
Saat pulang ke mansion Lani membawa banyak makanan yang tidak di makan di restoran tadi, Lani menyimpan nya di kulkas dan setelah nya membersihkan diri di kamar. setelah selesai membersihkan diri Lani kembali ke dapur dan memanaskan makanan sisa dari restoran tadi yang di bawa oleh Lani.
"wah wah... makan enak sendirian aja ni.." sindir adik Wildan yang bernama zerena.
"Tidak zere, ini makanan dari restoran yang tak habis tadi sore ketika aku makan di luar bersama kak Wildan" ucap Lani pada zere.
"bikin malu kak Wildan saja. membawa makanan sisa pulang, apa kakak ku semiskin itu sehingga tidak bisa memesan kan makanan baru?" ucap zere lagi.
Lani hanya menjawab nya dengan senyuman.
"jaga cara bicara pada ipar mu zere!" ucap Dady wildan yang sedang menuju ke belakang mansion untuk bersantai minum teh sambil menikmati pemandangan lampu lampu kota. Mansion prasanna berada di perbukitan yang memang Dady wildan ingin tinggal jauh dari hiruk pikuk kota dan butuh ketenangan serta suka mendengar nyanyian burung setiap pagi.
"Dady, apa aku salah?membawa sisa makanan yang tak habis dari restoran bisa membuat reputasi kakak hancur apalagi jika rekan saingan bisnis kakak tau, pasti kakak akan menjadi bahan olokan" ucap zerena pada dady nya.
"diamlah zerena, jaga atitud mu, jangan mengacaukan suasana makan orang lain, ambillah yang kamu perlukan lalu pergi" ucap Dady wildan.
"makan lah Lani. jangan dengarkan zere. Selama makanan itu tidak di curi tidak akan menurunkan reputasi" ucap Dady wildan.
setelah nya meminta pelayan mengantar teh ke taman belakang tempat biasa Dady bersantai di malam hari.
Lani merasa tidak enak dengan Wildan. Apa yang di katakan oleh zerena benar. Lani memalukan saja membawa makanan itu ke rumah. Tapi jika tak di bungkus makanan itu sangat sayang sekali karena belum di sentuh sedikit pun, dan restoran juga pasti hanya akan membuang nya.
Istri kakak ipar Lani masuk ke dapur. Istri kakak ipar nya bernama Yolanda Adams prasanna, biasa di panggil Yola. Nasip nya dengan Samo hampir sama bedanya Yola itu berani melawan mertua nya dan siapapun yang tidak menghargai perasaan nya. Yola juga sangat baik pada Lani.
"Lani? apa yang sedang kamu makan?" tanya yola pada Lani.
__ADS_1
"ini kak, makanan dari restoran tadi saat aku malam bersama kak Wildan, rasanya sayang sekali jika di tinggal di restoran pasti akan di buang oleh mereka, makanan ini padahal belum tersentuh" ucap Lani.
"seperti nya enak,apa kamu hanya membawa satu saja?" tanya yola.
"masih ada 3 kotak lagi kak, tapi itu semua pesanan yang tidak habis juga" ucap Lani.
"tidak masalah, sama saja, itu bukan makanan sisa, dimana kamu menaruh nya? apa aku boleh minta?" tanya yola.
"iya kak boleh, biar aku panaskan dulu" ucap Lani seraya berdiri.
"tidak Lani, kamu ini sangat irit sekali, semua pelayan di sini di bayar untuk bekerja bukan bersantai saja, duduk lah" ucap Yola pada Lani, setelah nya memanggil pelayan.
Yola menyuruh pelayan untuk memanaskan makanan yang di bawa oleh Lani tadi, setelah nya Lani dan Yola makan bersama.
"emmm ini restoran A yang ada di tengah kota bukan?" tanya yola pada Lani.
"pantas saja, rasa nya tidak asing bagiku, karna Satria selalu membawakan nya jika lewat restoran itu." ucap Yola.
Mereka makan dengan candaan dan tawa di ruang makan. setelah makan Lani membereskan sampah makanan nya dan membantu Yola membersihkan bekas makanan Yola, awal nya Yola akan membereskan sendiri tapi Lani bersikeras membantu akhir nya Yola menurut saja. setelah selesai membereskan semua nya, Yola dan Lani kembali ke kamar mereka masing masing.
Yola memiliki putra berumur 3 tahun bernama Zevano prasanna, putranya sangat gemuk, mami mertua nya meskipun bermulut pedas pada Yola dia sangat menyayangi Zevano. Setiap keluar rumah untuk arisan mertua nya selalu membawakan mainan baru yang harga nya sangat mahal, karna Zevano cucu satu satu nya di tambah lagi cucu laki laki.
Saat akan masuk ke dalam kamar Lani mendengar suara mertua nya sedang berbicara dengan suaminya.
"Mau sampai kapan kamu akan menunggu dia hamil Wildan?!, terimalah saran ibu untuk menikah lagi, kalian sudah lama menikah tapi tetap saja tidak punya keturunan!" ucap ibu Wildan.
__ADS_1
"ibu! aku sudah mengatakan jangan mengatakan hal hal yang akan menyinggung perasaan istri ku, aku atau Lani tak ada yang bermasalah. hanya Tuhan saja belum memberi kepercayaan kepada kami Bu!" ucap Wildan tegas pada ibu nya.
"terserah kau saja, apa kau tidak iri melihat teman teman mu sudah memiliki anak sedangkan kau dan dia masih tidak memiliki keturunan!" ucap ibu nya kesal lalu pergi.
Lani bersembunyi saat mertuanya keluar dari kamar, setelah mertuanya pergi Lani masuk ke kamar dan tersenyum pada suami nya.
"sayang... apa kamu mendengar semua ucapan ibu tadi? jangan memasukkan nya ke dalam hati, ibu itu berbicara memang seenaknya saja" ucap Wildan takut istri nya terluka.
Lani hanya tersenyum dan meraih tangan suaminya mengajak Wildan duduk di kursi.
"kakak... jika ibu sangat menginginkan cucu dari mu, turuti lah mau ibu, aku tidak apa apa jika kakak mau menikah lagi" ucap Lani memaksakan diri nya untuk tetap tegar.
"tidak akan! jangan bergurau Lani, aku tidak akan menyakiti mu, mulut mu mengatakan tidak apa apa, hati mu pasti terluka. Aku juga tidak ingin memiliki 2 istri hanya karna belum punya anak, bisa saja kan kita mengadopsi dari panti asuhan" ucap Wildan sambil berdiri kesal mendengar ucapan Lani.
Lani tersenyum dengan perkataan suaminya, Lani merasa beruntung memilik suami seperti Wildan yang selalu mengerti dengan perasaan nya. meskipun Lani bukan berasal dari keluarga konglomerat seperti Wildan. Wildan sangat menyayanginya.
"sayang... ayo istirahat, jangan pikirkan perkataan ibu tadi" ucap Wildan pada Lani.
Lani menuruti perkataan Wildan. Lani tidur dalam pelukan suami nya. Lani tiba tiba ingin saja meminta sesuatu pada Tuhan sebelum dia tidur.
"ya Tuhan berikan aku kepercayaan untuk memiliki seorang anak, tak masalah apa pun jenis kelamin nya, aku akan menerima apa ada nya ya tuhan, aku mohon kabulkan keinginan ku" ucap Lani dalam hati sebelum tidur.
setelah nya Lani dan Wildan tidur bersama.
"hahh, dasar Wildan! bodoh sekali padahal ada Keluarga kaya yang mau menerima Wildan untuk anak mereka meskipun Wildan sudah beristri, tapi Wildan malah menolak nya!" ucap mami Wildan. Di dengar oleh Dady nya...
__ADS_1
"Apa maksud mami!" ucap Dady wildan yang membuat mami nya kaget.
...********bersambung********...