Anugerah Untuk Keluarga Ku

Anugerah Untuk Keluarga Ku
Kabar pahit


__ADS_3

Lani dan Wildan menunggu sangat lama hasil pemeriksaan bayi nya keluar. setelah hasil pemeriksaan keluar Lani dan Wildan merasa di sambar petir di hari yang cerah, Wildan dan Lani mengetahui bahwa putri nya tuli, Awal nya dokter menanyakan apakah ada dari keluarga mereka yang tidak bisa mendengar, tapi keluarga mereka tidak ada yang bermasalah dengan pendengaran mereka. Dokter juga bertanya apa Lani selama hamil pernah mengonsumsi pil untuk menggugurkan kandungan. Tapi Wildan yang menjawab. Lani selalu di jaga makan nya, bahkan vitamin vitamin nya juga di beri secara teratur oleh Wildan.


Dokter bertanya apakah semua bungkus vitamin yang di konsumsi Lani serta obat penambah darah dan pil yang pernah di konsumsi Lani masih di simpan oleh Wildan?


Wildan ingat Wildan mengimpan 2 botol vitamin, vitamin yang pertama dengan botol vitamin yang ke dua. Wildan mengangguk dan mengatakan masih memiliki nya. Dokter meminta Wildan membawa nya ke rumah sakit.


Setelah mengantar Lani pulang, Wildan pamit pada istrinya kembali ke rumah sakit, Lani hanya terdiam saja dari rumah sakit, Lani tak bicara, hanya air mata yang keluar menatap putri malang nya, Lani mengutuk ngutuk dirinya, Lani merasa tak pantas menjadi ibu, Lani bahkan sempat memukul mukul kepalanya karna merasa stres dengan perkataan dokter. Wildan meminta Yolanda menjaga istri nya, karma takut Lani menyalahkan dan melukai dirinya. Lani sedang menyusui, tidak baik untuk dia dan bayi nya jika dia merasa drop dan stres. yolanda memberi pengertian pada Lani, Lani pun mengerti dengan perkataan Yolanda dan berusaha menenangkan diri nya.


Di rumah sakit Wildan di kagetkan dengan perkataan dokter bahwa obat yang Wildan beri adalan ramuan untuk menggugurkan kandungan, sedangkan botol yang satu nya memang vitamin untuk ibu hamil. Wildan merasa kaget dengan perkataan dokter, bukan hanya itu dokter juga mengatakan pil yang ada pada botol itu seperti nya sudah di tukar.


Wildan pulang dengan banyak pertanyaan di kepala nya, Wildan menyadari sesuatu memang obat yang di bawa saat di terima dengan apa yang di makan Lani bukan pil yang sama. Wildan menyesali keteledoran nya. Untung nya pil itu tidak habis di konsumsi oleh Lani saat itu, jika Lani mengonsumsi hingga habis, bukan hanya bayinya Wildan juga bisa kehilangan istri nya.


Sesampainya di mansion Wildan yang tidak pernah menangis, menangis sejadi jadinya, Wildan bercerita pada dady dan kakak nya satria tentang yang terjadi, mami Wildan keringat dingin dan mulai pucat mendengar perkataan Wildan. Bagaimana mungkin dia teledor tentang vitamin yang di tukar nya. Dia mengira Lani habis meminum nya.


"Bagiamana ini, bagaimana jika Wildan tau aku yang menukar obat obat Lani" gumam mami Wildan dalam hati nya. Di tambah lagi Mami Wildan sangat teledor dengan CCTV di mansion nya. Mami Wildan takut di amuk suami dan putranya.


"Wildan apa.di rumah sakit saat itu kamu berdampingan duduk dengan pasien lain,bisa jadi obat itu di tukar saat kamu dan Lani lengah" ucap mami Wildan pada Wildan.


"Tidak mi, Wildan dan Lani tidak duduk dekat dengan siapapun, kami langsung pulang setelah di beri vitamin oleh dokter nya" ucap Wildan sesegukan, Dady dan kakak nya merasa sangat kasihan melihat Wildan, mereka juga terpukul dengan keadaan putri Wildan.

__ADS_1


"Dady sepertinya di mansion ini ada yang berkhianat. Jika Wildan terus memegang vitamin vitamin itu dari rumah sakit berarti vitamin itu di tukar di mansion kita." ucap satria yang memang sangat cerdas dan teliti.


"Sepertinya betul yang kamu katakan" ucap Dady wildan pada putra pertama nya. Setelah nya Satria memerintahkan pengawal memeriksa cctv mansion milik keluarga prasanna. Perintah satria membuat mami Wildan keringat dingin.


"bagaimana jika semuanya tau aku yang telah menukar vitamin Lani, aku sangat ceroboh sekali, bagaimana mungkin aku melupakan cctv di mansion" ucap mami Wildan dalam hati nya.


Tak butuh waktu lama rekaman CCTV yang di minta oleh satria pada pengawal akhirnya di dapatkan oleh satria.


"Permisi Tuan, ini rekaman CCTV yang tuan minta" ucap seorang pengawal pada satria.


Satria menyambung flashdisk dari pengawal ke laptop nya, Satria mengerutkan dahi nya melihat mami nya yang diam diam masuk k dalam kamar Wildan ketika semua orang sedang makan malam.


"Wildan, Dady tak ingin mengambil langkah karna ini hak mu untuk menyelesaikan masalah ini, Dady benar benar kecewa" ucap Dady wildan meneteskan air matanya, Dady Wildan tak pernah menangis atau sekecewa itu pada keluarga nya apalagi Istri nya.


"Mami...." lirih Wildan, perasaan nya campur aduk Wildan tidak bisa mengatakan apa apa dengan apa yang dia lihat.


"Wildan, satria, dady, dengarkan dulu penjelasan mami" ucap mami Wildan, ntah apa yang akan di jelaskan oleh mami nya.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi mami, pantas saja saat awal kehamilan Lani, mami selalu mengingatkan Lani minum Vitamin nya tepat waktu, Bahkan mami lebih ingat tentang jadwal minum vitamin Lani, ternyata ini alasannya, aku benar benar kecewa mi" ucap Wildan tak mau emosi lalu berdiri dan beranjak pergi.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Wildan melihat Lani yang sedang menggendong putrinya dengan menatap kosong pada langit di luar jendela.


"Lani..." ucap Wildan lembut pada Lani.


Lani menoleh pada Wildan memaksakan tetap tersenyum pada suaminya, Lani juga tau bukan hanya dia yang merasa terpukul dengan keadaan putri mereka.


"kakak..." ucap Lani pelan pada Wildan.


"Ayo bersiap lah, kita akan tinggal di mansion kita" ucap Wildan mengemasi baju Istri dan anak nya ke dalam koper.


"Apa yang terjadi kak?" tanya Lani bingung pada suami nya.


Terdengar suara Isakan dari Wildan yang berusaha di tahan nya. Lani menaruh bayinya segera berdiri menghampiri suaminya, Mengangkat kepala Wildan lembut untuk menatap wajah nya.


"Cerita kan apa yang terjadi kakak? kakak tidak pernah seperti ini sebelumnya" ucap Lani lembut lalu memeluk suami nya, Wildan bukannya tenang malah menumpahkan rasa yang ada di hatinya, membuat Lani cemas dan semakin bingung.


"Lani...." ucap Wildan terisak dengan suara parau nya.


"ya kak coba ceritakan kan, jika kakak sudah merasa tenang" ucap Lani pada suami nya.

__ADS_1


"Lani... mami jahat... mami benar benar tidak punya perasaan, entah apa salah putri kita pada nya, Mami membuat putri kita menderita, Mami dulu pernah diam diam menukar vitamin mu dengan obat penggugur kandungan" ucap Wildan menangis dan seketika lutut Lani terasa tak bersendi.


__ADS_2