Anugerah Untuk Keluarga Ku

Anugerah Untuk Keluarga Ku
Terasingkan


__ADS_3

Pagi itu semua keluarga sarapan dengan tenang, mami Wildan tak terlihat ikut sarapan, mami Wildan berharap suaminya meminta maaf padanya, setidaknya anak atau cucu nya membujuk mami Wildan untuk sarapan bersama.


"Aduh... kenapa Dady dan anak anak tidak membujuk ku? bahkan cucu ku tidak datang menemui ku, semalam Dady juga tidak tidur di sini" gumam mami Wildan.


"Dady... apa mami tidak ikut sarapan" tanya Lani pada mertua nya.


"Lani... mulai hari ini anggap dia tidak ada di rumah ini, Dady sangat kecewa dan malu dengan perbuatannya, bahkan dia mampu menyakiti cucu nya yang tidak berdosa" ucap Dady wildan pada menantu nya.


"Lani sudah lah, habiskan sarapan mu dik, pikirkan saja yang harus di pikirkan, tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak pantas untuk di pikirkan" ucap satria pada adik iparnya. dan di jawab anggukan oleh Lani.


Di kamar nya, merasa tidak tahan dengan rasa lapar nya, mami Wildan memutuskan pergi ke ruang makan, baru saja sampai di ruang makan belum mami Wildan duduk, Dady Wildan langsung berdiri dan pergi dari ruang makan padahal makanan nya belum habis, di ikuti oleh satria Wildan serta Yolanda, Lani merasa canggung jadi lani tetap duduk diam di tempat nya. sedangkan Yolanda mengajak Zevano makan di taman belakang.


"Kenapa tidak pergi? apa kamu senang semua nya seperti ini?!" ucap mami Wildan menyalahkan Lani, baginya semua ini karna ulah Lani, seandainya lani tidak datang ke keluarganya tidak mungkin semuanya seperti ini. Lani tidak menjawab, Lani hanya diam saja, Lani memang tidak seperti Yolanda yang bisa melawan jika dia tidak suka. Wildan mendengar perkataan mami nya langsung berbalik dan menggandeng tangan Lani.


"kita makan di luar saja, kakak takut kamu lengah sedikit saja ada yang memasukkan racun ke makanan mu" ucap wildan melewati mami nya, perkataan Wildan terasa paku tumpul yang menusuk pada hati mami nya, rasanya sangat sakit dan sesak. mami Wildan tidak bisa menerima perkataan putra nya.


"Apa maksud mu Wildan?" tanya mami nya saat Wildan hendak pergi.


"Entah lah" ucap Wildan cuek membawa Istri nya pergi.


Di kamar Lani berusaha mengajari putrinya untuk berkomunikasi, meskipun bayi nya masih kecil, Lani berusaha mengajarnya dengan gerakan mulut dan gerakan, berharap putri nya suatu hari mengerti dengan apa yang Lani ajarkan.

__ADS_1


Wildan melihat aktivitas istri nya yang sabar mendidik anak nya merasa bersalah, karna keteledoran nya anak dan istri nya harus menderita.


"Lani..." ucap Wildan yang duduk di sofa.


Lani menoleh pada suami nya dengan senyuman.


"Iya kak? apa kakak perlu sesuatu?" tanya Lani pada suami nya.


"maaf kakak laki menjaga mu dan putri kita" ucap Wildan menyalahkan dirinya. Lani tau apa yang di rasakan oleh suaminya lalu berdiri dan menghampiri Wildan.


"Jangan salahkan diri kakak, kita tidak perlu menyesali masa lalu kak, sekarang kita didik anak kita sama sama, apapun keadaan nya setidaknya kita bisa memberi kasih sayang lebih untuk nya kak" ucap Lani tersenyum lalu memeluk suami nya.


Wildan bahagia pada sifat Istrinya yang seolah tidak ada dendam dalam perkataan nya, ikhlas menjalani setiap ujian yang mereka lalui.


"Zevano..." ucap mami Wildan memanggil cucu kesayangan nya, ingin memberi mainan setelah pulang dari mall bersama teman teman arisan nya.


Yolanda mendengar mertuanya memanggil. putra nya langsung keluar dari dapur dan berpura pura memanggil Zevano.


"vano... ayo sini, ada es krim untuk mu" ucap yolanda pada putranya, tentu saja Zevano yang jarang di izinkan makan eskrim oleh Dady dan mami nya langsung bergegas menuju ke tempat mami nya berada tanpa menghiraukan Oma nya.


"Yolanda!" ucap mami Wildan marah seakan dia tau Yolanda berusaha menjauhkan cucunya dari nya.

__ADS_1


"Apa maksud mu memanggil Zevano di saat aku akan mendekati nya!" ucap mertuanya pada Yolanda.


"aku hanya memanggil putra ku, tidak ada salah nya, lagian aku tidak tau entah apa yang akan di berikan pada putra ku, aku takut terjadi sesuatu pada putra ku" ucap yolanda dingin tanpa menatap mertuanya.


mami Wildan emosi dengan perkataan Yolanda.


"Aku tidak pernah menyakiti Zevano, lagian apa yang di alami oleh putri Wildan itu sudah takdir nya" ucap mertua nya santai.


"takdir buruk yang di rencanakan!" ucap satria dari belakang mami nya menuju ke dekat putranya.


"Ayo Zevano ikut dengan papa, kita akan pergi beli mainan yang kamu mau" ucap satria berlalu sambil menggendong putranya.


Mami nya sangat kesal dengan tingkah laku keluarga nya yang seolah mengasing kan dia, lebih tepatnya menganggap diri nya orang asing di rumah itu.


"Ini semua karna Lani. Wanita itu membuat keluarga ku menjauhi ku" ucap mami Wildan kesal menyalahkan Lani.


Mami Wildan lagi lagi tidak memikirkan sesuatu sebelum bertindak. Mami Wildan menuju kamar Wildan dan Lani, dia berniat memaki Lani melampiaskan amarah nya pada Lani. Baru saja sampai di depan kamar Wildan para pengawal melihat kedatangan mami Wildan langsung menghadang.


"Awas kalian! jangan menghalangi ku, ini rumah ku, kalian tak berhak menghalangi jalan ku!" ucap mami Wildan pada pengawal yang menghadang nya.


"maaf nyonya kami sudah di perintahkan untuk tidak mengizinkan nyonya masuk ke dalam kamar tuan Wildan atau nona anugrah. kami hanya menjalankan tugas kami nyonya" ucap pengawal pada mertua Lani.

__ADS_1


mendengar ribut ribut dari arah luar Lani keluar dari dalam kamar nya, ternyata ada mertua nya yang sedang mencoba masuk ke kamar nya.


"Heh sialan! gara gara kamu! gara gara kamu semua keluarga mengasingkan aku! bahkan suami ku tidak berbicara sepatah katapun pada ku, bahkan cucu ku di jauhi dari ku! dasar wanita sialan! dari awal harusnya kamu tidak masuk ke keluarga ku, kamu hanya membuat hidup ku berantakan! dasar wanita sialan! wanita miskin tidak tau diri! kamu membuat anak anak ku menjauhi ku! aku sumpahkan putri mu tidak akan merasakan kebahagiaan dan tidak akan merasakan menjadi remaja!! agar kau tau bagaimana rasanya di tinggalkan oleh anak mu! agar kamu tau sakit nya di jauhi anak mu sialan!" maki mertua Lani dengan ucapan yang asal asalan.


__ADS_2