Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Kutunggu selalu.


__ADS_3


Hari pun sore setelah sudah membuat kue bersama Bu risma dan makan buah-buahan yang Kevin petik langsung dari pohon nya.


Kevin pun mengantar Nayla pulang sambil memberinya oleh-oleh banyak buah seperti Durian,Apel dan Mangga.


~ Di rumah Nayla.


"Vin makasih ya sudah mengantarkan aku pulang dan juga buah nya,ini kebanyakan padahal.." ujar Nayla.


"Aku yang harus berterima kasih dengan kamu,sudah membantu Nenek ku membuat kue dan lagi Nenek ku sangat gembira tadi bercanda bersama kamu,kapan-kapan main lagi oke?" ujar Kevin.


"Hm iya.. kalau gitu aku masuk dulu ya..kamu hati-hati pulang nya." ujar Nayla.


Nayla pun masuk ke dalam rumah nya dan menaruh buah-buahan di meja makan,ternyata Bapak nya belum pulang bekerja.


ia pun masuk ke dalam kamar nya lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah nya..


Nayla pun membuka pintu rumah nya ternyata Daffa,ia berdiri tepat depan rumah nya dan masih memakai seragam sekolah dan membawa tas sekolah nya.


"Daffa?" Nayla pun kaget.


"Nay bisa kita bicara sebentar?" tanya Daffa

__ADS_1


"Lain kali saja Daf aku lelah.." ujar Nayla ingin menutup pintu rumah nya.


"Kemana saja kamu dengan Kevin sampai sesore ini?aku sepulang sekolah tadi langsung ke rumah mu untuk menunggu kamu.dan kenapa sikap kamu begini?" Daffa langsung membuka lagi pintu rumah nya dan bahkan menarik tangan Nayla untuk masuk ke rumah nya.


"bukan urusan kamu.." jawab Nayla ketus


"Sejak kapan urusan kamu bukan urusan aku juga?dan kenapa kamu mau saja pergi dengan Lelaki yang belum kamu kenal lama!" ujar Daffa marah.


"Aku diajak Kevin ke rumah Bu Risma untuk membuat kue,hanya itu.dan aku harap kamu pergi sekarang karena aku lelah.." ujar Nayla


"Apa ini karena sahabat kamu Amel menyatakan perasaan nya padaku tadi? aku tolak dia Nay.. karena di hati aku cuma kamu sampai kapan pun dan kamu pun tau itu.. aku sayang kamu Nay.." ujar Daffa sambil memegang tangan Nayla.


"Kamu bohong Daf,mulai sekarang aku harap kita tidak usah bertemu lagi. dan lagi aku pun harus fokus dengan lomba untuk cerdas cermat nanti. aku harap kamu mengerti.. sebaiknya kamu pulang Daf." Nayla pun menarik Daffa keluar dan menutup pintu nya.


Nayla hanya bisa duduk di lantai sambil menangis mendengar Daffa terus menerus mengetuk pintu rumah nya.


~ malam di rumah Nayla


Hujan turun dengan lebat nya


Nayla sedang belajar di kamar nya setelah ia makan bersama bapak nya.


Namun otak nya masih berfikir tentang rasa sakit nya di bohongi Daffa dan kenyataan Daffa sudah pernah berhubungan badan dengan Citra.

__ADS_1


"Tok.. tok.." Suara ketukan di jendela kamar Nayla yanh membuyarkan lamunan nya.


ini sudah pukul 10 malam dan lagi sedang hujan lebat,ia merasa takut untuk membuka jendela namun ia pun memberanikan diri.


Saat membuka jendela ia melihat Daffa basah kuyup berdiri di jendela kamar nya dan masih memakai seragam sekolah nya,tas nya pun basah.muka nya sungguh pucat sambil terlihat kedinginan.


"Daffa?!!" Nayla pun kaget


Ia pun keluar rumah sambil membawa payung untuk nya dan juga Daffa.


"Daf kamu gila ya,kenapa kamu masih disini dan lagi sekarang hujan lebat Daf.. kamu pasti belum pulang ke rumah. Ya ampun..."


ujar Nayla memberika payung untuk Daffa.


"Aku gak akan pergi Nay sebelum kamu Gak marah lagi sama aku dan jelasin kamu kenapa.." ujar Daffa mengigil.


"Oke udah gak marah dan aku janji besok aku jelasin.. tolong sekarang kamu pulang ya Daf.. ujar Nayla cemas.


Daffa pun memegang tangan Nayla


"Makasih Nay.. kamu janji ya jangan marah lagi sama aku.." ujar Daffa tersenyum.


"Iya Daf.. kamu janji jangan berbuat hal konyol begini lagi oke? kalau gitu cepat kamu pulang.." ujar Nayla.

__ADS_1


Daffa pun menyerahkan payung ke Nayla lalu beranjak pulang,terlihat raut bahagia Nayla sudah tidak marah lagi dengan nya.


__ADS_2