Anugerah Untuk Keluarga Ku

Anugerah Untuk Keluarga Ku
Kedatangan shera


__ADS_3

"yolanda jangan berani macam macam, lepaskan tangan saya!" bentak ibu mertua nya mencoba melepas tarikan tangan yolanda.


"apa?? mami takut? mami yang sudah tua bangka saja bisa merasa takut bagaimana dengan anugrah?" ucap yolanda dingin membuat mertua nya terdiam.


"sialan!! yolanda memang tidak bisa di remehkan" ucap melinda dalam hati nya.


"Sudah sudah.... semua nya kembali lah ke kamar masing masing" ucap wildan agar putri nya tidak terganggu.


"kakak..." ucap shera tiba tiba memeluk wildan membuat wildan kaget begitu pun juga lani dan yolanda.


"apa apa an shera!" ucap wildan memaksa shera melepaskan pelukannya.


"kakak... kenapa kakak jadi begini, padahal dulu aku sering memeluk mu, bahkan kita sering bergandengan tangan saat pergi main berdua" ucap shera manja.


"itu dulu! sekarang tolong keluar lah! dan hargai istri ku" ucap wildan dingin membuat shera sakit hati dengan sikap wildan.


Setelah semua nya keluar dari kamar wildan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri tanpa banyak bicara pada lani, membuat lani merasa bersalah.


Setelah wildan mandi wildan masih tetap diam tidak berbicara pada lani, saat wildan merapikan rambut tiba tiba lani memeluk kaki wildan, membuat wildan kaget.


"sayang... berdiri lah, kamu kenapa?" ucap wildan pada istri nya.

__ADS_1


"maaf kak, maaf aku lalai menjaga anugrah" ucap lani sesegukan.


"tidak sayang. bukan kamu yang lalai tapi baby sister kita. aku membayar mereka untuk menjaga anugrah agar kamu cukup beristirahat, karna aku tau malam hari kamu tidak istirahat dengan benar demi menjaga anugrah" ucap wildan memeluk dan berusaha menenangkan istri nya.


Di kamar nya yolanda merasa yakin shera sengaja mencelakai anugrah. yolanda menuju ke ruangan cctv untuk melihat rekaman yang terjadi sore tadi. Benar saja dugaan yolanda shera sengaja mencelakai anugrah. yolanda menyimpan rekaman cctv itu lalu pergi dari ruangan cctv. Shera mencari cari dimana ruang keamanan berada untuk menghapus vidio cctv sore tadi, saat shera menemui ruangan itu shera segera menghapus cctv nya tapi sayangnya yolanda sudah menyimpan duluan bukti nya.


"Lihat saja shera! berani menyakiti keponakan ku kamu akan mendapat balasan 4 kali lipat dari yang di rasakan malaikat kecil ku" ucap yolanda di dalam kamar nya. yolanda sengaja tidak memberi tau siapa siapa tentang rekaman itu, yolanda ingin membalaskan sendiri perbuatan shera pada ponakan nya.


Malam itu saat makan malam di ruang makan, lani memangku anugrah yang masih lemas, matanya sayu rasa sakit itu masih berdenyut di jemari kecilnya, seolah tau kecemasan ayah bunda nya, anugrah hanya diam bersandar dalam pelukan lani menahan rasa sakit jemari kecil nya. padahal umur nya masih 2 tahun tapi anugrah seolah di beri kelebihan dalam kekurangan nya.


"sayang... bunda suapin ya..." ucap lani menggerakkan bibir nya perlahan agar anugrah mengerti dengan ucapan lani.


Anugrah hanya menatap mami nya, setelah nya lani menyuapi gadis kecil nya makan, mungkin karna lelah menangis anugrah makan dengan lahap di suapi lani. Saat lani akan menambahkan nasi untuk menyuapi anugrah tiba tiba mertunya menyindir.


wildan mendengar perkataan mami nya mengeluarkan uang dari sakunya dan melempar ke depan piring mami nya, ingat... bahwa wildan sudah memutuskan hubungan dengan mami nya? bahkan mereka masih belum baikkan.


"aku bayar!" ucap wildan menatap mami nya dingin membuat perasaan mami nya sakit dan hati nya terasa nyeri dengan sifat putra nya. satria dan dady nya hanya memperhatikan saja karna wajar saja wildan marah.


Wildan mengambilkan nasi untuk anugrah makan, melihat anak nya lahap makan wildan sangat senang. Sedangkan mami nya hanya terdiam tidak mampu berkata apa apa, air matanya seolah ingin keluar ada yang mendesak ingin iya katakan tapi tercekat di kerongkongan rasanya sakit sekali.


Lani merasa tidak enak dengan tingkah suami nya yang memperlakukan ibu nya seperti itu, lani merasa wildan kelewatan. tapi wildan merasa biasa saja.

__ADS_1


"kakak... tidak baik seperti itu pada mami, mami berbicara seperti itu demi kebaikan anugrah agar anugrah tidak kekenyangan, kasian jika anugrah kekenyangan perut nya akan terasa tidak nyaman, kak lani... sebagai istri harusnya bisa nasehati suami kakak" ucap shera seolah mengintimidasi lani.


"diamlah shera! jangan ikut campur urusan ku! dan jangan menyudut kan istri ku!" ucap wildan membentak shera. Sikap wildan membuat yolanda juga satria merasa puas, yolanda puas wildan membentak shera sedangkan satria puas wildan bisa tegas melindungi keluarga nya, satria sangat tau sifat shera yang kegatalan dan tidak tau malu.


"sialan!! dia malah membentak ku" ucap shera dalam hati merasa malu.


Dady wildan tidak banyak bicara selama kedatangan shera, bahkan dady wildan tidak menerima kedatangan shera karna sudah mengerti rencana istri nya dengan maya. Dady wildan akan tetap diam selama shera tidak mengacaukan keluarga anak anak nya, tapi tidak jika shera berani mengganggu rumah tangga anak anak nya.


"Adekkkk...." ucap zio setelah selesai makan mendekati anugrah lalu melihat jemari kecil adik nya, mata anugrah bengkak dan hidung anugrah masih terlihat merah karna menangis seharian.


"apa masih sakit?? maaf ya kak zio tidak menjaga adik dengan baik" ucap zio setelah nya mengecup punggung tangan mungil milik adik sepupu yang sangat dia sayang.


"makan lah yang banyak, jangan dengar kan orang orang yang membuat mu sedih, kakak ada untuk melindungi mu" ucap zio tersenyum. Perkataan zio berhasil menyindir shera dan oma zio.


"zio, anugrah hanya luka kecil saja, jangan berlebihan" ucap oma nya pada zio.


"kecil bagi oma besar bagi anugrah, bagaimana jika oma coba bagaimana rasanya, zio akan membantu oma menjempit jari oma dengan sengaja di celah pintu, itu tidak akan sakit karna bagi oma kan luka kecil saja" ucap zio dingin.


Zio semakin besar semakin cerdik dan bijak seperti kedua orang tua nya,zio yakin adik nya sengaja di sakiti, Zio berjanji pada diri nya sendiri akan membalas shera, karna bagi zio tidak ada yang boleh menyakiti adik nya bahkan sedikit goresan.


"zio sayang, tidak naik berbicara seperti itu pada oma mu, apa orang tua mu tidak mengajarkan mu attitude dalam berbicara pada orang yang lebih tua?" ucap shera halus namun menyindir yolanda dan satria.

__ADS_1


"orang tua ku mengajarkan ku baik pada orang yang memang baik, apa orang tua mu tidak mengajarkan tata krama bertamu di rumah orang lain?" ucap zio membuat yang ada di ruang makanan itu menahan tawa karna mendengar ucapan zio. shera terdiam dengan perkataan zio.


__ADS_2