
Air mata Alea terjatuh begitu saja, rasa trauma yang melekat dalam dirinya membuatnya tertidur dan sampai terlelap.
Mentari yang terbit menyinari dari balik jendela membuat Alea terbangun dan ingin membuka jendela, sayangnya jendela itu terkunci secara otomatis dan tidak bisa dibuka. Alea teringat akan kejadian tadi malam bahwa dia ingin melarikan diri, itulah sebabnya David sengaja mengunci secara otomatis. Alea mendengar ketukan pintu dan seperti biasanya Leni mengantarkan makanan .
Sepertinya Alea nampak semangat melihat wanita yang berusia dengan kakaknya terlihat ramah dengan senyuman yang manis. Tapi kali ini Leni terlihat cuek begitu saja dia langsung pergi tanpa bicara.
Aneh pikir Alea dalam hati, namun ketika dia tengah menyantap makanan suara keributan terdengar dari halaman, Alea menoleh melihat kebawah dan menghentikan mulutnya mengunyah nasi ketika dia mendengar suara keributan yang tidak terlalu jelas tapi dia Sanga mengenal suara itu.
🏵️🏵️🏵️🏵️
Rony mengamuk dengan berteriak histeris di mansion David, semua penjaga siap ingin menodongkan senjata pada Rony. Tapi seorang pria yang dia kenal bernama Joni datang menyuruh pengawal menurunkan senjata.
"Cepat panggil bos mu! aku ingin dia berhadapan dengan ku! berani sekali kalian menculik adikku! Kau tau ini tidak ada hubungannya dengannya dengan adikku! mengapa kalian culik dia!" teriak Rony yang seakan tak mampu kehilangan Alea.
" Tenang dulu teman, jangan bicara dengan emosi ! aku akan memanggil tuan David secepatnya!" kata Joni .
mata Rony terus menatap dengan amarah, sebab adik kesayangannya diculik tanpa sepengetahuannya.
"Aku tidak peduli Joni, cepat kau panggil bos mu yang kejam itu! kau tau bagaimana perasaan mu , jika adikmu diculik dan kau tidak tahu keadaanya! jika kau tidak menghubungi bos mu maka aku akan menghajarmu! " ancam Rony.
Joni merasa tidak bisa menolak lalu dia memencet jam tangan yang bisa untuk menelpon seseorang , dengan cepat terdengar suara David yang tengah latihan diarena tinju.
"Hallo bos , keadaan gawat ! Rony datang kemari dengan mengamuk! dia juga meminta adiknya dibebaskan, dan mencari mu!" ucap Joni. dengan gugup.
__ADS_1
David tertegun mendengar kata-kata Joni untuk mencari akal agar dia mempertahankan Alea disampingnya.
"Kau suruh Rony menunggu ,aku akan datang secepatnya!" jawab David .
"Baik bos" Joni mematikan teleponnya.
David dengan segera menuju mobilnya tanpa memakai baju menutupi tubuhnya yang atletis , dia sungguh Tampan dan dibalik matanya yang tajam .
Sementara Rony penuh amarah melihat Joni tersenyum menatap Rony sambil menendang pot bunga.
"Bos akan segera menuju kesini! kau tenang saja adikmu baik baik saja!" ucap Joni . Tangan Rony terasa gatal ingin menghajar Joni.
"Jika terjadi apa apa pada adikku! maka aku akan menghabisi mu!" ancam Rony.
Mobil yang begitu mewah singgah dan keluar David menghampiri Rony dengan senyuman sinis menatap Rony.
Tangan David menepis tangan Rony sambil menatap dingin.
"Adikmu baik baik saja, dia aman bersamaku! Kau tau aku sangat menyukai matanya yang. indah! kau pulang saja Rony, utang mu sudah lunas ku anggap! jika kamu ingin pamitan pada adikmu akan aku izinkan , asalkan kau tidak membawanya pulang!" Jawab David dengan santai sambil tersenyum menatap wajah Rony yang merah padam.
"Kau jangan macam-macam, hutang ku tidak ada hubungannya dengan adikku! aku akan melunasi semua utang ku padamu! jika kamu ingin 5 milyar maka ada ditangan ku! dan separuhnya nanti akan aku bayar! aku butuh waktu mencarinya! Tapi kamu harus bebaskan adikku!" ucap Rony sambil mengeluarkan koper besar yang berisi sejumlah uang.
David tersenyum dan menatap tajam Rony.
__ADS_1
"Aku tidak butuh uang itu lagi! buat apa kamu bayar ditengah pengkhianatan yang telah kau buat! aku tidak peduli adikmu akan jadi milikku! bahkan perlu aku nikahi dia!" David menatap Rony yang mengepalkan tangannya.
"Kau bajingan David, adikku masih kecil untuk kau jadikan istri! dia masih sekolah! jangan kau hancurkan masa depannya! jangan kamu sangkut paut urusan kita dimasa lalu dengannya! cepat bawa adikku sekarang!" teriak Rony.
"Baiklah kalau begitu, tapi kau jangan heran jika terjadi sesuatu pada warga desa mu! misalkan saja semua warga , aku habiskan semuanya! Dengan bom rakitan ku! mungkin semuanya akan mati! kamu bisa bayangkan semua keluarga dan sahabat mu mati dengan waktu yang sangat singkat! Rony sebagian warga Palestina yang kamu tampung di negara ini akan aku lenyapkan bagaimana? David berkata sangat menguncang hati Rony.
Bagaimana tidak peristiwa itu sangat menguncanya, akan peristiwa kematian orang tuanya. Rony menutup matanya, dia sangat lelah akan peperangan yang menghabisi nyawa yang tidak bersalah. Bahkan hutang yang dia pinjam bukan untuk semata untuk dia pribadi , melainkan membawa sebagian keluargnya yang tinggal di Palestina dibawa ke Indonesia untuk dia tampung. Bahkan Rony banyak menghabiskan uang hanya demi amal kebaikan.
Air mata Rony terjatuh dia begitu menyesal, akan semua perbuatannya dan mempertaruhkan nasib adiknya Alea untuk hidup dengan pria yang berbeda keyakinan dengan mereka.
"Kamu ingin menikahi adikku, tapi kamu dan dia berbeda keyakinan! jelas Alea adikku tidak akan mau mengikuti keyakinan mu! Semua ini salah ku, tolong jangan tambahkan bebannya untuk mengikuti keyakinan mu!"kata Rony secara tulus.
(jadi adik Rony itu bernama Alea) gumam David dalam hati.
"Aku tau itu ! aku tidak akan memaksanya! kami akan menikah dengan keyakinan yang berbeda! jika kau tidak keberatan aku berjanji akan membuatnya bahagia!" suara David terdengar tegas.
(maafkan kakak mu ini Alea! aku tidak tega akan semua ini! tapi aku lelah dengan teror bom dan menghilangkan banyak nyawa! aku tidak berdaya Alea! ku harap kau mengerti, bukan karena aku tidak sayang padamu! tapi ini demi nyawa orang lain, David akan melakukan apa saja dengan kata-kata nya dia tidak main-main! maafkan aku Alea... maafkanlah aku! semoga Alloh melindungi mu) ucap Rony dalam hati.
"David izinkan aku bertemu dengan Alea adikku!" kata Rony dengan lemah.
David memberikan kode pada Joni agar membawa Alea kemari dan dengan tundukan kepala Joni menuju rumah .
Alea menatap dari kejauhan dia mengira Rony kakaknya akan membawanya pulang ke rumah, namun dugaan itu salah sebab Rony bertemu hanyalah untuk pamitan dalam keadaan yang tidak berdaya.
__ADS_1
Ketukan pintu terdengar dan Alea sudah mengenakan pakaian yang bagus yang sudah disiapkan pelayan. Alea tampak semangat didepan pintu untuk turun keluar dan ketika Joni sudah didepannya dia terlihat bahagia dibalik cadarnya.
"Nona tuan menyuruh anda kehalaman rumah!" kata Joni menatap indahnya mata Alea.