Antara Pilihan Cinta Alea

Antara Pilihan Cinta Alea
Islam KTP Apa Bukan?


__ADS_3

Mata Alea terlihat tajam memandang David terlihat begitu kesal padanya. Alea menunduk kepalanya untuk mencari akal agar David tidak kesal padanya.


"Bajingan itu nama yang spesial , kamu terlihat keren bila diberikan nama panggilan itu!"jawab Alea seakan serius dengan David, padahal hatinya ingin tertawa.


"Apakah ini lelocon? bajingan terlihat keren? kamu memang gadis teraneh yang aku kenal saat ini! dengarkan baik-baik gadis kecil, aku tidak suka dengan nama itu! "sahut David.


David tidak bodoh dia bisa membaca setiap gerakan mata Alea yang berbohong padanya. Kini David ingin membalas kekonyolan Alea.


"Hmmm.... aku bisa terima dengan sebutan nama bajingan, asalkan kamu mau melakukan tugas sebagai istri! ayo kita ke kamar sayang!" ajak David.


Seketika Alea menjadi pucat Pasih, dia lalu berlari ke kamar tanpa ada jawaban darinya.


"Gadis kecil, istri ku! kamu mau kemana? kemarilah!" David berkata sambil mengejar Alea.


Alea tidak bersuara dia lalu masuk dan ingin menutup pintu, tapi tangan David yang cepat membuat Alea tidak berdaya.


Alea sangat ketakutan melihat seringai suaminya penuh hasrat memandangnya.


"Kau mau a....pa padaku?" tanya Alea pada David yang sambil mendekat.


"Kenapa istri ku, kamu terlihat pada ku! dan malah bertanya begitu, ayo panggil aku bajingan sepuas hatimu . Asalkan jangan didepan para pelayan, ayo istri ku!" jawab David sambil mendekat dan Alea terjatuh di tempat tidur.


David lalu menariknya dan Alea berontak.


"Lepaskan aku!" teriak Alea ketakutan.


"Hei sayang, ada apa dengan mu? aku ini suami mu! ayolah!" ucap David dengan nafsu.


David menarik gaun yang Alea kenakan dan mencium wajah Alea yang mencoba menolaknya, Alea seakan terbuai dan tak berdaya dengan sentuhan lembut di bibirnya. Tapi dia belum siap menyerahkan mahkota kesuciannya.


"Aku ingin...bicara!" kata Alea ketika David sudah ingin melepaskan baju Alea.


"Apa?" David menghentikan tangannya.


"Kau boleh lakukan itu padaku, asalkan kita sholat di masjid, ini sudah mau memasuki waktu ashar!" jawab Alea.


Seketika David berdiri dan menghentikan tangannya, dia terlihat gugup dan ingin mencari alasan.


"Alea aku tidak enak badan!" ucap David secara konyol dan dia kini mengambil selimut.

__ADS_1


Alea menatap dengan heran, mengapa suaminya selalu terlihat tidak senang dan mencari alasan ketika di ajak ke mesjid.


"Hei ada apa dengan mu? bukankah tadi kamu baik baik saja! sekarang aneh dan mengaku tidak enak badan ketika aku bawakan ke masjid!" Alea menatap tajam David yang kini merebahkan dirinya di kasur.


"Entahlah!"sahut David.


"Apakah kamu ini Islam KTP apa bukan?"tanya Alea pada David.


David berpikir sejenak, dia lebih baik pergi dari kamar daripada kebohongannya terbongkar.


"Jangan berkata konyol! lebih baik aku ke dokter daripada mendengar tuduhan mu yang tidak mendasar!"ucap David dan lalu pergi.


Alea menarik nafasnya, sepertinya dia curiga bahwa David menyimpan sesuatu sehingga begitu. dan Alea ingin mencari tahu tentang itu.


......................


Rony baru saja tiba dirumahnya, dia melihat ada sebuah harapan untuk bisa menyelamatkan Alea, dan dia duduk didepan rumah sambil melihat pepohonan yang rindang dan hijau.


Sekar menatap Rony dan dia mendekati Rony yang tengah melamun.


"Assalamualaikum!"sapa Sekar.


"Kak Rony, kenapa kakak melamun? ada kabar tentang Alea?" tanya Sekar sambil duduk.


"Ada, Alea sudah menikah! "sahut Rony lesu.


"Apa Alea menikah?" Kenapa tidak undang aku kak!"Sekar terlihat kecewa.


"Pernikahan itu bukan kehendaknya. Sekar kumohon pergilah aku sedang pusing!" ucap Rony sambil mengusap kepalanya.


"Kak Rony maafkan aku telah mengangu mu! Apakah Kak Rony tidak memikirkan tentang dirimu sendiri, Aku sebenarnya peduli akan Alea! tapi kini dia sudah menikah! dan sekarang bagaimana dengan mu?"tanya Sekar seakan mengandung arti pada dirinya.


"Apa maksud mu Sekar? " tanya Rony lagi.


"Apakah Kakak tidak mau menikah?" Sekar malah mengajukan pertanyaan dan membuat Rony terkekeh.


"Hahaha pertanyaan macam apa itu Sekar? mana ada wanita yang mau dengan ku! sudahlah kamu pulang! jangan berikan pertanyaan konyol itu pada ku,!" sahut Rony.


"Kak aku serius!" balas Sekar.

__ADS_1


"Sekar pulang lah , jangan ganggu aku!" Rony menatap tajam Sekar.


"Kak aku menyukai mu! " sahut Sekar secara tegas.


Seketika sekujur tubuh Rony dipenuhi dengan keringat, dia menatap Sekar yang bicara seakan menusuk hatinya.


"Kau bilang apa tadi Sekar?" tanya Rony lagi.


"Aku menyukai mu sejak pertama kali bertemu hingga sekarang!" Sekar mengulangi lagi ucapannya.


"Sekar kamu itu masih kecil, bagaimana mungkin kamu menyukai pria dewasa seperti ku!"Rony membuang wajahnya ketika tatapan Sekar seakan penuh arti.


"Alea juga masih kecil dan seumuran denganku, lalu kenapa dia menikah? cinta tidak memandang usia! apakah hati ku salah menyukai mu kak?"tanya Sekar seakan ada butiran kristal yang ingin jatuh dari matanya.


Rony merasa kritis dengan pertanyaan Sekar dan membuat dia juga harus bingung menjawabnya.


"Alea menikah adalah kesalahan ku! bukan keinginannya. Bahkan Aku ingin dia terus menjalani pendidikannya! Sekar aku mengerti hati mu! lupakanlah! kamu tidak pantas bersama pria seperti ku! lanjutkan untuk sekolah mu !" nasehat Rony pada Sekar.


"Kak Rony dengan mudah bicara begitu! Aku tidak peduli dengan siapa kakak! Aku menerima kakak apa adanya tanpa syarat! apakah mudah bagi ku mengatakan semu ini? Aku akan pulang kak, aku mau bertanya apakah kakak menyukai ku?" tanya Sekar sambil menatap pria yang dia cintai.


"Sekar! jangan kamu beri aku pertanyaan begitu!" Rony menjadi salah tingkah.


"Jawab aku Kak?" Sekar berteriak.


"Sekar sebaiknya kamu pulang, tenangkan emosi. mu! Jangan buat masalah!" Rony mencoba membujuk Sekar


.


"Tidak kak , sebelum kamu menjawab pertanyaan ku!" Sekar tetap keras kepala.


Rony menatap ada ketulusan yang ada di mata Sekar. Selama ini belum pernah ada gadis yang seberani Sekar untuk menyatakan cinta terhadap Rony.


"Baiklah Sekar jika kamu ingin jawabannya, aku menyukai mu tapi hanya sekedar adik terhadap kakak , tidak kurang dan tidak lebih!" jawab Rony sambil menarik nafasnya dalam dan tidak tega menatap Sekar.


Mendengar ucapan itu Sekar seakan hatinya hancur namun dia tahu bahwa Rony memiliki rasa padanya. Dia ingin meyakinkan hati Rony bahwa cintanya begitu tulus terhadapnya.


"Baiklah kalau begitu Kak, tapi aku yakin kakak memiliki rasa pada ku! meskipun kakak tidak mengakui isi hati dan perasaan mu saat ini, tapi aku tetap menunggu mu! Assalamualaikum!" kata Sekar dan lalu pergi.


"Walaikum salam!" sahut Rony sambil menutup matanya.

__ADS_1


Sekar begitu terus terang bahkan Leni kalah tak seberani Sekar yang begitu keras kepala .


__ADS_2