
[9 bulan kemudian]
Banyak usaha di lakukan mami Wildan untuk menggugurkan kandungan Lani, tapi janin nya sangat kuat, Mami Wildan merasa kesal karna tidak berhasil membuat Lani keguguran, selama Lani hamil mami Wildan terkadang baik baik, terkadang sinis kepada Lani, memang sifat mami Wildan aneh tapi keluarga Wildan hanya memaklumi nya saja.
Tengah malam Lani merasa perut nya keram, bayi nya seperti sedang berputar putar untuk mencari jalan keluar. Lani tidak panik, Lani membangunkan suami nya yang tengah tertidur lelap. Wildan selama kehamilan Lani tidak sedetik pun menjauh dari Lani, Wildan cemas istri nya di sakiti oleh mami nya, Wildan sangat menjaga Lani dan meminumkan vitamin Lani dengan teratur.
"Kak..., kakak...." ucap Lani memanggil suami nya dengan menahan rasa keram dan mules.
Tak butuh waktu lama membangunkan Wildan. Wildan terbangun melihat keadaan Lani yang pucat menahan rasa sakit nya.
"sayang ada apa? kenapa kamu sangat pucat? apa ada yang sakit?" tanya cemas Wildan pada istrinya.
"sepertinya anak kita akan lahir kak, perut ku sangat keram, dan aku bisa merasakan anak kita berputar putar mencari jalan keluar" ucap Lani pada Wildan.
Wildan memeriksa perut Lani, benar saja, pergerakan bayinya terlihat sangat jelas, Lani pun mulay merasakan sesuatu keluar di bawah nya.
"kak... sakit kak..." ucap Lani pada Wildan.
Wildan segera menggendong Lani dari mansion, saat sampai di bawah para pengawal segera membukakan pintu untuk Wildan dan Lani, semua keluarga tengah tertidur lelap, tidak menyadari kepergian Wildan dengan Lani ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit, Lani langsung di masukkan ke UGD. Darah yang keluar semakin banyak dan berlendir, Lani semakin merasakan perut nya mules dan sakit. Tapi Lani hanya pasrah dan tetap berusaha tenang agar tidak terjadi apa apa.
"Sabar ya, kakak di sini, bertahan ya sayang, harus kuat, kakak ada untuk mu" ucap Wildan mengusap usap punggung istri nya memberi kekuatan. Tidak butuh waktu lama Lani akhirnya berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik dan sehat, bayi nya menangis dengan sangat keras. Wildan merasa bahagia memberi banyak ciuman pada Lani dengan penuh kasih sayang, air mata nya keluar karna merasa terharu sekaligus bahagia, melihat perjuangan Lani melahirkan, Wildan berjanji akan menjaga Lani dengan sangat baik untuk kedepannya, tidak akan membiarkan Lani dan anak nya kesulitan.
Pagi hari saat semua keluarga berkumpul untuk sarapan, mereka seperti biasa menunggu semua anggota keluarga lengkap dulu baru memulai sarapan mereka.
__ADS_1
"sudah hampir satu jam kita menunggu Lani dan Wildan, mereka tetap tidak turun turun, apa mereka masih tidur!?" kesal mami Lani.
"Satu jam apa nya? baru 10 menit kita duduk di sini, mami saja yang hatinya sempit sehingga 10 menit merasa 1 jam" jawab Dady wildan di tanggapi sinis istri nya.
Tak lama terdengar suara dering handphone Dady wildan.
"siapa yang menelfon jam segini?" ucap Dady wildan mencari handphone nya yang biasa di taruh di atas meja.
"Wildan?" gumam Dady nya, sambil mengangkat telfon.
"Hallo Dady, Wildan dan Lani berada di rumah sakit G di jalan A, Wildan sangat panik sehingga lupa memberi tau keluarga, Lani melahirkan sebelum subuh tadi dad, Lani merasakan kontraksi dari jam 1 malam, bayi ku sehat berat nya 3,5, dan bayi ku perempuan." ucap Wildan dari telfon nya.
"Benarkah? Dady akan segera kesana, Dady juga akan membawakan sarapan, jaga Lani dengan baik, Dady tidak sabar melihat cucu Dady" ucap Dady wildan.
Semua keluarga kaget mendengar ucapan Dady wildan, cucu yang mana di maksud oleh Dady wildan?
"Lani sudah melahirkan sebelum subuh tadi, Lani melahirkan anak perempuan di rumah sakit G di jalan A" ucap Dady wildan seraya menyuruh pelayan membungkus sarapan untuk di bawa ke RS.
"Apa?!" kaget mami Wildan, sangat terlihat jelas raut tidak senang di wajah nya.
"kenapa? apa mami tidak suka?" ucap Dady wildan melihat raut wajah istri nya.
"Tidak.. tidak maksud mami, mami kaget saja Lani sudah melahirkan tapi tidak memberi tau kita" ucap mami Wildan beralasan.
"sudah sudah, Dady mau ke rumah sakit melihat cucu Dady" ucap Dady wildan setelah mengambil bingkisan dari pelayan.
__ADS_1
"Dad, Yola ikut ya, pasti lani dan Wildan akan merasa kesusahan di awal sekarang, Yola akan membantu mengurus bayi nya" ucap yolanda pada mertua nya.
"Aku juga dad, aku akan menyusul, setelah mengantar Zio ke sekolah nya" ucap satria pada dady nya.
"Zerena? apa kamu tidak mau ikut?" tanya Dady wildan pada adik Wildan.
"Tidak dad, aku menunggu pulang saja aku ada tugas kuliah, aku harus menyelesaikan tugasku agar bisa ikut wisuda akhir taun nanti" ucap zerena pada dady nya.
Dady Wildan dan kakak ipar nya Yolanda menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Lani dan bayinya, sedangkan mami Wildan tidak ikut dengan alasan ingin mempersiapkan kedatangan Lani dan bayinya nanti di mansion.
"Wildan ini sarapan dulu" ucap Dady wildan saat baru sampai di ruangan Lani, Lani masih sangat lelah, dia baru boleh tidur setelah 3 jam.
"Apa Lani baru tidur?" tanya Dady Wildan.
"iya Dady kasihan, dia sangat lelah sekali, Wildan tidak tega melihat Lani" ucap Wildan pada dady nya.
Melihat tempat bayi yang ada di sebelah Lani, Dady Wildan tidak sabar melihat cucu nya.
"Hai cucu opa, cantik sekali kamu nak..." ucap Dady wildan melihat cucu ke dua nya. Yolanda juga ikut melihat bayi Wildan. bayinya sangat cantik. mirip dengan Wildan. warna kulit dan rambut nya mengikuti ibu nya.
"Wildan dia sangat mirip dengan mu" ucap Dady wildan di setujui Yolanda.
"kapan kalian boleh pulang? Dady tidak sabar menggendong cucu Dady, Dady merasa sangat senang, sekarang Dady memiliki satu cucu laki laki, dan satu cucu perempuan" ucap Dady wildan dari tadi melihat cucu perempuan nya. Dady Wildan tidak mau menggendong cucunya karna baru saja dari luar jadi Dady Wildan hanya memperhatikan cucu nya.
"nanti sore setelah semua surat surat telah selesai di urus Lani dan bayi ku sudah boleh pulang dad, Lani lahiran normal jadi lani bisa pulang cepat, sebenarnya Lani pulang besok, hanya saja Lani merengek ingin pulang merasa tidak nyaman di sini" ucap Wildan.
__ADS_1
"hmm baiklah, kalau begitu Dady pulang duluan ya, Dady harus mengurus pekerjaan kantor dulu, Dady akan menyerahkan semua pekerjaan di perusahaan pada satria, Dady ingin menikmati masa tua bermain dengan cucu cucu Dady" ucap Dady wildan, terlihat wajah Dady nya sangat bahagia merasa senang dengan kehadiran cucu perempuan yang selama ini dia ingin kan.