
Mendengar ucapan mertua nya yang menyumpahi putri nya, air mata Lani langsung mengalir deras. hati ya sakit.ibu mertuanya menyumpahi putri nya menderita dan tidak akan merasakan menjadi remaja, atau kasarnya meninggal sebelum tumbuh menjadi remaja.
Plak!!!! sebuah tamparan mendarat di pipi mertua Lani. Siapa yang melakukan itu? tentu saja Dady Wildan. mendengar keributan yang terjadi dari arah kamar cucu perempuan nya Dady Wildan langsung datang menghampiri dan mendengar semua perkataan istri nya.
"Aku sudah muak dengan sifat dan tingkah laku mu! apa salah cucu ku! apa dia membuat mu menderita?! dendam apa yang kamu simpan hingga menyumpah bayi tak berdosa seperti nya! aku selalu sabar dengan omongan asal mu padaku, tapi kamu benar benar keterlaluan terhadap cucu ku! masuk ke kamar mu! sekarang!!" ucap Dady wildan pada istri nya.
Wildan baru datang melihat istri nya Lani nangis sesenggukan dengan Dady dan mami nya yang juga berada di sana.
"Ada apa Lani?" tanya Wildan memeluk istrinya.
"Tidak kak, tidak apa apa" ucap Lani sesegukan.
"Dad, apa yang terjadi? bisakah ceritakan padaku?" ucap Wildan pada dady nya. Dady Wildan tanpa ragu menceritakan semua nya pada Wildan.
"mami..." lirih Wildan dengan linangan air mata, membuat mami nya merutuki diri nya sendiri karna tidak berfikir sebelum berbicara.
__ADS_1
"Mami, jika di luar sana seorang ibu memutuskan hubungan dengan putranya, kali ini aku yang memutuskan hubungan ku dengan mami, aku benar benar kecewa dengan mami, mulai hari ini jangan anggap aku putra mu, jangan ikut campur urusan ku, Lani bukan menantu mu, tidak ada hak mu untuk memerintah Lani, atau pun memarahi Lani mulai detik ini, tentang putri ku, jika tidak bisa menerima nya setidaknya jangan menambah penderitaan nya, dia bukan cucu mu, mami tidak pernah merasa bersalah pada putri ku setelah apa yang mami perbuat, bahkan mami makin menjadi jadi, aku benar benar kecewa!" ucap Wildan memapah Lani ke dalam kamar. Dady Wildan melangkah pergi dari sana. setidak nya Wildan tidak mengatakan akan pindah dari mansion Dady nya, Dady Wildan tidak ingin jauh dari cucu perempuan nya, apapun keadaan nya Dady Wildan akan selalu sayang pada cucu cucu nya.
Sedangkan mami Wildan? Hati ibu mana yang tidak merasa sakit ketika putra mereka terus terang memutuskan hubungan antara ibu dan anak, Mami Wildan terduduk di tempat nya, tidak menyangka ini akan terjadi, putra kecil yang sangat dia sayang dan di harapkan memutuskan hubungan terang terangan dengan nya.
"Hiks... hiks..." Isak mami Wildan masih terduduk di depan pintu kamar Lani dan Wildan.
"ini semua karna wanita sialan itu" ucap mami Wildan terisak masih menyalah kan Lani.
Di kamar nya Wildan menangis, dia tak menyangka mami nya tak berhenti menyakiti putri kecil nya yang entah apa dosa nya pada mami nya.
Lani dan Wildan bergegas berdiri melihat putri mereka bersama sama. Hati mereka terasa hancur melihat wajah lugu putri kecil mereka yang harus menanggung banyak derita meskipun keluarga nya kaya, Mereka tidak bisa melakukan apa apa untuk menyembuhkan putri mereka.
Lani menggendong putri nya dengan penuh kasih sayang, dia menatap malaikat kecil nya, seandainya suatu hari nanti dia tiada dimana dunia tempat malaikat kecil nya akan berpijak?
"Kakak... apa perkataan mami tadi akan terjadi?" Isak Lani sambil memeluk putri nya yang sudah tenang dalam pelukan Wildan.
__ADS_1
"tidak Lani, tidak akan" ucap Wildan meyakinkan istri nya.
Lani selalu terpikirkan perkataan mertua nya, apa salah bayinya hingga mertua Lani sekejam itu pada putri nya?
"kakak, maaf kan aku, karna aku kakak dan mami jadi bertengkar, minta maaf lah pada mami kak, hati nya pasti sangat terluka dengan perkataan kakak yang memutuskan hubungan kakak dengan mami, mami sudah tua kak, kasihan mami" ucap Lani pada suami nya.
"kamu bahkan masih bisa merasa kasihan pada mami? aku sangat kecewa pada ucapan mami, aku tidak sanggup untuk menatap nya, rasanya sangat sakit, putri ku yang malang di benci tanpa alasan bahkan sebelum dia lahir, apa derita nya tidak cukup sehingga mami harus memaki dan menyumpahi nya di saat usia kecil nya yang masih tidak mengerti apa apa? bahkan putri ku tidak melakukan kesalahan apa apa pada mami" ucap Wildan pada Lani.
"kakak, aku juga kecewa dengan mami, tapi tidak baik kakak memutuskan hubungan seperti itu pada mami kakak, kakak boleh marah, tapi tak ada yang bisa memutuskan hubungan antara ibu dan anak, mami mengandung dan membesarkan kakak dengan penuh kasih sayang, bagaimana perasaan mami di saat putra nya memutuskan hubungan dengan nya." ucap Lani pada Wildan.
"Lani tolong lah, kali ini aku tidak bisa mengikuti keinginan mu, tolong hargai keputusan ku" ucap Wildan kesal dengan istri nya. harus nya Lani yang kesal dengan Wildan karna memiliki mami tempramen buruk, tapi malah sebalik nya.
Dady Wildan terdiam duduk di pinggir tempat tidur menatap keluar jendela, ucapan Istri nya menyayat hati nya, rasa kecewa nya tak bisa di ungkapkan, hatinya benar benar sakit, Dady Wildan teringat dahulu mami Wildan orang yang lemah lembut tidak pernah memandang seseorang sebelah mata, selalu menghargai siapapun, sifat itu lah yang membuat Dady Wildan mencintai mami nya. Tapi semenjak Dady Wildan mulai menuju puncak kejayaan hingga sukses seiring waktu itu pula mami Wildan sifat nya berubah karna harta. Dady Wildan mencintai mami nya, tidak tega jika harus menceraikan mami nya, apalagi mami Wildan lah yang menemaninya dari titik terendah nya.
"Apa yang harus aku lakukan, aku mencintai Melinda, tapi kelakuan nya sudah menyakiti keluarga nya, aku tak ingin menceraikan nya, tapi aku tak bisa menerima sifat dan kelakuan nya yang semakin menjadi dan melampaui batas" gumam Dady Wildan menetes kan air mata di tepi tempat tidur nya, baru kali ini Dady Wildan merasa lemah tidak berdaya. Dady Wildan menyalahkan diri nya tidak bisa mendidik dan menuntun Istri nya dengan benar.
__ADS_1
Sedangkan mami Wildan di kamar nya terdiam masih terasa tamparan yang di berikan suaminya padanya, selama menikah ini adalah tamparan ke dua setelah yang di terima nya kemarin dari sang suami. Hatinya sangat sakit karna suami yang benar benar dia cintai mampu menampar nya. Mami Wildan menangis rasanya sangat sesak di sakiti oleh orang yang sangat di cintai di tambah lagi putra sendiri memutuskan hubungan langsung dengan nya, mami Wildan masih menyalahkan Lani, baginya Lani lah penyebab kacau nya kehidupan keluarga prasanna.