
Rony merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, pikirannya memikirkan kata-kata Sekar bahwa menyukainya. Dia mengingat gadis berambut pendek itu, terlihat cukup cantik baginya.
Memang benar di usia Rony mestinya dia sudah menikah hingga tidak terasa pikiran itu terlintas bahwa dia harus menemukan kebahagiaannya. Rony menarik nafas secara dalam ketika dia ingin pergi matanya sudah mengantuk dan dia pun pergi ke kamarnya.
...----------------...
Malam sudah tiba David menunggu Joni yang tengah membersihkan arsip perusahaan, dia menatap David yang tengah bingung.
"Bos, dari tadi aku lihat kamu terlihat murung! ada apa Bos? tanya Joni pada David.
"Aku pusing dengan istri kecil ku!" jawab David.
Joni tersenyum memandang David yaitu bos mudanya yang begitu tampan dan berkharisma.
"Nona Alea bikin masalah lagi? apakah Bos sudah menyentuhnya?" tanya Joni seakan tidak tahu malu.
"Otak mu hanya berpikir negatif, sampai saat ini aku belum pernah apa apakan dia!" jawab David dengan ketus.
"Lalu kenapa Bos datang pada ku kalau hanya melampiaskan rasa kesal Bos !" sahut Joni.
"Dasar bodoh! kamu aku kerjakan hanya membantu urusan ku! Joni sekarang beri tahu aku bagaimana cara untuk sholat!" kata David berterus terang.
Joni terkekeh mendengar suara David mengatakan tentang sholat.
"Hei Joni kenapa kamu tertawa? aku bertanya pada mu bukan untuk ditertawakan! jika kamu masih tertawa maka akan aku hajar!" David terlihat kesal pada Joni.
"Hahaha lucu Bos, !" sahut Joni sambil memegang perutnya.
"Joni ! hentikan suara mu!" Teriak David.
Joni terdiam dan mencoba tenang.
"Bos sejak kapan seorang penjahat belajar sholat! bahkan aku muslim tidak pernah sholat! bukankah pernikahan Bos dan juga Nona Alea hanya formalitas dan bukan apa apa!" sahut Joni.
"Hei Joni aku lakukan ini hanya untuk gadis kecil itu! kau tau ,dia selalu mendesak ku untuk sholat! aku belum siap berterus terang padanya tentang diriku! sebelum aku menyentuh Alea!"jelas David pada Joni.
"Waduh Bos berat itu urusannya! ya sudah kita ke pak ustadz saja barangkali dia bisa membantu mu! " saran Joni pada David.
__ADS_1
"Kau gila Joni, aku tidak bisa!" tolak David.
"Hei Bos aku hanya kasih saran saja, penjahat seperti ku mana bisa sholat ! hitung hitung kurangi dosa Bos!" jawab Joni
"Tambah pusing ku Joni!Aku malu!" David sambil memegang kepalanya yang tertunduk lesu.
"Bos mau mencari alasan atau terus menghindar dari Nona Alea, ayolah Bos jika Bos tidak mau ungkap yang sebenarnya maka lupakan tentang harga diri Bos sendiri!" ungkap Joni pada David.
"Tapi Joni , aku malu dan sangat takut apabila keluarga ku tau bahkan mami ku sendiri! Aku takut melampaui batas karena aku belum siap sepenuhnya mengikuti keyakinan Alea. Joni aku percaya padamu untuk urus semuanya?"David menjelaskan pada Joni panjang lebar tentang isi hatinya.
"Bos tenang saja, aku yang atur semuanya!Ayo Bos malam inilah kita datang ketempat Pak ustadz.
David hanya terdiam dan menurut kata kata Joni, mereka pun pergi namun dibalik celah seorang datang mengintip mereka berdua dan bicara dalam telpon.
"Akan ada berita besar!" ucap pria itu. Dan lalu pergi.
...----------------...
Alea terlihat gugup dan gelisah dalam kamar sambil pikiran yang tidak karuan, matanya tidak bisa tidur sambil melihat jam yang sudah hampir jam 12 malam. Mata Alea terlihat bingung, dia duduk dan sambil berdiri tidak karuan , ketika dia ingin tidur suara pintu terbuka dan melihat seorang pria tampan masuk kedalam kamar dan menuju kamar mandi.
Alea melihat dibalik selimut terlihat David sangat lesu sambil membawa handuk . Suara guyuran air terdengar , Alea merasa gugup tapi dia berusaha tenang dan sudah menyiapkan senjata apabila David ingin macam macam padanya. Tidak lain dan tidak bukan, senjata Alea adalah mengajak David sholat agar pria itu menghindar dan tidak menuntut hak sebagai suaminya.
"Sayang ... kamu tidak tidur?" tanya David sambil duduk mendekati Alea.
Alea masih gugup dan sedikit mengintip dan melihat suaminya tengah menggunakan handuk dan aroma wangi yang begitu menggoda.
"Gadis kecilku, ayo kita lakukan! Aku sudah siap untuk mendarat!"suara David terdengar lembut.
Alea pura pura saja tidur dan menginjak handuk David.
"Sayang kamu' nakal ya!" David berkata lagi hingga dia menarik selimut.
Alea kaget dengan perlakuan David yang sudah hampir melepaskan handuknya.
"Auuu ... jangan, aku belum siap melihatnya!" ucap Alea sambil menutup mata.
David terkekeh melihat tingkah laku Alea yang polos dan membuatnya dia gemas.
__ADS_1
"Hei sayang , kamu itu istriku! jadi wajar saja kamu melihat sepuasnya dengan tubuh yang aku miliki! baik atas sampai bawah!" goda David pada istrinya.
"Benarkah, kalau begitu mari kita sholat!" Alea sudah mengeluarkan senjata ampuhnya agar membuat David tidak macam macam padanya.
"Ayo siapa takut, mulai besok Kita bisa sholat berjamaah!" jawab David secara singkat.
Alea menjadi berkeringat , kini niatnya hanya ingin David menghindar kini berbanding terbalik.
"Sayang, apakah kamu baik baik saja?" tanya David sambil tersenyum.
"Ya...ya...aku baik saja!"sahut Alea memaksa tersenyum.
(Sialan dengan bajingan ini, ada apa dengannya? bukankah dia terus menghindar bila disuruh sholat, oh tidak... aku pasti mati olehnya) ucap Alea dalam hati.
Alea melamun tanpa sadar David sudah mencium pipinya, dan melihat suaminya begitu tampan.
"Sayang, apakah kamu sudah siap?" bisik David ditelinga Alea.
"Aku....aku sakit perut!" Alea mencari alasan.
"Jangan mencari alasan!"sahut David.
"Iya aku benar benar sakit perut!" balas Alea.
"Kamu tidak boleh pergi!" larang David dan mencengkeram tangan Alea.
Alea melihat wajah suaminya yang begitu tampan, badan yang atletis dan sispack pasti adalah dambaan setiap wanita. David tersenyum dia menyadari tatapan Alea terpesona padanya hingga dia ingin menyentuh Alea.
"Hei menjauhlah dariku ku!"ucap Alea sambil melepaskan tangan David.
"Kamu pasti terpesona dengan ketampanan ku kan sayang!" goda David pada Alea.
"Siapa yang tergoda, ayo cepat pakai baju dan juga ****** ***** mu!" sahut Alea ketus sambil menjulurkan lidah.
"Kamu yang pakai kan! dan lihat lah semuanya!" David masih saja menggoda Alea.
"Tidak mau! apalagi melihatnya aku tidak Sudi!" Alea masih terlihat kesal dan terganggu akan kata kata suaminya.
__ADS_1
"Kamu belum merasakannya, jika kamu sudah merasakannya kamu' akan menghargai benda yang ku miliki!" goda David lagi.
David kini berkeringat, ada yang menegangkan dibalik handuk , sementara Alea terlihat menghindar. Dia sebenarnya tidak mau memaksakan kehendaknya jadi dia diam dan menuju lemari pakaiannya.