
Sebuah sudut kota yang terletak antara desa terpencil, terdapat lahan pertanian yang sangat luas , seorang gadis cantik bernama Alea Anisa sedang memungut buah dan juga sayuran dari kebun dan dibaginya kepada para fakir miskin. Gadis itu polos dan masih belia, di usianya 17 tahun dia sangat peduli pada semua orang.
Hidung mancung, mata bulat indah, rambut hitam panjang yang ditutup oleh hijab dan cadar yang menutupinya namun mata yang indah bagaikan biru nya samudera terlihat jelas bahwa dia benar benar gadis kecil yang cantik.
"Alea...Alea!" teriak seorang sahabatnya bernama Sekar asal dari Indonesia.
"Ada apa Sekar?" tanya Alea yang tengah memetik buah jeruk.
"Ada yang mencari mu!" jawab Sekar dengan rambut panjang dan coklat warnanya.
"Siapa? Apakah kak Rony?" tanya Alea lagi.
"Bukan, sepertinya orang asing!" jawab Sekar.
"Baiklah kamu' petik saja semua jeruk ini! dan jangan lupa kamu bungkus dan bagikan pada warga!" perintah Alea pada Sekar.
__ADS_1
"Ok!' jawab Sekar.
Alea keluar dari balik pintu disebuah rumah kaca yang dibuat oleh kakaknya, dia menatap westafel dan mencuci tangannya. Ketika dia keluar dari rumahnya terlihat orang asing dengan baju compang camping ada lumurarn darah antara siku dan juga celananya. Dia menangis menatap Alea.
"Nona tolong aku! aku mengalami kecelakaan ! bantu aku mengeluarkan anakku yang terjebak disana!" kata pria itu tangannya menuju arah jalan perkotaan.
"Astagfirullah! bapak saya panggilkan ambulans saja, biar saya bantu anak bapak berserta warga disini!" ucap Alea yang khawatir dengan pria itu.
"Jangan, aku ingin kau membuka kaca jendela ku! putra ku terjebak didalam sana!" sahut pria itu.
Jalan yang kelihatan sepi membuat Alea mencari dimana mobil yang baru saja mengalami kecelakaan, tapi Alea salah dia dijebak oleh permainan pria itu.
"Pak, mana mobilnya? apakah bapak mempermainkan aku!" kata Alea sambil menoleh dan mulutnya tiba-tiba berhenti bicara.
Seorang pria yang tidak dikenal membekap mulut Alea dengan sapu tangan yang berisikan obat bius, alhasil Alea tidak sadarkan diri dan tubuhnya dibawa masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Ini bayaranmu! ingat kau tak boleh ceritakan pada siapapun tentang gadis itu!" ucap seorang pria yang berkacamata hitam dan memberikan amplop pada pria itu.
"Baik pak!" sahutnya lalu pergi.
Mobil pun melaju dengan cepat hingga wajah cantik Alea yang tertutup oleh cadar terlihat oleh pria yang tengah menyupir mobil menatapnya dari kaca mobil.
"Gadis itu benar benar cantik! aku yakin bos akan terpikat akan kecantikan nya!" kata sopir bernama Kevin.
"Kau jangan macam-macam , nyawa mu tidak akan berharga bila kamu jatuh hati padanya! Ingat bos ingin mencari gadis perawan untuk bersenang-senang, dan aku yakin Rony akan menderita kehilangan adiknya hahaha!" sahut pria bernama Joni itu.
"Kau benar-benar pintar mengambil hati bos! andaikan saja dia tidak menjadi target bos , mungkin aku akan mengambilnya menjadi istri ku!" ucap Kevin.
"Sudah kita harus cepat membawanya ke Mension ! aku yakin bos sudah menunggu!" sahut Joni.
"Oke!"jawab Kevin.
__ADS_1
Setelah tidak berapa lama mobil pun singgah disebuah mansion yang besar dengan bangunan yang begitu mewah, Kevin dan juga Joni membawa Alea masuk ke halaman yang dijaga oleh penjaga David.