Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Impian dan Kebahagiaan.


__ADS_3


~ sepulang sekolah


Daffa membonceng Nayla dengan sepeda nya menuju arah pulang.


"kenapa kamu mau aja sih memakai sweater anak itu?" tanya Daffa kesal.


"Kevin maksudnya? mau bagaimana lagi,seragamku kotor dan bau telor ayam. tidak mungkin aku ke kelas dengan keadaan seperti itu.." ujar Nayla.


"Dan lagi aku sudah menegur Citra,dia bilang itu ketidak sengajaan. aku tegur dia tadi agar tidak ceroboh dan membuat orang lain susah" ujar Daffa kesal sambil menggowes pedal sepeda nya.


"Daf untuk apa kamu tegur kak citra? mungkin tadi memang sebuah ketidak sengajaan.. dan lagi pun aku baik-baik saja sekarang.." ujar Nayla


Daffa pun menarik tangan Nayla dengan tangan kiri nya agar berpegangan erat di pinggang nya.


"pegangan yang erat..." Daffa menggowes sepeda nya dengan laju kencang.


"Daffa...!!"


~ di bukit bunga di desa mereka.

__ADS_1


Nayla dan Daffa duduk di rerumputan dibawah pohon rindang di sebuah bukit bunga matahari. disana terlihat banyak rumah-rumah di bawah nya.


"kenapa kamu bawa aku kesini Daf? aku kan harus segera pulang untuk mandi.." tanya Nayla


"kita mampir kesini dulu sebentar.. ini kan tempat favorit kamu sewaktu kecil,karena dari sini terlihat kota Jakarta. kamu bilang dengan gembiaranya dulu cita-cita kamu ingin ke Jakarta. karena kamu fikir Jakarta itu adalah kota impian,dan kamu ingin sukses disana membawa Bapak kamu kesana. tentu saja jika itu terjadi aku pasti ada disana juga disamping kamu.. hehe" ujar Daffa memandang kedepan.


"Kamu ternyata masih ingat.. entah mengapa di benak ku dulu sewaktu kecil aku ingin sekali ke Jakarta. padahal di Desa ini pun aku cukup bahagia.." ujar Nayla tersenyum.


"kelak aku berjanji akan membawa mu ke Jakarta Nay.. dan kita bersama-sama disana.." ujar Daffa sambil melihat wajah Nayla.


Nayla hanya bisa tersenyum..


"jadi terima kasih doang? cium dong.." ujar Daffa menyodorkan pipi nya sambil tersenyum.


"Ih.. apa sih genit Daffa!!" ujar Nayla memukuli pelan pundak Daffa sambil tertawa.


~ di rumah Nayla


Nayla pun selesai mandi dan masak lauk untuk makan malam bersama Bapaknya.


"Assalamu'alaikum.. ndo bapa pulang.." Bapak Nayla pun sudah pulang ngebecak.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam Pak.. akhirnya bapak pulang juga,ini aku baru saja selesai masak lauk kesukaan bapak.. tumis kangkung dan ayam goreng kecap mari pak kita makan dulu.. bapak pasti lelah.." ujar Nayla sambil mempersilahkan Bapaknya duduk di meja makan dan mengambil piring untuk bapaknya.


"Wah kelihatan nya lezat ndo.. gimana ndo hari ini di sekolah? baik-baik saja toh?" tanya Bapak Nayla.


"Hm Alhamdulillah baik-baik saja kok pak.. Nayla tidak kesulitan dan punya banyak teman-teman yang baik.. kalau gitu kita makan dulu ya pak.." ujar Nayla tersenyum.


"Alhamdulillah kalau begitu ndo.. Bapak senang mendengarnya.. kamu anak baik ndo.. memang pantas memiliki teman-teman yang baik dan sayang kepadamu.." ujar Bapak Nayla.


Tiba-tiba Nayla menerima SMS di handphone nya.


dari. : Daffa Ganteng


isi pesan :


'Besok hari libur,mari kita ke taman bunga matahari. aku jemput kamu besok jam 08 Pagi ya.'


Nayla pun membalas..


'besok pagi aku mau jualan kue di pasar.. jika aku sempat akan aku kabari..'


Nayla pun tersenyum..

__ADS_1


__ADS_2