Anugerah Untuk Keluarga Ku

Anugerah Untuk Keluarga Ku
Lani pulang ke mansion


__ADS_3

Sore nya Lani dan bayi ya pulang ke mansion, Lani dan bayinya di sambut haru oleh semua penghuni mansion, ada acara penyambutan untuk Lani dan bayi nya, semua nya merasa sangat senang melihat kedatangan Lani dan bayinya, kecuali mami Wildan yang berpura pura senang.


Mereka merayakan kedatangan anggota baru mereka dengan mewah dan meriah. Dady Wildan yang tidak sabar menggendong cucu perempuan nya dari rumah sakit tadi, akhirnya bisa menggendong cucu nya, karna Dady Wildan sudah membersihkan diri nya.


Dady Wildan sangat posesif, bukan Lani dan Wildan tapi Dady nya. Dady Wildan memberi batas untuk melihat cucu nya, Dady Wildan tidak ingin cucunya terkena virus dari luar, Dady Wildan sangat memanjakan putri lani dan Wildan. seperti halnya saat kelahiran Zevano dulu.


"opa..... vano sudah mandi...." teriak Zevano dengan bedak cemong di wajah nya, vano tidak sabar melihat adik kecil nya.


Dady Wildan tertawa melihat tingkah cucu pertama nya.


"Ayo sini... ini adik perempuan" ucap Dady wildan pada cucu laki laki nya.


"Semua teman teman di sekolah sudah punya adik, hanya Zevano saja yang tidak punya, tapi sekarang vano sudah punyaaaa" ucap Zevano merasa sangat ceria dan bahagia, Lani dan Wildan tersenyum melihat tingkah ponakan nya.


"Opa... apa vano boleh mencium nya? Zevano sudah mandi, ini cium lah, wangi kan?" ucap Zevano mengangkat tangan nya menyuruh Dady Wildan mencium wangi ketiak nya, membuat yang ada di sana tertawa melihat tingkah laku si kecil Zevano.


"iya... iya... opa percaya, opa bisa lihat dari wajah mu yang memakai bedak belepotan" ucap Dady wildan pada Zevano.


Zevano di gendong oleh satria untuk mencium putri Wildan dan Lani.


Dalam acara penyambutan itu, juga di umum kan nama bayi mereka. Bayi mereka di beri nama Anugerah prasanna, Lani dan Wildan sudah berdiskusi nama bayi mereka, setelah 5 taun lama nya akhirnya mereka di beri keturunan, jadi mereka memberi nama keturunan mereka anugrah.


Acara itu berlangsung dari sore hingga malam, Lani berada di acara itu hanya sebentar saja, karna Lani butuh istirahat, setelah nya yang lain bersenang senang menikmati acara. Yang hadir dalam acara itu hanya Penghuni mansion saja, mulai dari pengawal, satpam, dan pelayan hingga tukang kebun. Dady Wildan juga mengatur privasi untuk cuci perempuan nya, bukan tanpa alasan. Dady Wildan adalah pengusaha besar di kota, saat kelahiran Zevano karna saking bahagianya Dady Wildan mengadakan acara penyambutan besar untuk cuci pertama nya, tetapi malah menjadi bencana untuk cucunya. Zevano menjadi incaran para penjahat dan lawan bisnis nya, Zevano bisa saja di culik oleh siapa pun jika tidak di beri pengawal ketat di sekeliling nya, bahkan hingga sekarang banyak pengawal yang mendampingi Zevano bahkan juga ada pengawal bayangan.

__ADS_1


"Hai anak papa, kenapa tidur saja dari tadi? apa tidak mau bangun?" ucap Wildan menganggu tidur putri nya. Bahkan dalam Keributan di pesta tadi putri nya tidak terusik sedikit pun dan masih nyenyak tertidur.


Wildan dan Lani tidak heran karna bayi memang kebanyakan tidur seperti Zevano dulu, tapi Zevano gampang terusik.


"Wah bayi papa tidak rewel ya, bahkan menangis hanya ketika haus dan buang air saja" ucap Wildan sambil menggendong putrinya. Tak lama bayi mereka menangis karna merasa haus.


" sayang... sepertinya bayi kita haus, ini berikan dia minum dulu, apa kamu mau pompa asi saja? agar nanti jika bayi kita haus kakak bisa memberikan minum tanpa harus mengganggu istirahat mu" ucap Wildan pada Lani.


"tidak kak, Lani tidak lelah, kita sudah menunggu nya sangat lama, Lani juga tidak merasa terganggu atau kerepotan, bahkan sebaliknya, Lani merasa bahagia kak" ucap Lani pada Wildan.


Setelah memberi asi pada bayinya, Lani melanjutkan istirahat nya, Lani tidur hanya sekedar menutup mata saja, Lani tidak benar benar tertidur, Lani takut dia ketiduran sehingga tak mendengar tangisan bayinya.


bayi Lani terbangun hanya ketika merasa haus atau merasa tidak nyaman karna popok nya basah. Lani dan Wildan mengira Putri mereka sangat pengertian dan tidak rewel.


"Ada apa sayang?" tanya Wildan pada Lani.


"aku merasa ada yang aneh dengan putri kita, bahkan dengan suara sebesar itu dia tidak merasa kaget" ucap Lani.


Wildan mulai menyadari dan mencerna perkataan Lani, benar juga apa yang di katakan Lani, setidak nya putri mereka kaget jika mendengar suara sebesar itu di saat dia tidur.


Wildan tak mau menunggu waktu menyuruh dokter datang ke rumah, Dady Wildan yang sedang santai di ruang tamu melihat kedatangan dokter.


"dokter? silahkan duduk" ucap Dady Wildan pada dokter.

__ADS_1


"Ada keperluan apa dokter?" tanya Dady Wildan pada dokter yang baru saja duduk.


"Tuan Wildan menyuruh saya datang untuk memeriksa putri nya tuan" ucap dokter membuat dady Wildan kaget.


"Apa terjadi sesuatu pada cucu ku?" tanya Dady Wildan.


Belum dokter itu menjawab Wildan datang memanggil dokter untuk membawa ke kamar nya.


"Wildan, apa anugerah sakit? tadi Dady bermain dengan nya dia baik baik saja" ucap Dady wildan.


"ikut lah dad, agar kita sama sama tau masalah nya" ucap Wildan pada dady nya.


Sesampainya di kamar, Wildan menceritakan semuanya kepada dokter.


"Bayi ku tidak kaget saat mendengar suara keras di dekat nya, dia merespon hanya jika ada pergerakan, dia tidak menoleh dengan suara apapun, kecil dia melihat nya" ucap Wildan pada dokter.


Dokter mulai tau masalah putri Wildan.


"begini tuan Wildan, sebaiknya bayi tuan di bawa ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut, dari keterangan tuan Wildan, sepertinya ada suatu masalah dengan pendengaran putri tuan" ucap dokter pada Wildan.


Semua yang ada di sana merasa kaget. Apa maksud dokter tentang bayinya?.


Setelah dokter pergi Wildan dan Lani bergegas membawa bayi mereka ke dokter terbaik di kota. sesampainya di rumah sakit Wildan dan Lani memeriksakan keadaan bayi nya pada dokter. Lama Wildan dan Lani menunggu bayi mereka di periksa. Di mansion, Dady Wildan, yolanda, dan satria cemas menunggu, bahkan Zevano tak berhenti menangis karna adik nya di bawa.

__ADS_1


__ADS_2