
Lani turun ke dapur memaksakan diri membantu pelayan menyiapkan makan malam.
"Lani kenapa kamu di sini? ayo istirahat" ucap Dady mertua nya membawa Lani duduk di kursi.
"Tidak apa apa dad, Lani baik baik saja" ucap Lani tersenyum pada mertua nya.
"apa Wildan tidak mencegah mu melakukan pekerjaan rumah? Dady tidak melarang mu bekerja jika kamu dalam keadaan tidak berbadan dua, jaga cucu Dady baik baik" ucap Dady wildan pada Lani.
"alah... cuman potong sayur saja kok, apa capek nya? Dady ini kelebihan sekali memanjakan menantu nya" ucap mami Wildan.
"OOO pantas saja Lani mau bekerja di dapur, dady yakin sebenarnya Wildan tidak mengizinkan tapi Lani bersikeras karna tidak enak menolak perkataan mu" ucap Dady wildan pada istrinya.
"Sudah Lani, kandungan mu masih rentan, jangan bekerja dan berdiri terlalu lama, jaga kondisi kesehatan mu baik baik, kamu bahkan terlihat pucat" ucap Dady mertua nya pada Lani.
"iya dad, Lani akan menjaga kandungan Lani dengan baik" ucap Lani.
...****************...
Setelah menghabis vitamin baru yang di belikan Wildan stengah botol. Lani merasa tubuh nya menjadi lebih ringan dan tidak lesu lagi, Lani mengira mungkin vitamin sebelum nya tidak cocok untuk Lani. Lani terlihat segar dan ceria.
"Kenapa Lani sepertinya makin hari makin sehat saja?" tanya mertua Lani pada diri nya sendiri.
"Lani..." panggil mertua Lani.
"ya mami? apa mami butuh sesuatu?" tanya Lani ramah dan sopan pada mertua nya.
"apa kamu mengonsumsi vitamin mu teratur?" ucap mertua nya.
"iya mi, Lani tidak pernah bolong minum vitamin" ucap Lani.
__ADS_1
"hmmm baguslah kalau begitu" ucap mertua Lani.
Setelah itu Lani kembali ke kamar nya, Wildan semenjak kehamilan Lani selalu di rumah mengawasi Lani, semua aktifitas apa yang di makan Lani di jaga ketat oleh Wildan.
Wildan tidak ingin meninggalkan lani di rumah kecuali ada sesuatu yang mendesak nya untuk datang ke kantor.
"Kakak... aku ingin ayam goreng yang di jual di tepi jalan" ucap Lani masuk kamar langsung meminta ayam goreng pada Wildan.
Wildan tau istri nya sedang mengidam.
"ya sudah ayok kita beli" ucap Wildan mengajak istrinya.
Lani berbinar saat Wildan langsung mengabulkan keinginan nya.
Wildan dan Lani pergi ke luar untuk mencari ayam goreng yang Lani inginkan. Tak butuh waktu lama, Lani dan Wildan menemukan apa yang mereka cari.
"kita makan di sini saja ya..." ucap Lani pada suami nya.
saat pesanan mereka datang Wildan memperhatikan Lani yang makan dengan sangat lahap. Sudah lama Wildan tidak melihat Lani memiliki nafsu makan seperti sekarang. Sebelum nya lani sangat tidak punya selera untuk makan, sangat susah untuk membujuk Lani makan, bahkan Lani sering makan 2 sendok makan saja.
"makannya pelan pelan sayang, jika habis kita bisa memesan lagi" ucap Wildan lembut pada istrinya.
Lani tersenyum dan mengangguk dengan perkataan suaminya. Lani menghabiskan 4 potong ayam dengan 5 kali minta nasi tambahan. Wildan sangat senang melihat nafsu makan istri nya.
setelah makan Lani dan wildan pulang ke mansion. Sesampainya di mansion Lani langsung ke dapur meminta pelayan menyiapkan ayam goreng yang dia beli tadi untuk makan malam.
Saat makan malam semua nya memakan ayam goreng yang di beli Wildan dan Lani tadi termasuk mertua nya.
"emmm ayam ini enak sekali" ucap mami Wildan memakan ayam goreng di piring nya.
__ADS_1
"di restoran mana kalian membelinya?" tanya mertua Lani.
"Di pinggir jalan mi" ucap Wildan santai.
"Apa!!" ucap kaget mami Wildan dan membuang ayam yang ada di piring nya.
"kenapa oma? ayam ini enak kok? kenapa oma berekspresi berlebihan?" ucap Zevano polos namun mampu membuat orang orang di sana menahan tawa dengan perkataan anak sekecil Zevano.
"Zevano, jangan di makan lagi, makanan ini di beli di pinggir jalan, kita tidak tau kan sayang bagaimana kualitas bahan dan cara pengolahan nya bagaimana? bagaimana jika yang di pakai bukan ayam segar dan cara pengolahan nya tidak bersih? kamu bisa sakit. Makan saja makanan yang lain" ucap mertua Lani menghentikan Zevano memakan ayam nya.
"Kata papa tidak baik berprasangka buruk dengan sesuatu Oma, Orang pintar akan tau bagaimana rasa makanan yang sehat dan bisa di makan, orang bijak akan menghargai apapun makanan mereka tanpa merendahkan makanan yang ada di depan mereka" ucap Zevano membuat satria bangga karna Zevano selalu mengingat nasehat satria tentang menghargai makanan nya.
Mertua Lani terdiam dengan perkataan Zevano.
"lihat, Zevano yang kecil saja mengerti cara menghargai makanan, sudah tua masih saja memilih milih makanan, makanan mahal yang sering mami pesan secara online pun tidak menjamin bahan segar dan pengolahan nya bersih kan? mami hanya melihat harga tidak peduli dengan rasa karna alasan gengsi mami, hidup hanya sekali, jika mami menjalani dengan gengsi hidup mami tidak akan bisa mami nikmati" ucap Dady wildan pada Istrinya.
"hah sudah lah, tidak selera lagi makan" ucap mami Wildan.
Zerena baru pulang dari kuliahnya melihat keluarga nya sedang makan zerena ikut makan dan duduk di sebelah Zevano.
"aunty coba ayam ini, ini sangat enak" ucap Zevano menunjuk ayam yang di beli Lani dan Wildan.
"benarkah?" tanya zerena tersenyum pada ponakan nya.
"Makanan itu di beli Wildan di tepi jalan, jika kamu mau makan lah, jika tidak jangan menghina makanan!" ucap tegas Dady wildan pada putri nya, karna Dady nya sangat tau sifat putri nya hampir sama dengan mami nya.
"ya tidak masalah, selagi itu makanan yang bisa di makan? apa salah nya?" ucap zerena santai dan makan bersama keluarga nya.
mami Wildan memperhatikan keluarganya makan ayam goreng itu dengan sangat lahap, sebenarnya mami Wildan sangat menyukai ayam itu, tapi gengsi nya terlalu tinggi.
__ADS_1
Mami Wildan beranjak dari dapur menuju ruang tv. sesampainya di ruang tv mami Wildan masih terasa lapar dan menginginkan ayam tadi. Hanya mami Wildan gengsi jika harus kembali.
Saat semua keluarga sudah selesai makan, mami Wildan diam diam ke dapur, mengendap endap seperti maling, mengambil nasi, dan memeriksa lauk ternyata masih banyak ayam goreng yang di beli oleh Lani dan Wildan tadi. mami Wildan mengambil ayam itu 4 potong sekaligus dan memakan nya dengan cepat karna takut di lihat keluarga yang lain serta pelayan. Saat mami Wildan makan semua pelayan masuk ke dapur untuk giliran mereka makan. Mereka kaget karna ayam goreng yang di makan mami Wildan sebenarnya lauk untuk para pelayan.