Antara Pilihan Cinta Alea

Antara Pilihan Cinta Alea
Pura pura Suka.


__ADS_3

Leni berjalan menuju tempat David berkerja ditengah dia juga mencari alasan agar David tidak marah padanya. Leni berjalan dengan sopan ketika dia masuk kesebuah ruangan yang lumayan besar baginya.


"Leni masuklah, ceritakan padaku kenapa Rony bisa masuk ke kamar mu!" kata David dengan terus terang.


"Sebelumnya maaf Tuan, saya tidak bermaksud untuk membuat seolah saya berkhianat dengan Tuan, saya kira Rony adalah penjaga dan hendak mencari sesuatu, jadi saya suruh untuk masuk ke dalam kamar! saya tidak menyangka dia adalah Rony! bukanya saya tidak sopan saya tidak tahu bahwa dia adalah kakak dari Nona Alea!" jelas Leni pada David.


"Apakah membawa laki laki masuk kamar sopan bagi mu!? kau sudah lama berkerja dengan ku Leni! aku tau kamu berbohong dan jujur padaku, kau. serjana psikologi! seumur hidup mu kamu tidak pernah membawa laki laki , apakah kamu menyukai Rony? tanya David beruntun pada Leni.


Dan blank seakan pertanyaan terakhir seakan membunuh Leni dan menusuk ke jantungnya.


"Tuan saya bersumpah tidak melakukan apapun dengannya!" kata Leni dengan gugup.


"Benarkah begitu, tapi kamu tidak menjawab ku!, apakah kamu menyukai Rony?" Tanya David lagi.


Leni terdiam dan hatinya bergetar, namun dia harus menjawab pertanyaan David yang begitu mendesaknya.


"Tuan dulu aku sangat menyukai Rony, tolong Tuan jangan ungkit rasa yang sudah lama aku kubur ini! aku bersumpah Tuan , aku tidak pernah bermaksud ingin berkhianat dengan Tuan , percayalah padaku." jelas Leni pada David.


David tersenyum dan perkataan Leni tulus terlihat dari sudut matanya.


"Ya sudahlah cepat pergi sana!" kata David.


Leni hanya menurut dan kemudian dia pergi, begitu juga dengan David menuju kamarnya. David berjalan masuk ke dalam kamar dan melihat Alea berbicara ditelpon. Kening David berkerut , dia berpikir siapa yang sedang berbicara dengan istrinya. Dengan cepat David yang merasa cemburu menutup telepon.


"Hei apa yang kamu lakukan bajingan?" tanya Alea kaget.


"Kau sedang bicara dengan siapa? " David bertanya balik.


"Terserah aku! "jawab Alea.


"Jangan macam-macam! kamu merahasiakan sesuatu pada ku gadis kecil! kamu kira aku bodoh! cepat katakan siapa ?" teriak David.


"Kamu kira aku mau . Aku mau tidur!" kata Alea dan mau pergi.


Tangan David lalu menariknya dan menatap Alea sehingga tatapan itu membuat sebuah hipnotis, memang benar David sangat tampan Alea mulai menunjukkan kebawah.


"Kamu itu istriku, Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu!" goda David pada Alea.


Bukannya terpesona mendengar ucapan David Alea malah menginjak kaki David dengan keras.

__ADS_1


"Aw kamu....aduh!" David meringis kesakitan.


"Aku tidak suka di goda.!" sahut Alea.


Alea terdiam dan mengingat pesan Rony padanya bahwa dia harus mendapatkan kepercayaan David agar bisa keluar dari tempat itu.


"Kau harus aku kurung dalam kamar!"ancam David ditengah perutnya yang lapar.


"Jangan ! aku akan kesepian! maafkan aku!" ucap Alea lalu mendekat dan memegang tangan David.


Sontak saja David menjadi tak karuan , jantung nya berdetak lebih kencang, tatapan Alea ditengah selendang terjatuh dikepalanya membuat dia terlihat sangat cantik.


( aku harus pura pura suka padanya, agar bisa bebas darinya, tapi kenapa dia diam? ada apa dengan bajingan ini?") tanya Alea dalam hati.


"Ka..mu minta maaf, ok. aku maafkan asalkan kita melakukan hubungan suami istri!" ucap David dengan senyuman.


Dan seketika sekujur tubuh Alea berkeringat, jujur saja Alea tidak ingin disentuh oleh David. Dirinya belum bisa menerima David sebagai suaminya, lalu dia harus berbagai cara mencari alasan agar tidak bisa disentuh.


"Buatlah aku bahagia, jika kamu ingin semua itu! seorang wanita akan rela disentuh bila kamu mau berubah! saat ini aku belum siap! sangat belum siap!"ucap Alea dan berkata dengan sopan.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat mu bahagia?" David malah bertanya dia tidak mengerti akan maksud Alea.


"Kamu mau lari dari ku? Aku bisa memberikan semua itu asalkan aku sudah bisa menyentuh mu!" balas David.


Seketika Alea terdiam, haruskah dia merelakan dirinya untuk memperoleh kebebasan dari David, bukankah dia sudah istri David jadi wajar dia melakukan semua itu.


"Kamu tidak bawa aku honeymoon, bukankah kita pengantin baru?" Alea mencoba membujuk David.


"Kamu mau kemana?" Tanya David lagi.


"Terserah, aku tidak ingin kita bertengkar!" Alea seakan meyakinkan David untuk bisa berdamai.


"Baiklah, nanti aku akan tanya Joni! apakah kamu bersedia memberikan hak ku?" tanya David dan menatap dalam mata Alea.


"Buat aku bahagia dan kamu mendapatkan semuanya, oh iya nanti malam kita harus sholat berjamaah di masjid, apa kamu mau ikut?" ajak Alea pada David .


David menjadi bingung dan gugup, dia mencari cara agar menghindari ajakan Alea . Bagaimana mungkin David bisa ikut sementara dia tidak tahu caranya untuk sholat.


"Aku... malam ini sibuk ada meeting, kau saja ya kesana?" tolak David .

__ADS_1


"Kenapa?apa meetingnya tidak bisa kamu tunda? " Alea mencoba bernegosiasi


(Aduh gawat nih, aku tidak bisa sholat) batin David berseru.


"Lain. kali ya sayang, aku sangat sibuk maaf kanlah aku!" seru David menghindari Alea.


"Ya sudah aku saja yang kesana!" sahut Alea.


"Jangan, kamu tidak boleh keluar?" David tidak mengizinkan Alea.


David tidak bodoh dan tidak mau menuruti kemauan Alea, dan membuat Alea kesal.


"Kenapa? apakah kamu tidak ingin aku bahagia? aku hanya ingin ibadah kamu melarang ku! ini tidak adil!"Alea cemberut.


"Aku tidak ingin terjadi apa apa dengan mu! ingat lah semua bahaya' akan dimana saja! aku lapar dan ingin makan? tetap dirumah!" kata David lalu pergi.


Sungguh Alea merasa kesal dan merasa bosan, dia keluar dari kamar dan melihat setiap sudut ruangan yang indah dan luas. Tidak sulit baginya melihat semua tempat dan situasi dari rumah David, Alea membaca setiap situasi yang sangat ketat dan begitu banyak penjaga.


Alea turun dari tangga dan melihat pengawal berdiri tegap disampingnya pintu dan ketika kakinya ingin meyentuh tanah pengawal menegurnya.


"Nona mau kemana?" tanya salah satu pengawal.


"Aku ingin keluar sebentar!" jawab Alea.


"Maaf Nona, Tuan melarang kami untuk mengizinkan anda keluar dari rumah!" sahut pengawal.


"Hei memangnya aku ini tahanan! bajingan itu keterlaluan!" Alea berkata dengan sangat kesal.


Alea lalu masuk dan memanggil David yang tengah makan.


"Bajingan....kamu dimana bajingan!" teriak Alea.


Para pelayan mulai menutup mulut mereka mendengar suara istri majikannya. Mereka saling berbisik satu sama lainnya, dan membuat David marah.


"Cepat kalian pergi!" teriak David.


Alea melihat David baru selesai makan dan membuat David terlihat malu akan ucapan Alea.


"Kenapa kamu memanggil ku bajingan? tanya David

__ADS_1


__ADS_2