
"Mohon maaf nyonya, itu ayam nya bukan ayam baru kami goreng nyonya, tapi ayam yang di beli tuan Wildan dan nona Lani untuk lauk kami" ucap salah satu pelayan pada mertua Lani.
"Apa!!!" ucap mertua Lani pura pura kaget meletakkan piring dan akan membersihkan tangan nya seolah tak sudi untuk makan ayam itu.
"Alah... mami tidak usah pura pura kaget, aku dari tadi memperhatikan mami, mami mengendap endap masuk dapur dan langsung memakan 4 potong ayam itu, jangan terlalu gengsian, jika enak katakan saja enak" ucap yolanda menantu pertama nya yang memang berani melawan mami Wildan.
"diam kamu! bukan urusan mu, urus saja urusan mu!" ucap ketus mami Wildan pada menantu pertama nya.
"eitsss.. mami mau kemana" ucap yolanda mencegah mertuanya yang akan beranjak dari kursi nya.
"aku ingin ke kamar apa urusan nya dengan mu?!" ucap mami Wildan.
"habiskan dulu nasi dan lauk nya, atau Dady akan memotong uang bulanan mami, mami paling tau dady sangat marah jika ada yang menyia nyiakan makanan" ucap yolanda pada mertua nya.
merasa ada kesempatan untuk melanjutkan makan tanpa gengsi dan memiliki alasan jika di tertawakan mami Wildan melanjutkan makan nya. Saat sedang makan suami nya masuk ke dapur seperti biasa menuju taman belakang untuk menikmati pemandangan sambil meminum teh.
"loh... katanya tidak enak, diam diam makan langsung 4 potong, makanya mami jangan sok gengsian, susah sendiri kan?" ucap Dady wildan pada istri nya.
"mami juga makan ini terpaksa karna mami tidak tau ini masih ayam yang sama yang di bawa Wildan, jika mami sia sia kan makanan Dady pasti akan marah dan memotong uang bulanan mami" ucap mami Wildan beralasan.
"alah, mami sangat pandai membuat alasan, mana mungkin mami tidak akan tau ayam itu ayam yang di beli Wildan. Sedangkan ayam itu masih berada dalam bungkusan yang di bawa oleh Wildan" ucap Dady wildan pada istri nya.
"Alah... cuman ayam doang di ributkan, sana jika dady ingin bersantai jangan ganggu mami" ucap mami Wildan.
__ADS_1
Dady wildan tertawa dengan kelakuan istrinya. dia paling mengenal sifat istrinya nya yang gengsian dan mementingkan reputasi nya serta keluarga nya.
Setelah mami Wildan selesai makan, mami Wildan masuk ke kamar untuk bersantai setelah makan sambil bermain handphone. Saat sedang asik membaca berita gosip. Mami Wildan mendapat pesan dari sahabat nya.
"Bagaimana? apa Wildan mau di jodohkan dengan shera?" pesan dari sahabat mami Wildan.
"Itu akan sulit, karna wanita itu sedang hamil, aku tidak ingin Wildan memiliki anak darinya, itu bisa membuat buruk reputasi keluarga ku, aku akan mencari cara memisahkan Wildan dengan wanita itu bagaimana pun caranya" ucap mami Wildan membalas pesan.
"Aku akan melakukan apapun untuk membuat Lani keguguran aku tidak Sudi memiliki cucu darinya" ucap mertua Lani dalam hati nya.
"apa lagi yang sedang mami pikirkan, dari tadi gelisah saja Dady perhatikan" ucap Dady wildan pada istri nya.
"tidak, mami tidak sedang memikirkan apa apa" ucap mami Wildan beranjak keluar dari kamar karna malas jika suaminya akan bertanya lebih banyak lagi.
"aneh sekali, pasti ada yang di sembunyikan dari ku" ucap Dady wildan.
"Kakak...." panggil Lani pada Wildan yang sedang duduk di sofa.
"ya ada apa sayang?" tanya Wildan pada istrinya.
"ayo taruh tangan mu di sini" ucap Lani meraih tangan Wildan dan menaruh di perutnya.
Wildan merasakan gerakan bayinya, hati Wildan sangat senang karna ini baru pertama kalinya Wildan akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1
"Lani... dia menendang..." ucap Wildan tertawa bahagia dengan menempatkan kepalanya di perut Lani.
"Aduh sayang papa, papa tidak sabar ketika kamu lahir nanti nak, sehat sehat ya sayang" ucap Wildan mencium perut Lani, membuat Lani merasa geli.
"sudah sayang ayo kita tidur, besok kita USG, kakak tidak sabar melihat malaikat kecil kakak" ucap Wildan pada Lani.
Setelah nya Wildan dan Lani beranjak untuk tidur. Mereka tidak sabar untuk hari esok karna akan melihat bayi mereka.
Paginya Wildan dan Lani bangun bersamaan, semenjak Lani hamil, Lani tidak lagi bangun subuh, Wildan menyuruh Lani untuk istirahat full karna tidak ingin terjadi sesuatu pada Lani dan bayinya.
"wah wah wah, semenjak hamil, kamu manja sekali, jam segini baru bangun, semua pekerjaan tidak beres di lakukan pelayan karna tidak ada bantuan mu" ucap mami Wildan saat Wildan dan Lani baru sampai di ruang makan.
"mami, Lani aku suruh istirahat lebih lama karna perut nya mulai terasa tidak nyaman saat tidur, Lani susah mencari posisi tidur makanya Lani aku suruh istirahat lebih lama karna tidak mau Lani kurang tidur" ucap Wildan pada mami nya.
"jika mami merasa semua pekerjaan tidak beres di lakukan pelayan, mengapa bukan mami saja yang membantu mereka, lagian para pelayan juga tidak lelet dan mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik, mami saja yang merasa mereka tidak beres melakukan pekerjaan mereka karna tidak suka melihat Lani bersantai" ucap yolanda pada mertua nya, Yolanda sangat tau sifat mertua nya.
Mendengar perkataan Yolanda mami mertua nya langsung sinis melihat ke arah Yolanda.
"kenapa bukan kamu saja? kenapa harus mami?" ucap mami Wildan pada menantu nya .
"aku sih malas, untuk apa membayar pelayan jika ujung ujungnya kita yang tetap turun tangan, Lani itu terlalu patuh sampai sampai menuruti semua keinginan mami, karna dia menyegani mami, dan itu berbeda dengan ku" ucap yolanda beranjak pergi karna telah selesai sarapan.
"mami, aku sudah terlalu lama diam karna di tahan Lani untuk tidak membalas semua perkataan dan perbuatan mami pada Lani yang seenaknya, memperlakukan Lani sesuka hati mami, Lani menikah dengan untuk melayani ku sebagai suami nya bukan pelayan di rumah mertua nya. Jika mami terus terusan seperti ini, Wildan tidak akan memikirkan perasaan mami lagi, Wildan juga punya mansion sendiri, Wildan bisa kapan saja keluar jika kesabaran Wildan sudah habis!" ucap Wildan pad mami nya dan beranjak pergi padahal belum selesai sarapan.
__ADS_1
"lihatlah ulah mu! sekarang dia berani melawan pada mami nya, pengaruh mu sangat buruk untuk putra ku!" ucap mami Wildan pada Lani yang langsung mendapat jawaban dari Dady wildan.
"itu ulah mu, bukan ulah menantu, kamu memang sudah kelewatan, jika Wildan pergi dan tinggal di mansion nya, tidak ada siapa yang di salahkan. Itu karna keegoisan mu yang memikirkan diri sendiri, jangan menyalah kan kami!" ucap Dady wildan pada istri nya membuat istri nya kesal.