
Mendengar penjelasan Dokter Nadine David sudah mulai curiga bahwa Kevin yang membuat semua ini dia harus memastikan dan bertanya ketika Alea sudah tersadar.
David melepaskan balutan kerudung Alea dan melihat indahnya rambut istrinya, David tidak pernah melangkah sejauh ini dan merubah keyakinan hanya untuk menikahi seorang gadis yang sangat jauh perbedaan dan prinsip hidup dengannya.
David mengecup lembut pipi Alea yang tertidur lelap dan mulai merasakan sesuatu yang mengganjal dihatinya, dia menjauh dari Alea dan pergi agar tidak ingin mengangu gadis yang menjadi pasangan hidupnya.
Pernikahan yang tidak bisa Alea sadari hanya sebagian ingatannya yang pulih, Alea hanya mengingat Kevin menancapkan sesuatu dari bahunya dan mengingat ketika letusan peluru mengenai Kevin dan terjatuh dan setelah itu dia tidak mengingat apapun, Dan terasa dia menikah tapi merasa kurang jelas siapa suaminya seakan mimpi buruk menghantui Alea dan dia terbangun ketika seluruh anggota tubuhnya berkeringat .
"Tidakkkk....!"Teriak Alea terbangun dari mimpinya.
Alea melihat bajunya mengenakan kain tidur yang sangat seksi, rambutnya tergerai dengan indah, dan melihat sudut ruangan yang sangat luas , dan penuh kemewahan. Kamar yang biasa dia tempati sepertinya bukan pikir Alea.
Alea melihat dibalik jendela malam sudah tiba dan menatap jam dinding sekitar pukul 8 malam, Alea belum menyadari bahwa dia kini menjadi istri David. Alea mengeliling setiap sudut ruangan dan melihat foto lukisan besar terlihat David dan menatap banyak piala penghargaan.
( Rupanya aku berada di kamar bajingan! apa yang sebenarnya terjadi sehingga aku ada disini! aku bahkan mengenakan baju kurang bahan, aku belum mengerti ... aku harus keluar dari tempat ini!) batin Alea berseru dalam hatinya.
Ketika Alea merasa tubuhnya tidak nyaman akibat keringat dan dia ingin mandi langkahnya terhenti melihat kamar mandi terbuka dan melihat pria tampan yang masih mengenakan handuk putih dengan tubuh yang atletis.
"Tidak....kenapa kamu kesini bajingan... kau.....kau!" kata Alea sambil menutup matanya.
David tersenyum Alea sudah kembali pulih dan terlihat konyol baginya.
"Hei aku sedang mandi! rupanya kau sudah sadar ayo biar aku mandikan, sejalan aku mandi lagi" goda David dan ingin memegang tangan Alea.
"Memang lelaki kurang ajar, siapa ingin mandi dengan mu! memangnya aku ini istrimu! jangan sentuh aku!" jawab Alea sambil menepis tangan David.
"Apakah kau sudah lupa gadis kecil, kamu itu istriku! kau harus melayani ku, ini kamar kita!" David semakin mendekati Alea dan Alea menghindar.
"Omong kosong macam apa yang kamu katakan padaku bajingan! cepat pergi sebab aku mau mandi!" Alea lalu berlari danmasuk kamar mandi.
__ADS_1
Sementara David tersenyum dia sudah puas menggoda Alea, tinggal malam ini dia harus menaklukan Alea dalam pelukannya.
Alea merasa gugup, dia merasa sudah tidak punya harga diri, David sudah melihat lekuk tubuhnya dengan baju seksi itu. Alea menyalakan kran air dan melumuri tubuhnya dengan percikannya air, Alea begitu stres dengan kejadian hari ini menimpanya.
(Oh tuhan, benarkah aku sudah menikah pria bajingan itu, aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi! tidak..... tidak.... itu tidak mungkin ! aku tidak mungkin menikah dengan pria itu.... astaga ... jika benar itu terjadi aku sudah terjerat dengan bajingan itu! Kak Rony kenapa kamu. tidak datang menolong ku! apakah kamu tidak sayang pada ku!) kata Alea dalam hati.
Alea meneteskan air mata dia sampai lupa membawa handuk dan dia binggung ketika ditengah lamunan Alea menyusuri tubuhnya dengan sabun.
"Astaga aku lupa membawa handuk bagaimana ini!" kata Alea sambil memukul dahinya.
Alea tidak mau keluar dari kamar mandi sedangkan David sudah menunggunya sudah lama.
"Apa yang dilakukan gadis kecil itu! mengapa dia cukup lama , apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya!" kata David lalu pergi menuju kamar mandi dan mengetuk pintu berkali-kali.
"Gadis kecil apakah kamu baik baik saja?" teriak David sambil mengetuk pintu.
Alea mendengar dan bingung .
"I....ya aku baik baik saja!" sahut Alea.
"Lalu kenapa kamu cukup lama, aku menunggu mu makan malam!" suara David terdengar dibalik pintu.
"Aku....aku lupa membawa handuk! tolong ambilkan handuk untuk ku dan setelah itu kamu pergi!" sahut Alea.
David tersenyum mendengar kata-kata Alea pikirannya sudah meracuni tidak jelas.
"Baiklah!" kata David.
David lalu mengambil handuk dan mengetuk pintu lagi.
__ADS_1
"Ini handuknya ambillah!" ucap David.
"Letakkan dilantai kau pergi saja!" teriak Alea.
"Hei handuknya nanti kotor! aku kan suami mu jadi tidak apa apa!" sahut David.
"Kalau kamu tidak pergi dan tidak mau meletakany dilantai maka aku tidak mau keluar dari sini!" ancam Alea dan membuat David tak berkutik.
"Dasar gadis keras kepala,ya sudah aku pergi!" ucap David dan pergi.
Alea lalu berlahan mengambil handuk dan dengan cepat memakainya.
Alea lalu mencari pakaian wanita dan hanya terlihat gaun indah berwarna merah , lengannya terlihat pendek dan bawahannya panjang menjuntai.Alea mengerut keningnya dan mengenakan baju itu dan kemudian mengambil selendang dan menutup rambut dan juga bahunya. Dia keluar dan melihat setiap sudut ruangan yang indah dan meja makan penuh makanan yang lezat.
David sudah menunggunya dan menggunakan jasa hitam tapi dia juga terlihat sangat tampan. Matanya tak hentinya memandang Alea dengan takjub, Alea menyusuri setiap tangga dan turun ketika pelayan membawanya dan mendekati David yang sudah menunggunya.
"Duduklah , hampir selera makan ku hilang menunggu mu terlalu lama!"kata David sambil tenang.
Alea duduk dan terlihat cemberut, tapi matanya menatap mata sipit yang begitu tampan.
"Siapa suruh menunggu ku! aku bisa makan sendiri!" sahut Alea dan mulai makan.
Tidak terlalu banyak bicara antara Alea dan David , Alea terasa acuh dan memakan makanan dengan cuek. Pengantin baru itu tak terlihat romantis melainkan terlihat berbeda , David melirik Alea yang makan terlihat rakus.
"Jangan terlalu buru-buru makan! sebab makanan itu tidak akan lari dari mu, dia tetap saja di meja! makanlah dengan peminim layaknya perempuan bukan seperti wanita yang kelaparan!" ucap David dengan santai.
Alea mendengar kata-kata David membuatnya tersinggung .
"Aku sudah lama tidak makan semenjak kamu' mengurungku! terimakasih undangan makan malamnya, sekarang aku tidak selera lagi, maaf aku harus pergi ! beritahu dimana kamar ku!"Alea berkacak pinggang menatap David dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Kau memang menghabisi kesabaran ku!" kata David sambil mengangkat tubuh Alea kebahunya.
"Lepaskan aku bajingan ! lepaskan aku bajingan!" teriak Alea sambil memukuli bahu David.