
David terlihat pusing keningnya mengerut dengan rencana dan ide gila Joni.
" Kau pergi saja Joni! kepala ku benar benar pusing!" ucap David dengan kesal.
"Baiklah bos!" jawab Joni lalu pergi.
David termenung dengan suatu keyakinan yang begitu menyakitinya, bagaimana tanggapan keluarganyanya bila tau David merubah suatu haluan. Dengan pikiran yang kacau dia Keluar menuju kamarnya.
Alea menatap dari pintu jendela sambil menangis matanya sembab oleh air mata yang mengalir begitu deras, dia rindu akan Sekar dan juga Rony kakaknya matanya menatap dari bawah jendela sambil menangis.
(Kenapa engkau kirim ujian yang begitu berat bagi ku oh tuhan ku yang maha pengasih, bukan aku tak sanggup tapi orang yang aku sayangi tidak bisa disampingku! bagaimana aku bisa menikah dengan orang asing yang tidak aku cintai!Adilkah ini untuk ku) rintih Alea dalam hatinya.
David keluar dari mansion dan berolahraga sambil berkeliling halaman dengan terlihat kesal.
" Bian kamu kesini!" teriak David pada pengawalnya.
"Iya bos !" jawab Bian berlari dan menghampiri David.
"Ada apa bos ?" tanya Bian.
"Lawan aku bertarung ! kepala ku pusing! aku ingin latihan!" jawab David .
Mata Bian menyipit ada rasa takut yang terlihat dimatanya dia juga khawatir bahwa David membuanya terluka yang dia tau David sangat ahli dalam bidang beladiri.
" Apa bos bertarung bela diri?" katak Bian yang terlihat gugup dan ketakutan.
"Apa kau takut melawan ku! kau itu aku perkerjakan dan aku bayar! aku ingin tau sampai mana kemampuan mu ! jangan jadi pengencut Bian!" teriak David.
"I....iya bos!" sahut Bian gugup.
"Kemari lah Serang aku!" kata David
Bian lalu menyerang David dan ingin menghajar David , namun tangan Bian ditepis oleh David. Dengan cepat David memukul Bian hingga babak belur dan memegang tangan Bian hingga Bian kesakitan.
"Ampun bos! ampun bos aku tidak sanggup !" teriak Bian sambil merintih kesakitan.
"Baru segitu kemampuan mu, lalu bagaimana kamu menghadapi musuh nantinya! " kata David menginjak belakang Bian.
__ADS_1
"Aku tidak sanggup bos! ku mohon lepaskan tanganku !" pinta Bian pada David.
Joni datang menghampiri David dan juga Bian yang tengah kesakitan.
"Ku mohon bos, lepaskan tangan Bian ! jangan hubungkan masalah pribadi mu dengan anak buah mu!" ucap Joni secara tidak sengaja.
Mendengar ucapan Joni David lalu melepaskan tangan Bian yang meringis kesakitan.
"Baiklah, kau yang hadapi aku!" ucap David sambil melepaskan bajunya.
Dada yang bidang terlihat begitu indah dan sangat menarik untuk dilihat, Joni mulai gugup dan mencari cara untuk meredakan amarah David.
"Bos tenanglah, jangan buang waktu mu untuk menghajar kami semua! aku punya ide agar bos bisa menikah Alea dan tidak diketahui keluarga mu bos!" kata Joni sambil melihat gugup.
David berhenti sejenak mendengar ucapan Joni.
"Katakan padaku apa itu? Dan kau Bian cepat pergi! ucap David.
"Aku akan katakan bila kita duduk disana!" kata Joni menunjukkan kursi.
"Cepat katakan! jangan membuat ku marah!" teriak David.
Di sudut kursi Joni dan David duduk.
"Katakan padaku sekarang juga, sebelum kesabaran ku habis!" David berkata seakan ingin memukul Joni.
"Baiklah bos, aku sudah mengatur rencana pernikahan bos! aku sudah mengatur dimana rencana pernikahan itu terjadi! dan tenang saja keluarga bos tidak akan pernah tau!" ucap Joni secara tenang.
"Dimana?" tanya David.
"Dimasjid yang tidak jauh dari sini!" jawab Joni.
"Apa maksud mu Joni! kau jangan macam-macam! Kau tau aku berbeda keyakinan dengan Alea! apa kau cari mati! ancam David dengan penuh amarah.
"Bos tenanglah! ini pernikahan bos dengan Alea! bos tau Alea berbeda keyakinan dengan bos! lihatlah penampilan Alea! bos ingat tujuan pernikahan hanya untuk menyentuhnya! dan jika Alea hamil bos bisa menarik Alea kedalam keyakinan bos! berkorban hanya untuk sementara, bukan selamanya!" jelas Joni pada David.
"Lalu bagaimana bila Alea tidak mau ikut keyakinan ku!" tanya David ketika amarahnya mereda.
__ADS_1
"Alea memiliki sifat penyayang! mungkin itu bisa terjadi bila dia mencintai bos dan anaknya! aku yakin bos itu hebat dan bisa mengubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin!" jawab Joni.
"Bos aku akan pergi dan urus semuanya! bos buat Alea jatuh cinta dengan bos!" ucap Joni lalu pergi.
David terdiam mendengar kata-kata Joni. inilah rencana pernikahan yang terbodoh menurut David yang tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya.
Alea mengamati semua tindakan David dibalik jendela, dia merasa gugup dan ketakutan. Dirinya bagaikan dikurung dalam penjara dan tidak bisa berbuat apa-apa. Alea terus menangis mengharap Rony kakaknya datang menjemput nya dari tempat yang sangat bahaya baginya.
Ketukan pintu terdengar ketika seorang wanita yang sangat dia kenal dan terlihat wanita yang anggun datang menghampiri nya.
"Nona makanlah!" kata Leni meletakan makanan diatas meja.
"Bawalah kembali sebab aku tidak lapar!" jawab Alea.
"Nona Alea ini waktunya menjelang malam! anda harus makan jangan sampai sakit! dua hari lagi pernikahan mu bersama tuan David!" kata Leni dengan pelan.
"Apa peduli mu aku sakit hanya untuk menikah dengan bajingan itu! kau lihat aku dikurung seperti tahanan! lebih baik aku mati daripada hidupku begini! aku sangat tersiksa!" teriak Alea sambil menangis.
"Nona ku mohon anda harus bersabar dan jangan keras kepala !" bujuk Leni
"Sampai kapan aku bersabar!" tanya Alea dengan tatapan penuh harapan.
"Sampai tuan David percaya padamu nona!"jawab Leni.
"Lalu?" tanya Alea lagi.
"Ingat nona, semua pilihan ada ditangan mu! baik atau buruk semuanya bergantung pada mu! Nona belajarlah menjadi wanita yang cerdas dalam mengatur strategi! ingat kebebasan ada ditangan mu, waktuku tidak banyak aku harus pergi! makalah!" ucap Leni lalu pergi.
Alea hanya terdiam mencerna kata-kata Leni yang sangat membantunya. Alea lalu makan dan setelah itu dia mandi .
Tidak butuh waktu lama Alea mandi dan menyisir rambutnya yang panjang namun ketika dia mau mengeringkan rambutnya suara pintu terbuka dan David datang secara tiba-tiba.
Alea kaget dan melihat pria tampan yang tersenyum dengan indah padanya.
"Apa kau sudah makan gadis kecil!" ucap David sambil mendekat pada Alea.
Alea menghindar dari David tapi tangan David mencekamnya ketika Alea ingin menurup kepalanya.
__ADS_1
"Lepaskan aku ! lepaskan tanganku bajingan!" teriak Alea.
"Aku tidak ingin kamu menutup kepala mu, karena sebentar lagi kau akan menjadi milikku gadis kecil!" kata David sambil membelai rambut Alea.