Anugerah Untuk Keluarga Ku

Anugerah Untuk Keluarga Ku
Kemarahan Lani


__ADS_3

Mendengar perkataan dari suami nya Lani mencari keberadaan mertua nya, Lani bisa menahan jika hanya dia yang di sakiti, tapi Lani tak terima jika harus bayi nya ikut menderita karna rasa benci mertua nya pada Lani.


"Mami....." lirih Lani menahan emosi, selama ini Lani tak pernah seperti itu, tapi ibu mana yang bisa terima jika anak nya di sakiti bahkan sebelum dia di lahirkan.


Mami Wildan tetap sinis melirik Lani. Tidak memberi jawaban apa pun, masih di tempat yang sama Dady dan satria duduk. Mereka kecewa pada seseorang yang harusnya menjadi lampu penerang malah membuat bencana datang.


"Jika mami benci aku maka sakiti aku saja, kenapa putriku juga harus menanggung nya? aku selalu mengikuti kemauan mami, aku tidak membantah bahkan di saat aku hamil aku tetap berusaha mengikuti apa yang mami perintah kan. apa salah anak tak berdosa itu mami! jika benci cukup sakiti aku, aku salah berharap jika sifat mami berubah, bahkan iblis pun pasti sayang pada cucu nya!" ucap Lani pada mertuanya penuh emosi, Dady Wildan dan satria hanya diam saja mendengar perkataan Lani, mereka mengerti kemarahan Lani, mereka hanya diam tidak membela siapapun.


"Dady... kenapa Dady diam saja! mami ini istri Dady, kenapa Dady diam saat menantu tidak tau diri Dady mengatakan mami seperti iblis, padahal anak nya tidak mati,sampai segitunya emosi" ucap mami Wildan tidak berperasaan.


"Lani tidak mengatakan mu iblis, tapi tingkah mu lebih keterlaluan dari iblis, dan apa yang di katakan oleh Lani itu benar, bahkan iblis pun menyayangi cucu nya!" ucap Dady wildan kecewa berat terhadap kelakuan Istrinya yang sudah kelewat batas.


Mami Wildan kaget, baru kali ini dia melihat suami nya seemosi itu, biasanya Dady Wildan jika marah tak pernah membentak ataupun meninggikan suara.

__ADS_1


"Aku kecewa dengan mami, bahkan mami sudah membuat anak Wildan tidak bisa mendengar mami masih bisa mengatakan anak Wildan tidak meninggal? dimana hati mami!" ucap satria berdiri dan ingin beranjak pergi. Tapi saat satria akan pergi dia melihat Wildan membawa koper besar dan menggendong putri nya di sebelah tangan nya.


"Wildan. kamu mau kemana dik?" tanya satria pada adik nya.


"kakak, aku tidak bisa tinggal di sini, awalnya aku mau tinggal di sini karna Lani merasa kasihan pada mami yang meminta minta untuk kami tinggal di sini, tapi apa balasan mami? lihatlah bayi kecil ku kak, bahkan sebelum dan setelah dia lahir sudah mendapatkan perlakuan menyakitkan dari Oma nya" ucap Wildan menangis. Satria tidak pernah melihat Wildan serapuh ini, satria juga seorang ayah, satria tidak tega melihat Wildan .


"Wildan... jika menurut mu pilihan terbaik keluar dari sini, maka jalani lah demi putri mu, aku juga tidak tega melihat keadaan putri mu Wildan, aku takut akan ada hal buruk lainnya yang mengincar anak mu, jangan kan orang lain keluarga sendiri saja bisa tak punya perasaan" ucap satria dengan suara yang sengaja menyindir mami nya.


"Halah... hanya itu saja, bayi kalian bahkan tidak apa apa, omongan kalian berlebihan sekali, aku bahkan tidak membunuh nya" ucap mami Wildan tidak ingin di sudutkan.


"Dady..." lirih mami Wildan kaget di tampar suaminya, mami Wildan seketika berlinang air mata, hati nya benar benar sakit, perasaan nya terluka dengan apa yang barusan dia dapat.


"Kamu pantas mendapatkan nya!" ucap Dady wildan marah. Satria kaget begitupun dengan yang lain nya, Dady mereka tak pernah seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


Mami Wildan memegang pipinya yang terasa panas, dan pergi masuk kamar membawa rasa kecewa nya.


"Wildan, Dady mohon tetaplah di sini, Dady tidak ingin pisah dari cucu cucu Dady, Dady benar benar ingin menghabiskan masa tua Dady di rumah bermain dengan cucu cucu Dady, Dady tidak akan membeda bedakan mereka" ucap Dady wildan pada Wildan.


Wildan melirik istri nya, memang dasarnya Lani memiliki hati yang mudah luluh dan merasa kasihan. Lani mengangguk pada suaminya, karna merasa kasihan pada dady mertua nya, selama Lani keluar dari rumah sakit juga Dady Wildan bangun setiap pagi meminta pelayan memandikan cucu kecil nya dan setelah nya Dady Wildan membawa nya berjemur di halaman belakang.


Wildan mengikuti kemauan istri nya, pengawal kembali membawa masuk koper yang tadi di bawa Wildan ke kamar Wildan.


Di kamar nya Wildan bertanya pada Lani.


"Apa kamu yakin kita akan tetap di sini? kita punya mansion sendiri di kota, jangan paksakan hati mu jika tidak bisa, katakan jika tidak suka" ucap Wildan lembut pada istrinya.


"kakak, selama ini Dady selalu sayang pada anugrah, setiap pagi Dady selalu menjemput anugrah ke kamar nya dan menyuruh pelayan memandikan anugrah, bahkan akhir akhir ini Dady sendiri yang memandikan anugrah karma berat badan nya sudah naik, Dady tidak ragu lagi untuk memandikan anugrah, bahkan Dady tidak mengizinkan ku bekerja berat atau terlalu lelah, Dady juga menjaga pola makan ku dengan membuat catatan yang di berikan pada pelayan tentang menu apa saja yang akan mereka buat untuk ku setiap hari. Dady juga sering mengajak anugrah keliling mansion sambil mengajak nya bicara, lagian jika kita tinggal di kota, aku juga akan merasa kesepian, Zevano juga pasti akan merasa kehilangan adiknya, apa kakak tidak lihat dan tidak memperhatikan perhatian kecil dari Zevano untuk adik nya? bahkan kak Yolanda juga bilang Zevano tidak pernah mau belanja lagi di sekolah karna ingin membelikan boneka yang besar untuk anugerah, Zevano yang awal nya tidak suka makan bekal nya sekarang dia selalu menghabiskan bekal nya demi membelikan anugrah mainan, apa kakak tidak akan kasihan melihat Zevano?" ucap Lani pada suami nya.

__ADS_1


Wildan ingat bahwa ponakan nya itu memang sangat sayang pada anugrah, dia menjaga anugrah dengan sangat baik, setiap pulang sekolah Zevano yang biasanya malas mandi, sekarang saat pulang sekolah langsung masuk ke kamar mandi tanpa di suruh, setelah mandi Zevano akan mencari anugrah dan mengajak adik nya berbicara, meskipun tak ada respon dari anugrah.


"iya Lani, kakak memperhatikan itu semua, perubahan sifat Zevano, dia yang biasanya murung dan banyak diam sekarang semenjak kehadiran anugrah selalu ceria, tapi kakak tidak akan membiarkan mami mendekati anugrah, kamar anugrah akan di beri 4 pengawal khusus, kakak akan memerintahkan pengawal untuk melarang mami masuk ke kamar putri kakak" ucap Wildan pada istri nya.


__ADS_2