
Alea mengangguk dengan sangat bahagia, mata yang indah dimiliki Alea cukup membius kaum Adam yang memandangnya. Alea turun dari sebuah lift dan menuju halaman yang indah terlihat Rony memandangnya.
Alea langsung memeluk Rony dengan tangisnya. Wajah Rony terlihat sedih ditengah adik kesayangannya menangis histeria.
"Kak , kamu pasti ingin menjemput ku pulang kan! Kak Rony aku sangat merindukan mu! kak apakah urusan mu dengan pria bajingan itu sudah selesai?" tanya Alea beruntun membuat air mata Rony terjatuh.
selama ini sulit bagi Rony untuk meneteskan air mata, tapi kali ini dia tidak berdaya akan pertanyaan adiknya. Pertemuannya bukan untuk menjemput Alea melainkan tanda perpisahan sebagai kakak terhadap adiknya.
Rony tidak mampu berbicara bahkan menatap adiknya saja tidak mampu dibalik hatinya yang perih.
"Kakak jawab aku! kenapa kakak malah menangis! kak ada apa semua ini?" tanya Alea menatap Rony yang diam .
Air mata Rony terjatuh begitu saja tak mampu dia tahan, mungkin inilah pertama kalinya dalam menangis ketika dia sudah dewasa memandang nasib adiknya.
"Kak, kenapa diam tolong jawab aku! ada apa ini kak?" Alea menggoyangkan tubuh kakaknya.
"Alea!" suara Rony terdengar lirih.
Mata Alea menatap kepastian akan jawaban Rony.
"Kak Rony!" tatap Alea.
"Alea maafkanlah aku! ini baru pertama kalinya kakak mu yang membuat kesalahan yang amat besar dalam hidup mu! aku tidak berdaya Alea! beribu maaf akan semua kesalahanku demi Alloh Alea! demi orang tua kita yang telah tiada! " Rony tak sanggup bicara lagi.
David berserta lainnya memandang mereka bagaikan drama di film film yang menceritakan kesedihan .
"kak apa maksud mu! jangan bilang kakak mau meninggalkan aku disini! aku tidak mau kak! kak ayo kita pulang!" teriak Alea sampai cadarnya hampir terlepas
Rony hanya bisa menangis dan terduduk melihat adiknya histeris , apa dayanya sebagai kakak yang tak mampu menolong adiknya , bahkan membawa kesusahan adiknya.
"Maafkan aku Alea! kau harus tinggal disini! aku memang memiliki hutang yang banyak untuk membangun perkebunan kita! Aku tidak mampu Alea!" kata Rony.
__ADS_1
Alea yang tadinya berdiri dan terduduk memeluk sang kakak kini menatap David dengan Sangat marah.
"kakak mau aku bersama pria bajingan itu! apakah kakak tidak punya hati aku hidup dengan dia! kak Rony jangan tinggalkan aku kak disini aku tidak mau?" teriak Alea tangannya menunjuk kearah David.
"Alea mengertilah posisi ku!" sahut Rony dalam ketidak berdayaanya.
"Aku akan bilang pada bajingan itu , untuk tidak pisahkan kita!" ucap Alea dan menghadapi David yang terlihat dingin.
"Ku mohon padamu, jangan pisahkan aku Dan juga kakak ku! kamu pasti punya hati! ku mohon!" kata Alea dalam tangisnya.
David hanya melirik sebentar melihat Alea menatapnya, sebenarnya hati David sangat iba tapi dia juga tidak mau kehilangan gadis yang penuh pesona baginya.
"Alea cukup! aku mau pamit ! jaga dirimu baik-baik semoga Alloh sentosa melindungi mu!" ucap Rony, tubuhnya membalik menghadap gerbang .
"Tidak! kak Jangan Tinggalkan aku!" teriak Alea tubuhnya ditahan dan dibawa lagi ke kamarnya.
Rony tidak mampu melihat maupun mendengar teriakan adiknya, dia terus melangkah dengan ketidak berdayaanya, merasa tidak berguna sebagai kakak, merasa jahat pada adiknya sendiri, merasa dia yang menghancurkan seluruh kehidupan adiknya.
penjaga sudah meletakan koper yang berisi sejumlah uang didalam mobilnya Rony. Rony masuk dan melaju mobilnya dalam keadaan pikiran yang kosong.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Alea berteriak sambil menendang pelayan wanita yang menyuruhnya masuk ke kamar dia berteriak dan melempar barang yang ada dalam kamar. Pelayan wanita datang menghampiri David yang diam seribu bahasa..
"Tuan nona mengamuk!" kata pelayan wanita.
Mata David terlihat kosong memikirkan sesuatu yang berat dalam benaknya.
"Nona tadi meminta tuan untuk datang menemuinya!"lanjut suara pelayan tadi.
David lalu menuju kamar Alea sambil menaiki tangga, dia sudah lupa bahwa ada lift agar lebih cepat langkahnya menuju kamar Alea. Tidak butuh waktu lama bagi seorang olahragawan seperti David dia menuju kamar dengan mudah. Teriakan Alea begitu nyaring dan David membuka kunci tombol untuk masuk.
__ADS_1
David berdiri ketika melihat gadis kecil itu terlepas cadar dan membuang semua yang ada didalam kamar dengan penuh berantakan. Alea menyadari jika David sudah ada, dan dengan penuh amarah dia menatap David.
"Apa maksud mu menyekap aku dalam kamar? kenapa hutang kakak ku kau sangkut pautkan dengan diriku! kau memang pantas disebut pria bajingan yang tidak punya hati!" Alea berkata dengan penuh amarah.
"Apa mau ku itu urusan ku! kenapa kamu selalu bilang Aku pria bajingan! aku punya nama, nama ku David bukan bajingan!" jawab David menatap Alea yang begitu cantik.
"Oh ya! nama mu David! aku tidak peduli dengan siapa namamu ! Yang jelas kau bagiku seorang bajingan yang tidak punya hati!" Alea berkata seakan mengundang amarah David.
"Baiklah , itu sudah kebiasaan mu bilang aku bajingan, sekarang jangan salahkan aku bila aku akan merebut harta milikmu!" kata David yang melepaskan bajunya.
Alea terganga dan menutup mulutnya, tadi malam dia hampir diperkosa sekarang David ingin mengulangi lagi semua itu. Alea terus mundur dan mencari benda untuk bisa memukul David. tangannya sudah memegang sebuah tongkat kayu base ball dan siap memukul bola David kurang ajar padanya.
"Jika kau mendekati ku maka kepala mu akan aku pecahkan!" seru Alea sambil memegang kayu.
" Kau pukul saja aku, aku tidak keberatan! bajingan tidak akan keberatan jika dipukul asalkan dia mendapatkan apa yang dia inginkan! kata David sambil mendekat.
"Kau tidak akan mendapatkan aku!" sahut Alea dia terus mundur .
Tiba-tiba saja kaki Alea menginjak pecahan kaca dan membuat kakinya terluka.
"Awe sakit" Alea berhenti dan melihat beling tertancap dikakinya.
David menatap Alea meringis kesakitan tapi Alea keras kepala dan tetap berjalan dengan keadaan kakinya yang sakit.
"Berhentilah, jangan paksa berjalan jika kaki mu terluka!" ucap David memandang Alea.
"Tapi kamu ingin memperkosa ku, buat apa aku peduli dengan rasa sakit ku!" sahut Alea sambil berlahan pelan berjalan.
"Gadis kecil, kamu Sangat keras kepala! duduklah disitu aku akan membantu mu!" David mendekati Alea. Tapi beda dengan Alea dia terus menjauh.
"Apa jaminannya jika kamu tidak apa-apakan Aku? " Alea tidak mampu berjalan hingga dia berhenti ketika tidak ada lagi ruangan tempat dia menghindari David.
__ADS_1