
"Lepaskan aku bajingan! lepaskan aku tidak Sudi bila kamu sentuh!" teriak Alea.
"Aku sudah banyak berkorban untuk mu, dan kamu tidak Sudi aku sentuh! cepat katakan gadis kecil apa kekurangan ku! semua wanita begitu memuja ketampanan ku! ayo katakan!" David juga tidak mau kalah berteriak dengan Alea.
"Kau mau tau kekurangan mu itu apa?" Alea menatap tajam David.
"Iya cepat katakan !" balas David.
" Kekurangan mu adalah kamu tidak punya hati dan etika! kamu seenaknya saja memperlakukan setiap orang terutama aku! Dan kamu juga mengurungku disini seperti narapidana ! Kau kira aku betah, aku bosan dan ingin bebas! belum aku jadi istri mu aku diperlakukan begini! apalagi aku jadi istri mu ! bagaimana nantinya? aku takut!" kata Alea sambil berkaca kaca dibalik matanya yang indah.
David terdiam dan melihat begitu indah dan cantik Alea dimatanya.
"Semua. Yang kamu pikirkan tak seburuk itu! bagaimana aku bisa percaya padamu berulang kali kau ingin melarikan diri dari ku! jika aku kurang etika menurut mu, memang aku akui karena ini rumah ku dan aku berhak berbuat apa saja! namun jika kau bosan apa yang harus aku lakukan supaya kamu betah disampingku dan bisa membuat mu bahagia!" kata David menarik nafasnya agar bisa bicara lebih tenang.
Aroma wangi dari tubuh Alea sangat mengundang reaksi kimiawi bagi David. wajahnya tidak bisa mendekati Alea , dia takut khilaf bukankah David sudah berjanji tidak akan menyentuh Alea sebelum menikahinya.
"Kebahagiaan ku tidak bisa kamu tukar dengan apapun, jika kamu ingin tanyakan aku bahagia apa! jelas aku ingin bertemu kakak ku ! jika kamu ingin tanyakan apa yang melupakan semua kejenuhan ku , yaitu melakukan hobi ku! tolong keluar dari kamar ku sebab aku tidak mau bicara apapun. Kau tadi memukul pengawal mu ! bagaimana mungkin aku bisa yakin bahwa dirimu pria baik!" ucap Alea dengan sedih.
"Sudah aku bilang kamu' tidak tau apa apa tentang diriku! buang semua pikiran burukmu! aku hanya melatih pengawal ku bukan menghajarnya! lama lama aku tambah pusing berdebat dengan mu! Apapun yang terjadi aku tidak akan menyuruh mu bertemu dengan kakak mu sebelum kamu jadi milikku!" ucap David kesal dan pergi begitu saja.
Mendengar kata-kata David Alea menjadi sedih.
(Kau memang tidak punya hati nurani bajingan, tugas mu hanyalah menyakiti orang yang tidak bersalah! Apa yang harus aku lakukan memang sangat menyiksa ku!) kata Alea dalam hati.
Alea lalu menangis' dan meletakkan tubuhnya ditempat tidur dalam pikiran yang begitu berat.
...****************...
__ADS_1
Sekar yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan Alea datang kerumahnya , dia hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Pagi dan siang bahkan sore hari Rony sangat sulit ditemui , jadi Sekar mencoba malam hari agar bisa memastikan apakah semua baik baik saja.
Sekar yang sudah tiba dihalaman rumah melihat pintu rumah terbuka, awalnya dia tersenyum namun kini berubah ketika melihat Rony terkapar tidak sadarkan diri.
"Kak Rony bangun! bangun kak!" ucap Sekar sambil menepuk wajah Rony.
Seluruh tubuh Rony panas dan memanggil nama Alea.
"Alea.... Alea... maafkan aku!" kata Rony sambil menggigau.
"Kak Rony bangun, ayo kak kamu harus ke kamar!" sahut Sekar.
"Alea kau kah itu! aku sangat merindukan mu!" Rony lalu memeluk Sekar ketika matanya yang tertutup , suhu badannya sangat panas.
Pelukan itu membuat jantung Sekar dekdekan ketika baru pertama kali dia mendapat sentuhan laki laki seumur hidupnya. Dan tidak cuma itu wajah Rony juga tampan dan lamunan yang membuatnya terbuai tersadar ketika suhu tubuh Rony seperti membakar kulitnya.
"Kak aku akan mengompres tubuh mu!" kata Sekar.
"Tunggu Alea jangan tinggalkan aku!" ucap Rony sambil menutup matanya dan menahan tangan Sekar.
"Kak ku mohon badan mu panas!" Sekar berkata sambil menepis tangan Rony.
Sekar lalu mengambil mangkok dan meletakan air berserta sapu tangan dan kemudian meletakkan didahi Rony, dia juga mengambil obat demam berserta air putih dan meletakkan diatas meja.
" Kak Rony bangunlah, ayo minum obat pereda demam ini!" dan berlahan membangunkan Rony.
Rony mulai bangun dan meminum obatnya, ketika dia menatap yang memberikan obat adalah Sekar bukan Alea.
__ADS_1
"Sekar!" kata Rony yang terlihat pucat.
"Minumlah obatnya kak dan istirahatlah!" ucap Sekar sambil memberikan obat dan Rony pun meminumnya.
Setelah meminum obatnya Rony seperti malu, ini baru pertama kalinya dia memeluk seorang wanita selain Alea adiknya.
"Terimakasih Sekar kau telah menolong ku, maafkan aku tadi memeluk mu! aku kira kamu Alea!" kata Rony secara datar.
Namun berbeda dengan Sekar dia menjadi dekdekan dan menjadi salah tingkah, wajah Rony yang tampan memberikan sinyal dihatinya.
"Tidak apa apa kak, oh iya Alea kemana kak? sejak beberapa hari aku tidak melihatnya!" tanya Sekar membuat Rony terbarukan batuk.
"huk...huk... Sekar kamu pulang lah, tidak baik anak gadis bertamu di jam malam seperti ini! kita bukan muhrim! kau harap kamu mengerti! besok aku akan cerita untukmu tentang Alea!" kata Rony dengan lemah.
"Aku tau kak , tapi bagaimana bila tiba-tiba kak Rony kenapa kenapa? aku khawatir kak!" sahut Sekar memandang wajah yang sangat tampan baginya.
"Sekar aku tidak apa-apa! pulanglah , apa nanti kata orang nantinya mereka nanti salah paham tentang kita! ku mohon Sekar! pergilah!" pinta Rony dan Sekar terlihat kecewa.
"Baiklah kak, besok aku akan kesini ! istirahatlah!" ucap Sekar secara lembut dan pergi dari kamar Rony.
Rony menjadi lega, biasanya sudah mulai berkeringat dan panasnya mulai sedikit turun. Kemudian dia tidur . Berbeda dengan Sekar dia tidak mau pergi dan tidak peduli dengan kata-kata Rony dia tidur diatas kursi tempat ruang tamu.
Mungkin kelihatannya Sekar membuang rasa malunya sebab dia lebih khawatir pada Rony dibandingkan dengan kata-kata orang nantinya.
Malam yang semakin larut membuat tenggorokan Rony menjadi kering dan ingin minum, Rony sangat kehausan dan menuju dapur kemudian dia minum. Dia ingin terbuka pada Sekar tapi semuanya butuh persiapan untuk mentalnya agar Sekar mengerti.
Ketika Rony ingin ke ruang tamu dan hendak mengunci pintu , sebab dia lupa karena badannya kurang sehat dia melihat Sekar masih tertidur nyenyak. Rambut Sekar memang pendek sebahu tapi wajahnya yang imut dan terlihat manis membuat Rony terpaku.
__ADS_1
Sejak kecil bahkan ketika Alea sudah beranjak remaja dia tidak pernah memperhatikan wajah setiap wanita termasuk Sekar sahabatnya Alea. Mereka hanya bisa bertemu sepintas lalu , tapi kali ini Rony baru memperhatikan betapa cantiknya seorang wanita setelah adiknya Alea.