ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME

ANOTHER WORLD : A RANDOM GAME
ACT 36


__ADS_3

ACT 36


“ Dimana aku.”


Ia seperti berada di dalam sebuah medan pertempuran, banyak


sekali manusia yang terluka. Dan ia melihat teman – teman nya di hadapan nya


sedang berjuang melawan sebuah bayangan hitam bermata merah pekat. Dan sebuat


ledakan membuat teman – teman nya terpental sementara ia hanya bisa duduk


menyaksikan teman – temannya perlahan menghilang, kaki nya tak dapat di gerakan


sedikit pun.


Hanya tersisa seorang pria yang Nampak seperti seseorang


yang taka sing baginya namun, wajahnya tertutupi oleh cahaya dan tak jelas


wajahnya siapa sosok dibalik orang tersebut. Pria itu nampaknya melindungi


dirinya.


Sebuah ledakan itu terjadi pria itu memeluknya agar ia aman,


pria itu tersenyum dan mulai hilang.


“ TIDAAAK.”


Hideko seketika terbangun, ternyata ia bermimpi lagi sungguh


mimpi yang nyata lagi. Hideko beranjak dari tempat tidurnya untuk mencuci muka,


hari ini sungguh dingin sekali dan saat Hideko melihat keluar jendela hari ini


turun salju. Hideko pun memasuki kamar mandi dan berendam di dalam air yang


sangat, Hideko berendam dan sekali – kali menengelam kan wajahnya.


Hideko mulai rindu dengan keluarga nya, sudah lama ia tak


menemui kakak dan juga ibunya. Hideko pun memakai handuk dan mengeringkan


rambutnya dengan handuk.


Hideko pun turun ke bawah untuk mengambil sarapan nya, di


bawah ada Sora yang sedang membaca buku serta Sato dan Kai yang sedang


menyantap sarapan.


“ Sora, dimana Yukiko dan Haruto?.”


“ Mereka sedang membeli persediaan makanan, sarapan mu ada


di meja.”


Hideko pun mengambil sarapan nya di meja makan dengan Kai


dan Sato, selesai menyantap makanan ia ikut membaca buku dengan Sora.


><><><>\,.\,.<><><><><><><><><><


Haruto dan Yukiko selesai membeli sayuran, buah – buahan


serta beberapa bahan makanan, mereka pun kembali ke rumah. Salju turun banyak


anak – anak yang bermain di salju ini, Haruto seperti anak – anak saja,


menyerang Yukiko dengan serangan bola salju yang dingin dan Yukiko juga tak mau


kalah. Mereka menyimpan barang yang tadi mereka beli di sebuah kursi taman


dengan air mancur yang sudah mulai mengeras menjadi es.


Selesai sedikit bermain – main Yukiko dan Haruto berbaring

__ADS_1


di tengah salju yang begitu dinggin. Mereka pun mengambil barang berlajaan


mereka dan kembali ke rumah, karena salju mulai tebal dan pandangan mereka


mulai kabur. Sesampai nya dirumah mereka menyusun barang belanjaan mereka di


kulkas dan di lemari dapur. Yukiko ndan Haruto pun melepas pakaian hangat dan


kembali pada kamar masing – masing. Hideko mulai bosan sendari tadi ia hanya


membaca buku, berbeda dengan Sora yang terlihat asyik membaca buku, ya maklum


saja Sora memang seorang kutu buku.


Hideko memutuskan untuk keluar rumah saja, Hideko pun


mengambil mantel yang ia gantungkan di pintu depan. Hideko mengenakan sepatu


dan keluar rumah, di luar begitu dingin suhu udara di dunia game dua kali lebih


dingin di bandingkan dunia biasanya. Hideko pun sampai di sebuah kedai kecil,


Hideko memesan sebuah teh hangat.


“ Silahkan di minum nyonya.”


Hideko pun meminum teh tersebut agar tubuhnya lebih hangat,


selesai meminum teh Hideko pun beranjak keluar kedai tersebut.


“ Huft, benar – benar dingin.”


Hideko pun berjalan kembali pulang karena tak ada hal yang


bisa di lakukan lagi di luar sini. Seluruh pohon tertutup oleh salju, tak ada


satu pun orang di luar selain dirinya. Hideko sampai di rumah, ia mengantungkan


mantel nya kembali, di ruang tengah tidak ada siapa pun.


atap, sesekali ia menengok ke kiri dan kanan. Sungguh hari yang membosan kan,


tak ada yang dapat ia lakukan di musim salju ini.


Hideko beranjak menuju dapur Hideko mencaris sesuatu untuk


di santap, Hideko mengambil sebuah roti dan memakannya.


<><>><<>><<><><><


Keesokan harinya salju masih saja turun namun tak seperti


kemarin, seekor burung gagak datang dan memberikan sebuah gulungan kertas pada


mereka. Mereka di pangil oleh walikota, kemarin malam seorang gadis berumur


enam belas tahun di kabar kan hilang malam itu juga.


Saksi mata berkata gadis itu hilang secara misterius saat


sebuah lingkaran hitam munucul di bawah kaki gadis itu. Tunangan dari gadis itu


menjadi gila dan sering menyakiti dirinya sendiri, saat ini pihak berwenang


sedang menyelidiki kasus hilang nya gadis tersebut.


Banyak yang berkata itu adalah sihir namun, ada juga yang


berkata itu adalah ulah siluman. Kasus ini tak dapat di pecahkan dengan semudah


itu pihak berwenang sampai kewalahan menangani kasus ini.


Mereka di beri misi oleh walikota albert untuk memecahkan


misteri hilang nya gadis tersebut. Mereka di minta untuk menemui seseorang ia


tinggal di sebuah pegunungan di selatan, mungkin ia mengetahui rahasia dari

__ADS_1


lubang hitam tersebut.


Mereka akan di berangkat kan pada siang hari, semoga saja


tidak ada badai salju karena jika badai salju terjadi itu akan sangat


berbahaya. Siang hari pun tiba mereka di persiap kan untuk mendaki, mereka di


lengkapi oleh peralatan modern dan juga alat pelacak, jika salah satu dari


mereka hilang.


Mereka juga memakai pakaian hangat dan juga tebal agar


mereka tidak membeku, setelah siap mereka pun diantar hingga kaki gunung


tersebut.


Nama gunung tersebut adalah sky debris, gunung tersebut


dikenal dengan julukan puncak keindahan. Namun, di balik keindahan nya gunung


tersebut menyimpan banyak seklai rahasia, banyak orang yang berusaha menaklukan


gunung tersebut namun, sayang nya medan gunung tersebut terlalu curam.


Hanya satu orang yag berhasil menakluk kan nya yaitu orang


yang akan mereka temui sekarang ini. Mereka pun mulai menaiki gunung tersebut,


benar – benar licin sekali di sini hampir saja mereka tergelincir.


Mereka menemukan sungai yang membeku, mereka pun melewati


dungai tersebut dengan hari – hati. Setelah mereka melewati sungai tersebut


mereka sampai di Frost Fores, di sana keseluruhan nya beku dari pohon hinga


tanah nya membeku, meski bukan musim salju hutan tersebut tetap saja beku.


Di hutan tersebut terdapat banyak sekali hewan magis yang


hampir keseluruhan nya ber element es. Mereka menemukan hal tak biasa yaitu


ranting dan daun es, sungguh indah pemandangan yang mereka saksikan sekarang


ini.


Setelah mendaki cukup jauh mereka sampai di sebuah hutan


yang harum sekali, hampir keseluruhan nya memiliki bau yang sedap. Bunga air


hingga daun nya sangat harum, rasanya mereka tak ingin pergi dari hutan


tersebut namun, mereka harus melanjutkan perjalanan mereka.


Mereka juga melewati jembata transparan, mereka melewati


jembatan tersebut dengan cara melemparkan batu pada jembata tersebut agar


mereka tahu dimana letak jembatan nya.


Setelah mereka menemukan tempat untuk mendirikan tenda,


mereka menyalakan api unggun dan menata tenda untuk beristirahat. Mereka pun


beristirahat di dalam tenda, setelah perjalanan yang cukup panjang mereka dapat


memejamkan mata mereka dan beristirahat.


*


*


*


To be continue

__ADS_1


__ADS_2