Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Penggemar Rahasia


__ADS_3


~ malam nya saat acara api unggun.


"Kita dapat nomor urut terakhir kok untuk perform untuk acara api unggun,ada yang bisa kasih saran kira-kira kita nampilin apa?" tanya Daffa.


"Hm The BEBEKZ saja gimana?" tanya Kevin.


"Iya betul Perwakilan Nayla,Kevin dan Kak Daffa saja untuk perform nya ya.. aku dan sinta malu dan kita mah gak punya bakat.. hehe" ujar Ayu.


"Rido kamu bisa bermain musik?" tanya Nayla


"A..aku?aku bisa gitar tapi.. tidak begitu mahir.." ujar Rido malu-malu.


"Oke Rido pegang Gitar akustik,Kevin Cajon sebagai pengganti Drum,Daffa Tamborin,Aku,Sinta dan Ayu Vocal kita nyanyikan lagu yang sederhana saja yang sering kita dengar.." ujar Nayla tersenyum.


"Tapi Nay.. Rido benar bisa?" tanya Daffa.


"A..ku ma..lu Nay.." ujar Rido.


"Jika kamu selalu malu enggak akan ada yang berkembang di diri kamu Do.. jadi mulai sekarang kamu harus percaya diri dan mau berusaha.aku yakin kok kamu pasti bisa jika mau berusaha.. tunjukan ke mereka yang menganggap kamu sebelah mata kalau kamu itu bisa! mari kita latihan.." ujar Nayla tersenyum.


"I..ya Nay.." ujar Rido tersenyum sambil menatap wajah Nayla.


"Nayla makin bikin aku jatuh cinta sih.." ujar Kevin di dalam hati nya.


"Aku cemburu kamu begini ke laki-laki lain,tapi yang penting kamu akan selalu jadi milikku dan hanya untuk ku Nay.." ujar Daffa di dalam hati nya.


Mereka pun berlatih dengan keras,terkadang mereka bercanda dan tertawa bersama. Rido pun yanh awal nya tidak percaya diri kini berani berekspresi dan terkadang selalu menatap Nayla sambil tersenyum.


Dan akhirnya kini giliran mereka perform..


Para siswa duduk memutari api unggun dan Nayla cs pun tampil di depan para siswa.


mereka kaget saat melihat Rido membawa gitar untuk tampil,tapi Nayla selalu menatap Rido meyakinkan bahwa ia bisa.


"Kita akan membawakan sebuah lagu dari Dewa 19 berjudul kangen.. yang mungkin mewakili rasa kangen kalian sekarang kepada keluarga di rumah.." ujar Nayla sebelum mereka mulai tampil.


Para penonton pun menikmati alunan lagu yang dibawakan oleh Nayla cs,Rido dan yang lain memainkan alat musik dengan sangat kompak,serta Nayla,Sinta dan Ayu membawakan lagu nya dengan sangat merdu.


Semua kata rindumu

__ADS_1


Semakin membuatku `tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu


Ku akan pulang Melepas semua kerinduan


Yang terpendam.....


Para penonton pun bertepuk tangan saat Nayla cs selesai membawakan lagu tersebut.


Acara api unggun pun selesai, para siswa pun di instruksikan untuk kembali ke tenda masing-masing.


"Nay.. ma.. kasih ya.." ujar Rido kepada Nayla


"Jangan berterima kasih kepada ku,itu atas usahamu sendiri kok.kamu hebat tadi memainkan gitar nya.." ujar Nayla tersenyum.


"A..ku ada sesuatu untuk ka..mu.." ujar Rido mengeluarkan coklat silven queen lalu diberikan kepada Nayla.


"Oh ya ampun makasih Do.. hehe kok kamu tau aku suka coklat!ya sudah kalau gitu aku kembali ke tenda ku ya.." ujar Nayla tersenyum lalu pergi.


"Aku tau semua tentangmu Nay.. " ujar Rido di dalam hatinya sambil tersenyum.


Nayla,Sinta dan Ayu tiduran memakai jaket dan selimut karena udara yang sangat dingin. bahkan mereka sampai menggigil kedinginan.


"Aku enggak bisa tidur.. lapar sepertinya aku mau masak mie rebus dulu sebelum tidur.." ujar Ayu lalu keluar tenda.


"Nay.. aku mau pipis.. anterin aku yuk.." ujar Sinta.


"Ini udah jam 12 malam Sin.. dan kamar mandi ada di ujung dekat tenda para pembina.. aku takut.." ujar Nayla.


"Ayo lah Nay.. aku kebelet nih.." ujar Sinta.


Sinta dan Nayla pun berjalan perlahan melewati tenda-tenda,para siswa seperti nya sudah tertidur karena hanya mereka berdua yang ada di luar tenda.


"Sin.. ayo cepat jalan nya.. dingin banget tau.." ujae Nayla.


"Nay.. ko aku tadi seperti nya melihat ada sesuatu ya.. ihh aku takut.." ujar Sinta.


Mereka pun akhirnya sampai ke kamar mandi. Sinta masuk ke kamar mandi duluan sementara Nayla menunggu kedinginan di luar.

__ADS_1


"Sin.. cepet dong.. aku juga kebelet nih.. nanti kamu gantian tunggu aku yaa" ujar Nayla sambil mengusap-usap tangan nya karena kedinginan.


"Aku udah Nay.. air nya dingin banget... cepat ya aku dari tadi merinding soalnya.." ujar Sinta keluar dari kamar mandi.


Nayla pun masuk ke kamar mandi


"Sin.. tunggu aku yaa.. air nya kosong jadi aku isi dulu.." ujar Nayla.


"Sin.. ko kamu diem aja.. masih disitu kan sin..?" ujar Nayla mulai cemas.


Nayla pun keluar dari kamar mandi,ia tidak melihat Sinta menunggu nya. tak ada siapa-siapa di depan kamar mandi.


"Ya ampun masa Sinta tinggalin aku.." ujar Nayla ketakutan.


Lalu ada seorang laki-laki memakai jaket tebal dengan kupluk berwarna hitam yang menarik tangan nya dan membawa nya ke belakang kamar mandi tersebut yang sangat gelap.


"Ssst jangan takut Nay.. ini aku.." ujar Daffa berbisik sambil memegang tangan Nayla.


"Kok kamu ada disini? ngapain kita kesini?" ujar Nayla kaget.


"Tadi aku lihat Sinta tunggu kamu depan kamar mandi,saat aku mau mendekat dia malah lari ketakutan mengira aku hantu.. tadi nya aku mau nitip Syal ini ke Sinta untuk kamu.." lalu Daffa memakaikan Syal tersebut ke Nayla.


"Tapi kamu nya.." ujar Nayla lalu ucapan nya dipotong oleh Daffa


"Aku sudah memakai jaket tebal kok.. aku tau pasti kamu hanya memakai Jaket.." ujar Daffa.


"Makasih Daf.." saat Nayla ingin pergi meninggalkan Daffa,tiba-tiba Daffa memeluk Nayla dari belakang


"Maafkan aku Nay.. aku mohon maafkan aku.. aku sayang banget sama kamu.." ujar Daffa. namun Nayla tidak menghiraukan perkataan Daffa lalu pergi meninggalkan Daffa sendirian.


Nayla pun berjalan menuju tenda nya sambil menangis,sejujurnya ia sangat merindukan Daffa.. tapi hati nya sungguh dilema sekarang.


Di depan tenda,Sinta dan Ayu sedang duduk di depan kayu bakar sambil memakan mie instan cup.


"Nay.. maaf ya aku tinggalin kamu tadi.." ujar Sinta lalu dipotong oleh Nayla


"Ia enggak apa-apa kok aku tau.." ujar Nayla lalu duduk bersama Sinta dan Ayu.


"Nih.. mie buat kamu.." ujar Ayu memberikan mie instan buay Nayla.


"Maakasih.. ya ampun hangat banget..." ujar Nayla.

__ADS_1


"Ikutin apa kata hati kamu Nay.. kadang seseorang baru bisa bahagia jika ia melewati banyak batu terjal terlebih dahulu.. jangan membohongi perasaanmu,bukan ditinggalkan tapi justru berjuang bersama melewati nya.." ujar Sinta


Nayla menangis mendengar nasihat dari sahabat nya tersebut,mereka lalu berpelukan di depan kayu bakar lalu meneruskan memakan mie instan mereka sambil saling melempar tawa.


__ADS_2