Antagonis?

Antagonis?
20. Pengakuan


__ADS_3

"Kenapa sejak tadi kamu bolak balik mencari Evie?" Pertanyaan itu membuat Hazel mendelik, kepo sekali padahal bukan urusan dia. Hazel berdecak lalu melihat ke belakang lagi, siapa tahu ada pelayan atau siapapun membawa sebuah amplop yang ia tunggu-tunggu.


Sejak kejadian Matteo kemarin yang menyatakan perasaannya dan bahkan mengajaknya menikah secara gamblang, Hazel memilih untuk mengirim surat pada Camorra yang isinya banyak sekali pertanyaan yang berkaitan dengan Matteo, entah kenapa dia juga begitu tidak sabar menunggu balasan surat itu.


Namun balasan tak kunjung mendatanginya, biasanya Camorra membalas dengan cepat tapi ini benar-benar tidak ada kabar. Atau mungkin Matteo yang akan mengiriminya surat untuk menjelaskan lebih lanjut perihal kemarin. Dia mengharapkan salah satunya.


"Sejak tadi kamu melamun, seperti gelisah dan menunggu sesuatu, apa ada yang akan datang?" tanya Arzhel lagi karena pertanyaan yang tadi mengawang dan pergi tanpa mendapat balasan.


"Aku hanya sedang menunggu surat dari Camorra," jawab Hazel akhirnya. Arzhel dan keluarganya sudah datang sejak satu jam yang lalu, tapi Hazel mengajak Arzhel untuk pergi berjalan-jalan saja karena jika mereka berada di sekitar keluarga mereka untuk waktu yang lama mereka harus terus berpura-pura.


Hazel tahu Arzhel pasti tidak nyaman jadi dia mengajaknya pergi saja, kurang perhatian bagaimana lagi coba?


"Oh, kenapa tidak meminta Camorra dan Matteo datang agar kalian bisa bermain? atau setidaknya tidak sendiri," ujar Arzhel, mereka berhenti di salah satu lorong yang mengarah ke halaman samping yang di mana ada air mancur kecil di sana dihiasi kolam berisi ikan.

__ADS_1


"Mau ada yang berkunjung masa aku malah bermain, tidak sopan bukan?" jawab Hazel judes, ia menumpukan kedua tangannya di pagar balkon, memerhatikan beberapa burung yang terlihat beberapa kali mampir di kolamnya.


"Bilang saja kamu mau berduaan denganku," celetuk Arzhel yang seketika membuat Hazel menoleh dengan raut wajah sebal lalu memutar bola matanya malas dan kembali menatap kolam.


"Terserah kamu saja," jawab Hazel malas, netranya memicing karena di luar begitu terik. Sementara Arzhel ikut terdiam, memandang ke arah yang sama dengan Hazel, pikirannya kembali teringat tempo hari di mana kejadian Alexa yang melihat mereka berdua.


"Maaf," celetuk Arzhel tiba-tiba membuat Hazel menoleh dan mengernyit, laki-laki itu juga melakukan hal yang sama dan sekarang mereka tengah saling menatap. "Soal Alexa yang waktu itu sampai membuat kamu jatuh. Maaf juga karena aku tidak ingat soal kamu tidak membawa kereta."


Raut wajah Hazel berubah datar, bukannya dia tidak sakit hati atau kesal tapi Hazel hanya tidak peduli karena menurut dia juga tidak ada gunanya jika dipermasalahkan. Arzhel pastinya akan lebih membela Alexa juga.


"Kamu tidak-"


"Biar aku jujur." Hazel menyela, kalo menghadapkan seluruh badannya pada laki-laki itu. "Dari awal, aku hanya tertarik saja padamu, Arzhel."

__ADS_1


Dari raut wajah Arzhel jelas saja dia terkejut, tapi berusaha untuk tetap biasa saja. Menunggu Hazel untuk melanjutkan.


"Jika bukan karena Ayah dan Ibu yang ingin aku menikah denganmu aku juga tidak mau, kebetulan aku anak yang berbakti jadi aku menurut saja karena aku pikir kamu mungkin berpikiran seperti itu juga. Namun nyatanya kamu memilih gadis lain yang seperti orang lain bilang tak seharusnya kamu pilih."


"Aku sudah bersabar selama ini, tapi setelah kamu mempermalukanku aku sadar. Kamu hanya belum tahu Alexa yang sebenarnya saja," ujar Hazel. "Dari awal tidak ada cinta untuk kamu dariku."


Arzhel terdiam, tapi kemudian salah satu sudut bibir tertarik hingga memunculkan senyum miring yang sebenarnya tampak mengejek. "Kalau tidak ada cinta dari awal, kami tidak akan bertindak sejauh itu, semuanya."


Gila, memangnya apa saja yang sudah ia lakukan selama ini hanya demi perhatian berkelanjutan dari laki-laki itu?


Arzhel mendekat membuat Hazel sedikit tersentak tapi dia tidak mundur. "Kamu hanya denial pada perasaanmu sendiri."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2