
David terdiam namun masih mendekati Alea , tubuhnya yang indah terlihat atletis sangat mengundang mata untuk mengaguminya termasuk Alea sendiri.
"Kau diam saja disitu! aku akan mengambil kotak obat untuk menyembuhkan luka mu!" kata David. Alea hanya terdiam .
David keluar sebentar membawa kotak obat dan mendekati Alea, kali ini Alea yakin bahwa David tidak berbuat macam-macam padanya. Tangannya melepas tongkat kayu itu dan David meliriknya.
"Kamu tahan saja sakitnya, aku akan menarik beling yang tertancap dikakinya mu!" seru David dan mulai menarik beling itu dengan berlahan.
"Aw sakit !" teriak Alea.
"Tahan aku akan menariknya! kamu tahan saja sebentar lagi akan terlepas!" ucap David dengan hati hati menariknya.
"Aw....aduh....sakit!" kata Alea.
Seorang pelayan yang mau mengantarkan makanan tidak jadi, mendengar suara Alea dan David. Kini mereka tersenyum sendiri mereka menduga bahwa David melakukan sesuatu pada Alea, yaitu melakukan hubungan intim membuat pelayan itu tidak jadi.
Kevin sang supir pribadinya datang ingin mengetuk pintu dan mendengarkan jeritan keras Alea. Matanya menuju pada pelayan itu yang masih berdiri di ambang pintu kamar Alea.
"Kau sedang apa disini?" tanya Kevin memandang pelayan yang tertunduk malu.
"Aku ingin mengantarkan makanan buat nona! tapi rupanya tuan sedang bersenang-senang!" jawab pelayan itu dengan malu.
"Buang pikiran mu yang kotor itu, sebab tidak mungkin nona itu melakukan hubungan itu, cepat pergi! biar aku yang mengantar makanan ini!" kata Kevin terlihat cemburu.
Pelayan wanita itu pergi, Kevin mengetuk pintu dan dia tidak ingin David menyentuh Alea lebih dulu
"Bos....bos... keluarlah! " Teriak Kevin.
David yang telah berhasil menarik beling dikakinya Alea kini memberikan obat merah dan juga salap, kemudian dia membalut lukanya dengan kain kasa. Teriakan Kevin cukup menganggu telinganya disaat dia menatap kecantikan Alea yang masih tertunduk .
"Sekarang kaki mu baik baik saja, nanti aku suruh pelayan untuk membersihkan lantainya, kamu naik saja ketempat tidur!" ucap David.
"Apakah tubuh mu perlu aku angkat?" tanya David lagi.
"Tidak usah ,aku bisa saja sendiri !" jawab Alea ketus dan berjalan berlahan menuju tempat tidur.
"Bos!" seru Kevin.
__ADS_1
Membuat David menjadi marah dan menekan tombol agar melihat siapa yang berani mengangkutnya.
"Ada apa kamu kemari Kevin? " tanya David sambil menatap tajam.
"Aku mengantarkan ini untuk nona Alea!" jawab Kevin sambil membawa baki makanan.
"Itu tugas pelayan bukan tugas mu! tugasmu hanya supir! jangan bertindak bodoh, atau kamu akan aku kasih pelajaran!" ancam David.
Batin Kevin menjadi ciut mendengar kata-kata David sang bos mengambil baki berisi makanan.
"Cepat pergi!" kata David dengan kesal.
"Baik bos!" ucap Kevin.
Kevin pun pergi sementara David datang membawa baki berisikan makanan seperti ayam goreng, dan sayuran lainya. Ini baru pertama kalinya tangan David melayani seorang gadis cantik seperti Alea. Sebelumnya dia sangat dikenal arogan dan kejam.
Alea menatap David dengan berpikir keras ketika meletakan makanan diatas meja.
"Makanlah, dan minum jus jeruk ini!" ucap David memberikan jus jeruk tapi Ale menolaknya.
"Bagaimana bila kamu meletakan sesuatu pada minuman itu! dan kamu berhasil dengan niat burukmu!"cela Alea terhadap David.
Alea lalu mengambilnya dan meminumnya membuat David sedikit lega, istirahatlah nanti ada pelayan akan membersihkan kamar!" kata David lalu beranjak pergi.
"Tunggu! aku mau pelayan bernama Leni datang ke kamar , aku tidak mau yang lainya" seru Alea dan membuat David membalikan tubuhnya.
"Ada apa dengan Leni! mangap hanya dia yang kamu inginkan! apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?" tanya David dengan curiga.
"Aku suka dengannya sebab dia kelihatan cerdas, aku tidak ada niat lain maupun merencanakan sesuatu yang buruk tentang mu!" jawab Alea.
"Baiklah, aku akan menyuruhnya kemari menemani mu!" kata David dan pergi.
Alea menatap lekat David dia pun sedikit termenung akan perlakuan baik David.
(Tenyata bajingan itu masih punya hati, aku tidak mengerti tentannya , bahkan aku belum tau dia! yang aku tahu dia adalah bajingan yang menculiku dengan paksa) batin Alea berseru dalam hati.
Tidak lama Leni datang sambil membawa sapu dan peralatan kebersihan lainnya.
__ADS_1
"Nona mencari ku?" tanya Leni sambil menyapu dan membersihkan semua tempat yang berantakan.
" Iya, aku ingin bicara banyak hal dengan mu !" jawab Alea.
"Apakah nona yakin percaya padaku! Anda baru mengenalku , sebagai kepala pelayan disini?" Leni berusaha menatap lekat mata yang sendu menyimpan banyak kepedihan dalam hidupnya.
"Iya. Sepertinya begitu ! aku sangat sedih hari ini! aku tidak tahu tempat berbagi, selain pada tuhan ku, dan orang yang bisa mendengar kan padaku! ya hanya pendengar bukan apa apa!" ucap Alea dalam sedihnya.
"Nona, aku yakin dirimu akan kuat menghadapi setiap masalah mu! asalkan Anda cukup bersabar untuk segalanya" Leni menatap lekat mata Alea yang indah.
Alea memperhatikan kata kata Leni , rasanya dia begitu sulit jauh dari Rony dan sahabatnya Sekar yang selalu ada waktu untuknya. Air mata Alea terjatuh sambil melepas hijabnya dan kemudian menyisir rambutnya yang indah.
(Benar benar cantik) batin Leni berseru.
"Apakah kamu lama berkerja disini? dan mengenal bajingan itu!" Suara Alea terdengar lirih dan dia duduk sambil mengikat rambutnya.
Hijabnya dia kenakan kembali mata Leni tak hentinya mengagumi kecantikan yang sangat oriental baginya.
" cukup lama. maaf anda maksud tuan David?". sahut Leni sambil meyakinkan kata Alea yang dia sebut bajingan.
"Iya. bagiku dia bajingan! Dia telah menculiku! dia pantas disebut bajingan!" ucap Alea lagi.
Leni berhentilah sejenak menyapu, ketika dia berhasil mengumpulkan pecahan kaca dan mendalami kesedihan Alea.
"Anda belum mengenal karakter tuan David nona! memang dia terkenal kejam dan seperti anda katakan , tapi sebenarnya dia sangat baik! saya tau perasaan anda, dan Anda pasti tau kenapa tuan David berlaku demikian hingga menculik nona!" Leni berkata sambil terlihat tenang.
"Mungkin karena dirimu berkerja disini, sehingga berkata begitu! sahut Alea.
"Tidak nona. Maafkanlah aku telah lancang bicara padamu nona!"Leni melanjutkan pekerjaannya.
"Leni, maukah kamu membawa aku keluar dari sini!" kata Alea menatap serius.
"Maaf nona aku tidak bisa , aku takut nona! aku memiliki adik dan keluarga yang aku hidupi!" Jawab Leni dengan pelan.
Alea kembali bersedih dan menangis hatinya hancur kini dia tidak bisa keluar dari tempat bagaikan penjara baginya.
"Apa yang aku lakukan Leni! ditempat seperti ini ,aku bisa gila dan stres! aku bosan Leni!" kata Alea dalam tangisnya.
__ADS_1
"Buatlah tuan David percaya padamu!" seru Leni.