ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME

ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME
ACT 29


__ADS_3

ACT 29.


Hujan nampaknya sudah mulai kecil namun, masih hujan belum berhenti sepenuhnya,setelah selesai berbincang dan menikmati secangkir teh, kakek Hara, Yukiko dan, Haruto pun kembali pada penginapan mereka. Di dalam ruangan tersisa Kai , Hideko , Sora, dan Sato, yang masih menghabiskan teh mereka,Ruangan kamar mereka kembali sepi hanya ada mereka berempat.


“ Sora, kenapa tidak ikut pulang dengan yang lainnya?” Tanya Hideko pada Sora.


“ Karena jika aku kembali aku akan sendiri karena aku tidak memiliki teman sekamar, Haruto dan Yukiko mereka memiliki kesibukan tersendiri.”


Hideko pun membuka percakapan dengan membahas hal yang ada di dunia Hideko dan Sora. Sato dan Kai sedikit tertawa saat Hideko menceritakan hal lucu tentang Sora, yaitu saat Sora tersedak air dan batuk pada wajah ketua OSIS membuat Sora terkena marah seluruh OSIS, wajah Sora memerah dan memukul kepala Hideko.


“ Dasar bodoh, kenapa kau ceritakan hal memalukan seperti itu.”


Ruangan itu kembali ramai karena suara canda tawa dan percakapan antara mereka, bahkan sampai suara mereka terdengar oleh peserta lainnya.


Sora juga tidak diam saja, ia juga akan membalas hal yang Hideko katakan.


Sora bercerita saat Hideko terkejut melihat bayangannya sendiri saat di cermin, Kai dan Sato tertawa karena cerita lucu tersebut.


Tiba – tiba hujan kembali besar dan suara petir terdengar, Hideko sangat terkejut dan tidak sengaja memukul wajah Kai yang berada di hadapannya.


Beberapa saat kemudian Kai pun mulai merasa bosan dengan percakapan ini dan memutuskan untuk membeli makanan ringan saja dan Kai juga berniat untuk membawakan untuk teman - temannya, karena di kulkas hanya terdapat sarang laba – laba dan juga debu.


“ Aku pergi ya untuk membeli makanan ringan, aku juga akan membelikan untuk kalian juga.” Ucap Kai.


Kai pun membuka pintu dan menutupnya kembali agar tidak ada pencuri masuk, Kai pun menuruni tangga dan saat ia ,menuruni tangga Kai menemui banyak orang – orang baru yang sangat ramah bahkan Kai sampai ditawarkan secangkir teh hangat oleh stuf di di penginapan tersebut namun, para peserta tidak terlalu ramah lingkungan :v.


Setelah sampai di luar Kai pun membawa payung yang disediakan di depan pintu dari penginapan tersebut.


Kai menatap langit yang masih gelap, air hujan yang turun secara perlahan membasahi wajahnya, Kai pun berjalan dan melihat kesekitar untuk mencari makanan yang mungkin saja enak.

__ADS_1


Kai menemukan kedai milik Nera dan didalamnya terlihat ramai dengan pengunjung, Kai pun masuk dan segera menemui Nera.


“ Halo Nera, bolehkah aku memesan roti gandum dan secangkir coklat panas?.” Ucap Kai.


“ Tentu saja kak Kai, akan saya antarkan dimana mejanya kak?.” Jawab Nera.


Kai menunjuk pada meja yang berada di sudut dekat sebuah akuarium berisikan hewan aneh. Kai pun duduk dan melihat pada akuarium berisikan ikan berkepala kucing.


Beberapa saat kemudian Nera datang dengan secangkir roti dan juga coklat panas. Kai pun mulai menyantap roti tersebut dan meminum coklat panas tersebut.


“ Aduh panas sekali.”


Kai begitu tergesa – gesa saat meminum coklat panas tersebut, sampai – sampai ia tidak menyadari bahwa itu coklat panas. Setelah selesai minum Kai pun membayarnya, Kai pun keluar dan mencari beberapa makanan ringan lainya.


Kai melihat sebuah toko yang banyak sekali makanan baru yang ia lihat , ia pun memasuki toko tersebut dan melihat – lihat makanan yang berada di dalam tersebut.


Di dalamnya banyak hal baru yang ia lihat, beruba beberapa minuman kaleng yang pertama kali ia lihat.


Kai pun mencoba mendekatinya namun, tiba – tiba burung itu berubah menjadi manusia dan ternyata pria itu adalah yang waktu itu berada di café, pria tersebut adalah witc tingkat sepuluh yang berarti sudah mencapai tingkatan master. Sementara Hideko , Kai dan, Sato baru mencapai tingkat delapan atau bisa dibilang silver, Kai benar – benar menganguminya.


Setelah melihat hal – hal yang baru Kai pun kembali untuk mengantarkan makanan. Kai berjalan pulang sendirian ditengah hujan yang sudah mulai deras, Kai pun berteduh di sebuah pondok kecil yang nyaman, dan ternyata di pondok tersebut Kai bertemu dengan seekor kucing yang imut berwarna kuning. Kai pun mengangkatnya dan mengelus kepalanya namun, Kai melihat dulu ini memang kucing asli atau kucing jadi – jadian seperti burung tadi yang ternyata seorang witc tingkatan master.


“ Cing, kamu benar – benar kucing atau kucing yang palsu?.”


Kucing tersebut menjilat pipi Kai, yang membuatnya terkejut sekali namun, Kai juga merasa gemas dengan kucing tersebut.


Kai mengingat ia membeli sebuah daging yang tadinya akan ia masak saat malam, walaupun Kai tidak bisa memasak mungkin Kai bisa meminta bantuan Sato, Kai pun membuka bungkusan dari daging tersebut dan memberikan sebagian dari daging tersebut untuk kucing tersebut.


Kucing tersebut memakannya dengan lahap, beberapa saat kemudian seorang gadis mungkin sekitar tujuh belas tahun dengan basah kuyup ia datang dan memeluk kucing tersebut.

__ADS_1


“ Ciko chan, kamu kemana saja, terimakasih tuan sudah menjaga kucing saya” Ucapnya sembari tersenyum.


Kai pun membalas senyumnya, Gadis tersebut memberikan sebuah tali untuk Kai ia berkata itu adalah tali keberuntungan.


Gadis tersebut pun pergi sembari membawa kucing tersebut ke rumahnya kembali.


Kai menunggu hujan reda agar ia bisa pulang tanpa basah, sinar matahari pun kembali muncul dan menyinari seluruh tanaman.


Perlahan hujan mulai reda, dan juga hewan – hewan mulai keluar dari sarangnya, bunga – bunga kembali mekar, tanah mulai mengering. Kai pun akhirnya bisa kembali pada penginapan tanpa harus pakaian nya terkena air.


\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=\=-\=\=-\=\=-\=-\=-\=-\=\=-\=-\=-


Sementara di penginapan Sato dan Hideko membuat lelucon dan Hideko menceritakan semua hal lucu yang pernah ia lihat di Tokyou.


Tiba – tiba Sato teringat pada ruangan tersebunyi tersebut dan mengajak Sora dan Hideko pada ruangan tersebut.


Mereka pun membuka pintu dan seperti biasa pintu tertutup dengan sendirinya, Sora dan Sato pun memindahkan kasur tersebut dan pintunya tidak ada.


“ Dimana?, apa kau berbohong Sato?!” Tanya Hideko.


“ Tidak mungkin, aku tidak berbohong.” Jawab Sato.


Karena tidak ada apapun mereka pun kembali namun, Hideko binggung kenapa pintunya tidak terbuka, Sato menertawakan Hideko karena ia Nampak seperti anak kecil yang berusaha membuka pintu dengtan cara yang konyol.


Sato pun menginjak tombol tersebut namun, tidak ada yang terjadi sebenarnya ada apa ini.


*


*

__ADS_1


*


To be continue.


__ADS_2