME

ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME
ACT 32


__ADS_3

Act 32


“ Ho.. ho… apa kabar semua?, sudah lama kita tidak berjumpa.”


Catatan:


Pria ini adalah pemimpin dari sekelompok Excorcis yang sudah mendunia, ia juga


sekaligus pimpinan Pemburuan Kristal antik, Pria ini bernama Frank dan usia nya


adalah lima puluh tahun bamun, wajahnya masih Nampak seperti anak delapan belas


tahun dan postur tubuhnya yang sangat atletik dan berotot.


Ia juga adalah guru dari perguruan ability and magic training ,


Dan juga ia adalah salah satu dari ras Zenint.


Wanita itu turun dan bertepuk tangan, dan perlahan


mengahmpiri Frank. Wanita itu juga tersenyum pada Frank dan mulai tertawa,


begitu juga dengan Frank mereka hanya kebingungan sekali kenapa mereka bisa


seakrab itu.


Tidak ada riwayat kaum Demon dan excorcis berdamai kan,


mereka berfikir terus bukan kah Tuan Frank benci sekali terhadap kaum Demon.


“ Hah.. dari dulu hingga sekarang kau masih saja dengan


sikap jahilmu sudahlah tidak baik mengerjai anak – anak .”


“ Oh iya aku Lydia,


dan Baiklah ku akui… aku hanya mengerjai kalian monster itu hanya ilusi dan


tentu saja kamu bukan anaku, bahkan aku belum pernah menikah, dan.. dan semua


ini hanya kejahilanku ehehe… dan aku tidak mungkin menguasai dunia.. aku tidak


mau disantap oleh kaka ku yang mengerikan ini.”


“ KKAKAK?!.”


Sontak mereka terkejut selama ini tuan mereka yang dikenal


membenci sekali kaum Demon, dan tuan Frank memiliki adik seorang kaum Demon.


“ Huh.. kalian pasti heran ya.. jadi semua nya berawal saat.”


Kejadian itu


berawal saat Frank berumur sepuluh tahun, dan kebetulan saat itu sedang terjadi


sebuah pertarungan yang menyebabkan banyak sekali korban yang berjatuhan


termasuk ayah dan ibu Frank.


Ayah Frank adalah seorang Excorcis dan ibu Frank adalah seorang Healing


magician.


Saat itu Frank diurus oleh seorang kakek bernama Taowa, ia


diurus hingga berumur lima belas tahun, setelah itu kakek Taowa meninggal dunia


dan Frank kembali sendirian dan menjadi seorang anak jalanan yang tidak punya


tempat untuk berteduh ataupun pelukan hanggat dari seorang ibu.


Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Lydia saat ia masih


kecil, Frank dan Lydia pun hidup bersama selama sepuluh tahun hingga mereka


ditemukan oleh kelompok Excorcis dan mereka diangkat sebagai anak asuh para


Excorcis.


“ Jika kalian sudah tahu mari pulang, dan Lydia kamu tidak

__ADS_1


boleh pulang sebelum membereskan semua kekacauan yang telah kau perbuat titik.”


“ Huh.. kau begitu kejam.. huh yasudah.”


Frank pun pulang kembali pada markasnya bersama ketiga anak


buahnya yang menyebalkan itu, Begitu pula dengan mereka.


Sesampai nya di penginapan mereka dari luar kamar saja sudah


terdengat suara berisik antara Pangeran Yokohama dan Putri Yuna sedang beradu


mulut sungguh menyebalkan sekali sedang lelah masih saja harus di hadapkan oleh orang - orang yang seperti ini huh..


“ Kalian bisa diam kami lelah.”


Pangeran Yokohama dan Putri Yuna pun saling membuang muka,


entah kenapa jika mereka ditingalkan berdua pasti akan seperti tom and jery.


Mereka sampai pusing dengan sikap kekanak – kanak kan dari Pangeran Yokohama


dan Putri Yuna.


Keesokan paginya mereka mendapat kabar bahwa lomba akan


diundur karena terjadi beberapa kerusakan pada arena turnamen tersebut jadi


akan kembali dilaksanakan pada satu minggu setelah nya. Mereka hanya bisa


mengahabiskan waktu seperti biasanya dengan tidur, makan, tidur, makan, setiap


harinya.


Hari – hari biasanya mereka lalui hari yang benar – benar membosankan,


tidak ada yang dapat dilakukan selain tidur hingga mereka mendapat sebuah


tawaran dari Putri kerajaan Angin Yaitu Putri Wind untuk mengikuti sebuah


tantangan yang berhadiah Kristal yang mereka cari tanpa harus mengikuti


Dengan cara mengambilkan Pedang milik ksatria kerajaan angin


yang sudah lama hilang di sebuah sarang naga angin di utara. Mereka pun


menyetujuinya dan akan diantar oleh Prajurit kota angin besok pagi.


Keesokan harinya mereka sudah sampai di sarang naga angin,


para prajurit meningalkan mereka.  Hideko, Kai, dan Sato mulai memasuki sarang naga tersebut. Baru saja masuk


mereka sudah dikejutkan oleh sesosok naga raksasa memiliki sisik putih dengan


perpaduan biru tua dan biru muda.


“ Siapa yang berani mengangu sarangku.”


“ Dia. “ Mereka saling menunjuk antara satu sama lain.


“  Enyahlah kalian wahai alien durjana ROOAAARR.”


Mereka membuat setrategi yaitu Kai mengalihkan, Sato


mengambil Pedang, Hideko mengawasi . Kai berlarian kesana kemari agar naga itu


mengejarnya.


“ Cepatlah teman – teman.”


Naga itu semakin marah dan menyemburkan api biru yang hampir


saja mengenai tangan Kai.


Sementara Hideko dan Sato yang masih kesulitan untuk mengambil pedang tersebut.


Sato sekali – kali mencoba membuat gravitasi agar pedang tersebut melayang ke


angkasa namun, sayangnya cara itu tidak  berhasil justru malah memancing naga tersebut.


“Ooo… Ooow.. LARRRIII!.”

__ADS_1


Sekarang Hideko dan Sato yang dikejar oleh naga tersebut dan


naga tersebut lebih marah kepada mereka karena berani menyentuh pedang miliknya


dan Kai sekarang tidak dilirik sama sekali oleh naga itu. Sementara Hideko dan Sato


yang sedang di jadikan alat olah raga oelh naga tersebut.


Ekspresi Kai  “ 0-0 “


Kai mencoba menarik pedang itu sekuat tenaga bahkan hingga


berganti – ganti, ia mencoba menendang pedang tersebut namun, hanya membuahkan


kaki memar ehehehe ide konyol. Kai sudah kehabisan ia dan Ia hanya bersandar di


pedang itu dan pedangnya jatuh.


“ Memang diriku seberat apa sih?-=.”


Kai mengambil pedangnya dan memberi isyarat agar teman –


teman nya berbalik arah. Sato dan Hideko mengahmpiri Kai dan diikuti oleh sang


naga.


Mereka kembali dikejar sampai keluar sarang naga tersebut,


mereka pun masuk ke dalam air dan mengintip sedikit keluar.


“ Eee… naga itu small brain.” Ucap mereka kompak.


Mereka pun pulang dengan baju basah kuyup dan beberapa lumut


dan gangang di kepala mereka. Sesampai nya di Istana sang Putri mereka


menyerahkan pedang tersebut Pada Putri Wind. Sebagai imbalannya Putri Wind


memberikan Kristal tersebut pada mereka dan hadiah turnamen digantikandengan Kristal


lain.


Karena sudah mendapatkan Kristal yang mereka butuhkan mereka


memutuskan untuk pergi dan kembali berkelana mencari Kristal selanjutnya namun,


Kakek Hara tidak ikut dan memilih untuk menetap disini saja.


Mereka pun bersalaman dengan teman mereka yang disini dan


juga Pangeran Yokohama akan dibawa oleh Putri Yuna ke kerajaan nya dan akan


diantar kan pulang nantinya. Mereka pun berpamitan dengan teman – teman mereka.


Mereka kembali berkelana untuk mencari Kristal selanjutnya


dan juga mencari tahu hal – hal lain yang ada didunia ini, apakah ada hewan –


hewan menarik di dalam dunia game ini, pasti aka nada banyak sekali hal menarik


terutama pada hewan – hewannya.


“ PERJALANAN DIMULAI LET’S GO!!.”










To be continue…

__ADS_1


__ADS_2