
Perjalanan pertama mereka melewati sebuah Jembatan yang teransparan, sehingga mereka harus melempar batu setiap akan berjalan supaya tidak terjatuh, ya walaupun sungai nya adalah susu namun, jika terjatuh baju mereka akan basah.
Kali ini tujuan mereka adalah kota Air, disanalah keberadaan kristal angin. Sebelum sampai mereka harus melewati banyak hal.
Mereka melewati sebuah guha es yang dapat mereka gunakan sebagai cermin dan tentunya licin sekali.
" Kai, lihat aku dapat bercermin disini!."
Wajah mereka kadang berubah - ubah menjadi wajah konyol sehingga mereka saling menertawakan wajah mereka.
Mereka juga menemukan hewan yang aneh mulai dari kucing namun, memiliki telinga kelinci, dan juga ada...
" Huwaa Makhluk apa ini, sepertinya dia mau meledak larii!!." Teriak Hideko.
Ya benar, kalau kalian player minecraft pasti tau kan?, Creper ya benar Creper.
Creper itu akhirnya meledak namun, tiba - tiba muncul Creper mutan. Mereka tidak dapat melawannya karena mereka tidak tahu makhluk apa itu, Mereka hanya bisa berlari saja sejauh mungkin.
" Sial."
Mereka pun keluar dari kawasan Creper dan sampai di sebuah sunggai saat menjelang malam. Mereka pun mendirikan tenda agar bisa bermalam.
Sora memasakan Sushi karena kebetulan mereka mendirikan tenda dekat dengan sungai, dan jika ada Sato dengan mudah mereka dapat memburu ikannya dengan mudah karena Sato dapat mengunkan kemampuan gravitasinya.
Mereka memakan sushi kecuali Kai sepertinya dia tidak suka makanan mentah jadi ia memakan Ikan bakar saja.
Pagi pun tiba, matahari mulai tinggi burung - burung mulai terbang ke sana kemari, akan kah hari ini mereka akan bisa mendapat hari yang baik
! Bukan pantun woi!
Mereka melanjutkan perjalanan mereka mengikuti kompas penunjuk arah yang baru mereka dapatkan.
^ Silahkan masukan kordinat tujuan ^
Mereka menuliskan Kota Air pada kompas penunjuk arah tersebut.
^ Baik tuan lewat sini ^
Mereka pun mengikuti arahan kompas tersebut sembari sekali - kali beristirahat. Mereka juga melewati sebuah maze yang berisi air semua namun, mereka dapat berjalan di atas air tersebut mereka dapat keluar dari Maze tersebut berkat sang kompas penunjuk arah.
__ADS_1
Setelah keluar dari maze air tersebut mereka kembali mendirikan tenda karena sudah hampir malam, jika mereka melanjutkan mungkin akan berbahaya karena mereka tidak tahu mahkluk apa saja yang akan mereka temukan mungkin berbahaya.
Setelah sampai di kota Air mereka melihat tempat modern yang bahkan lebih modern dari Tokyou.
" Selamat datang di kota Air silahkan perkenalkan nama anda?."
Mereka ternyata di sambut oleh seorang robot pria yang tinggi dan kekar, mereka pun memperkenal kan nama mereka.
" Baik silahkan masuk."
Mereka pun masuk dan berasa berada di tokyou di masa depan benar - benar keren sekali, bahkan jemputan umumnya tidak mengunakan tenaga Angin. Beberapa saat kemudian mereka disambut oleh anak dari walikota dan walikota kota Air.
" Selamat datang di kota kami, apakah benar kalian tuan dan nyonya dari kerajaan Fantasy World?, jika benar kalian lah yang saya tunggu, kalian bisa memangilku Albert dan ini putriku Yoslin."
" Halo kaka."
Mereka pun membalas sambutan dari walikota, Sora sempat bertanya kepada Walikota apa ada yang perlu dibantu.
" Jadi seperti ini, aku sebenarnya memiliki dua orang anak Yaitu Yoslin dan Himura anak pertamaku kaka dari Yoslin, setelah ia pulang berkelana ia terkena suatu kutukan yang berada di belati yang menusuk perut anakku itu, mohon kerjasama nya jika kalian berhasil mengalahkan kutukan dark belati itu aku akan berikan kristal air."
Mereka pun menyetujuinya, Pak Walikota Albert memberikan waktu selama tiga bulan jika tidak berhasil maka mereka tidak akan bisa mendapat kan Kristal tersebut.
Mereka juga di berikan tempat untuk mereka tinggal selama tiga bulan ini.
Rumah ini tidak biasa, pada umumnya kasur itu diatas lantai, lah ini di bawah lantai. Desain kamar yang satu ini tidak biasa mulai dari kasur di bawah lantai sehingga mereka harus menekan sebuah tombol agar dapat tidur.
Mungkin kegunaan nya adalah supaya kita mudah untuk membereskan kamar, ide desain satu ini hebat juga, mereka berdiskusi bagaimana caranya membebaskan kutukan tersebut.
Mereka pun diajak oleh walikota untuk mengunjungi Himura. Terlihat dari jauh seorang pria yang sedang terbaring lesu tak sadarkan diri dengan belati menusuk di perutnya.
Sato menolak untuk masuk dan memilih diam diluar, mereka sedikit kebinggungan kenapa Sato tidak ingin masuk. Mereka pun melihat kondisi Himura yang pucat terbaring lesu.
" Sudah banyak yang inggin mencoba mencabut belati tersebut namun, mereka menyerah dan juga jika yang berhasil mencabutnya adalah wanita, maka dia boleh menikah dengan putra ku."
" Uhuk... Seperti di cerita mangga pasti akan berakhir begini." Gumam Hideko.
Pertama Sora mencoba dan tidak berhasil dan malah sebaliknya Sora yang terpental hingga dingding temboknya hancur berkeping - keping.
All: 0\=0 Glek.. mengerikan...
__ADS_1
Yukiko dan Haruto tidak berhasil dan hanya tersisa Hideko.
" Bagaimana ini aku tidak bisa."
Pertama Hideko memutar - mutar seperti helikopter, Ia masih binggu caranya.
" Huh merepot kan, ini demi jalan kembali ku ke dunia ku seharusnya~•." Gumamnya.
Ia masih binggung dan cara terakhir ya menariknya dengan tangan kosong. Sebelum Hideko menarik nya ia berkata.
" Ahaha.. aku harus gunakan mantra keberuntungan ku sejak kecil.. Bara bum bum Hoyaaa..."
All: -\="
Dan Hideko mulai menariknya dan sepertinya susah namun, tiba - tiba..
" Huwaaa.. Be berhasil?!..Sudah ku duga mantra keberuntungan nya berhasil."
Mereka semua terkejut termasuk walikota karena baru kali ini ada mantra aneh yang ampuh.
Sang walikota Albert memberikan tepuk tangan serta pujian pada Hideko atas Mantra anehnya, sang walikota bertannya apa kah Hideko bersedia menjadi istri dari putranya, Hideko menolak nya karena tidak mungkin ia menikah di dunia game.
Beberapa saat kemudia...
" Ayah.."
" Putraku kau sudah sadar, syukurlah.. semua ini berkat Nona yang sedang tidur di sana dan mantra aneh nya." Jelas walikota Albert.
Hideko seketika terbangun dan melihat Himura yang sudah bangun, Hideko menghampiri Tuan muda Himura dan membungkuk untuk memberi hormat.
Himura pun berterima kasih berkatnya Himura dapat bangun kembali dan menjalankan hidup nya kembali, Walikota Albert juga berterima kasih karena jika tidak mungkin ia sudah putus asa.
Walikota Albert memberikan kristal itu kepada mereka. Namun, hal yang tidak di inginkan kembali terjadi yaitu ternyata kutukan tersebut pindah pada Yoslin, dan lebih parah lagi dan walikota tidak jadi mengambil kembali kristal tersebut dan meminta bantuan kembali ke pada mereka.
Akhirnya mereka menyetujuinya dan obatnya berada di negri peri namun, tempatnya masih mistery hanya orang tertentu yang mengeyahuinya yaitu Lydia Sang Putri Demon
*
*
__ADS_1
*
to be continue